Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Setelah Thawaf dan Shalat Sunnah Dua Rakaat, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya Alterna

Kompas.com, 4 Mei 2026, 08:07 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Jemaah haji dan umrah dianjurkan memperbanyak doa dalam setiap rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Salah satu waktu yang dapat dimanfaatkan untuk berdoa adalah setelah melaksanakan shalat sunnah dua rakaat selepas thawaf.

Dilansir dari laman MUI, amalan ini memiliki dasar dari riwayat sahabat Nabi SAW, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, sebagaimana tercatat dalam kitab Al-Mushannaf.

Doa setelah thawaf tersebut berisi permohonan agar dijaga dalam agama, dicintai Allah, dimudahkan dalam kebaikan, serta memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat.

Baca juga: Doa Menyentuh Hajar Aswad: Bacaan Lengkap dan Maknanya Saat Thawaf

Doa setelah thawaf dan shalat sunnah dua rakaat

Dalam rangkaian ibadah haji dan umrah, thawaf menjadi salah satu amalan utama yang dilakukan jemaah saat berada di Masjidil Haram.

Setelah menyelesaikan thawaf, jemaah disunnahkan melaksanakan shalat dua rakaat.

Momentum setelah shalat sunnah dua rakaat ini dapat digunakan untuk berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT.

Salah satu teladan dalam memanfaatkan waktu tersebut datang dari sahabat Nabi SAW, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu.

Riwayat Abdullah bin Umar dalam Al-Mushannaf

Dalam kitab Al-Mushannaf, Ibnu Abi Syaibah mencatat riwayat dari Nafi’ tentang kebiasaan Abdullah bin Umar saat datang sebagai jemaah haji atau umrah.

Disebutkan, Abdullah bin Umar melakukan thawaf di Ka’bah, lalu melaksanakan shalat sunnah dua rakaat, kemudian memanjatkan doa dengan khusyuk.

Setelah shalat sunnah itu, Abdullah bin Umar duduk lebih lama dibandingkan saat berdiri.

Riwayat tersebut menyebutkan, waktu duduk itu digunakan untuk memuji Allah dan berdoa dengan sungguh-sungguh.

Doa ini juga dibaca oleh Abdullah bin Umar ketika berada di antara Shafa dan Marwa.

Baca juga: Tak Perlu Bawa Paspor Fisik, Jemaah Haji Bisa Gunakan ID Digital di Arab Saudi

Lafaz doa setelah thawaf

Doa yang dibaca setelah thawaf tersebut berisi permintaan tentang penjagaan agama, ketaatan kepada Rasulullah SAW, kecintaan kepada Allah, serta keselamatan di akhirat.

Adapun lafaz doanya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ اعْصِمْنِي بِدِينِكَ، وَطَاعَةِ رَسُولِكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ جَنِّبْنِي حُدُودَكَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ يُحِبُّكَ، وَيُحِبُّ مَلَائِكَتَكَ، وَرُسُلَكَ، وَعِبَادَكَ الصَّالِحِينَ، اللَّهُمَّ حَبِّبْنِي إِلَيْكَ، وَإِلَى مَلَائِكَتِكَ، وَرُسُلِكَ، وَعِبَادِكَ الصَّالِحِينَ. اللَّهُمَّ آتِنِي مِنْ خَيْرِ مَا تُؤْتِي عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ. اللَّهُمَّ يَسِّرْنِي لِلْيُسْرَى، وَجَنِّبْنِي الْعُسْرَى، وَاغْفِرْ لِي فِي الْآخِرَةِ وَالْأُولَى. اللَّهُمَّ أَوْزِعْنِي أَنْ أُوَفِّيَ بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَنِي عَلَيْهِ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ أَئِمَّةِ الْمُتَّقِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ، وَاغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ.

Allahumma‘shimnii bidini-ka, wa thaa‘ati rasuulika shallallaahu ‘alaihi wasallam. Allahumma jannibnii huduudak. Allahummaj‘alnii mimman yuhibbuk, wa yuhibbu malaa-ikatak, wa rusulak, wa ‘ibaadakash shaalihiin. Allahumma habbibnii ilaik, wa ilaa malaa-ikatik, wa rusulik, wa ‘ibaadikash shaalihiin. Allahumma aatinii min khairi maa tu’tii ‘ibaadakash shaalihiin fid-dunyaa wal aakhirah. Allahumma yassirnii lilyusraa, wa jannibnil ‘usraa, waghfirlii fil aakhirati wal uulaa. Allahumma awzi‘nii an uwafiya bi‘ahdikal ladzii ‘aahadtanii ‘alaihi. Allahummaj‘alnii min a-immatil muttaqiin, waj‘alnii min waratsati jannatin na‘iim, waghfirlii khathii-atii yaumad diin.

Artinya: “Ya Allah, jagalah aku dengan agama-Mu dan dengan ketaatan kepada Rasul-Mu SAW. Ya Allah, jauhkanlah aku dari melanggar batas-batas-Mu. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang mencintai-Mu, mencintai malaikat-Mu, rasul-rasul-Mu, dan hamba-hamba-Mu yang saleh. Ya Allah, jadikanlah aku dicintai oleh-Mu, oleh malaikat-Mu, rasul-rasul-Mu, dan hamba-hamba-Mu yang saleh. Ya Allah, berikanlah kepadaku kebaikan sebagaimana yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh di dunia dan di akhirat. Ya Allah, mudahkanlah aku menuju kemudahan, jauhkan aku dari kesulitan, dan ampunilah aku di akhirat dan di dunia. Ya Allah, ilhamkanlah aku agar dapat menepati janji-Mu yang telah Engkau ikatkan kepadaku. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk pemimpin orang-orang yang bertakwa, jadikanlah aku termasuk pewaris surga kenikmatan, dan ampunilah kesalahanku pada hari pembalasan.” (Al-Mushannaf [Madinah: Maktabah al-‘Ulum wa al-Hikam], juz 6, h. 108)

Makna doa setelah thawaf

Doa setelah thawaf ini memuat permohonan agar seorang muslim dijaga dalam agama dan ketaatan kepada Rasulullah SAW.

Di dalamnya juga terdapat permintaan agar dijauhkan dari pelanggaran terhadap batas-batas Allah SWT.

Selain itu, doa ini memuat harapan agar seseorang termasuk dalam golongan yang mencintai Allah, malaikat, para rasul, dan hamba-hamba saleh.

Doa tersebut juga berisi permintaan agar Allah memberikan kebaikan di dunia dan akhirat, memudahkan jalan kebaikan, serta mengampuni dosa pada hari pembalasan.

Baca juga: Doa Mustajab di Makam Ibrahim Saat Tawaf, Ini Bacaan Lengkapnya

Waktu membaca doa setelah thawaf

Doa ini dapat dibaca setelah jemaah menyelesaikan thawaf dan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat.

Jemaah dapat duduk sejenak, memuji Allah, lalu membaca doa tersebut dengan khusyuk.

Doa ini juga disebut dibaca oleh Abdullah bin Umar ketika berada di antara Shafa dan Marwa.

Dengan membaca doa setelah thawaf, jemaah tidak hanya menyelesaikan gerakan fisik ibadah, tetapi juga menghadirkan kesadaran ruhani dalam bermunajat kepada Allah SWT.

Setelah thawaf, jemaah dapat melaksanakan shalat sunnah dua rakaat, duduk, lalu berdoa dengan penuh harap agar hati senantiasa terhubung dengan Allah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Aktual
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Aktual
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Aktual
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Aktual
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Aktual
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Aktual
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Aktual
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Aktual
Apakah Anak Wajib Melunasi Utang Orangtua yang Meninggal?
Apakah Anak Wajib Melunasi Utang Orangtua yang Meninggal?
Aktual
Bagaimana Hukum Menjual Barang Halal untuk Maksiat? Ini Pandangan Islam
Bagaimana Hukum Menjual Barang Halal untuk Maksiat? Ini Pandangan Islam
Aktual
Viral Penghulu Marah Saat Akad Nikah, Kemenag Minta Maaf dan Evaluasi Pelayanan
Viral Penghulu Marah Saat Akad Nikah, Kemenag Minta Maaf dan Evaluasi Pelayanan
Aktual
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jemaah Haji Rp800.000–1,3 Juta
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jemaah Haji Rp800.000–1,3 Juta
Aktual
Adakah Fungsi Adzan Selain Memanggil Sholat Berjamaah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Adakah Fungsi Adzan Selain Memanggil Sholat Berjamaah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Bolehkah Suami Pakai Tabungan Istri untuk Bayar Utang? Ini Penjelasannya
Bolehkah Suami Pakai Tabungan Istri untuk Bayar Utang? Ini Penjelasannya
Aktual
1 Jumadal Ula 1448 H Jatuh pada 12 Oktober 2026, Kenali Sejarah dan Amalannya
1 Jumadal Ula 1448 H Jatuh pada 12 Oktober 2026, Kenali Sejarah dan Amalannya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar