Editor
KOMPAS.com-Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi memasuki hari ke-13 masa operasional dengan progres pemberangkatan jemaah yang terus berjalan.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat, sebanyak 74.652 jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci hingga Sabtu (2/5/2026).
Proses kedatangan jemaah di Madinah serta pergerakan menuju Makkah juga berlangsung bertahap dan berada dalam pengawasan petugas di seluruh titik layanan.
Pemerintah menyiapkan layanan Bus Sholawat selama 24 jam di Makkah untuk mendukung mobilitas jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram.
Baca juga: Suhu Mekah Capai 43 Derajat Celsius, Ini Tips Cegah Heatstroke untuk Jemaah Haji
Berdasarkan data Kemenhaj hingga Sabtu (2/5/2026), operasional haji menunjukkan perkembangan yang terkendali.
Sebanyak 192 kelompok terbang atau kloter dengan total 74.652 jemaah dan 765 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 184 kloter yang membawa 71.362 jemaah dan 733 petugas telah tiba di Madinah, Arab Saudi.
Sementara itu, pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah terus dilakukan secara bertahap.
Hingga hari ke-13 operasional haji, sebanyak 36 kloter dengan 14.503 jemaah dan 148 petugas telah tiba di Makkah.
Jemaah yang sudah tiba di Makkah akan melaksanakan umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Seluruh mobilisasi jemaah dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas untuk memastikan perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan tertib.
Baca juga: 1.400 Inspeksi Dilakukan, Saudi Perketat Pengawasan Makanan dan Obat Jemaah Haji 2026
Dari sisi layanan kesehatan, secara kumulatif tercatat sebanyak 6.823 jemaah haji menjalani rawat jalan.
Sebanyak 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Adapun 141 jemaah lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 59 jemaah masih menjalani perawatan hingga saat ini.
Kemenhaj juga mencatat total jemaah wafat sebanyak tujuh orang.
Sebagian besar jemaah yang wafat disebabkan oleh serangan jantung dan radang paru-paru.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan hak badal haji.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan, penyelenggaraan ibadah haji hingga hari ke-13 berjalan sesuai rencana.
Menurut Maria, pemerintah terus memperkuat kualitas layanan sejak proses keberangkatan, kedatangan, hingga mobilisasi jemaah antarkota suci.
“Alhamdulillah, seluruh proses operasional haji berjalan lancar dan terkendali. Kami terus memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan terbaik, mulai dari keberangkatan, kedatangan, hingga mobilisasi antar kota suci dengan pengawalan petugas yang optimal,” ujar Maria.
Maria menegaskan, pemerintah juga memberi perhatian khusus terhadap kelompok rentan.
Kelompok tersebut meliputi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
“Kami menghadirkan berbagai kemudahan layanan, termasuk Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam dengan armada ramah lansia dan disabilitas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif dan berkeadilan,” tambahnya.
Baca juga: Simak Fakta Lebaran Haji, Asal-usul Nama Idul Adha di Indonesia
Pemerintah menyediakan layanan transportasi Bus Sholawat untuk mendukung kelancaran ibadah jemaah selama berada di Makkah.
Layanan ini beroperasi selama 24 jam penuh dan menghubungkan jemaah Indonesia dari hotel menuju Masjidil Haram.
Bus Sholawat melayani tiga titik utama, yaitu Terminal Jiad atau Ajyad, Jabal Ka’bah, dan Syib Amir.
Sebanyak 452 armada disiapkan untuk melayani jemaah secara non-stop.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 52 unit merupakan bus hidrolik yang ramah bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas.
Bus Sholawat melayani 21 rute yang dibedakan berdasarkan kode warna dan nomor.
Setiap jemaah wajib membawa kartu panduan rute agar tidak salah naik bus dan lebih mudah kembali ke hotel masing-masing.
Petugas haji juga disiagakan untuk memberikan pendampingan jika jemaah mengalami kendala di lapangan.
Layanan Bus Sholawat telah beroperasi sejak kedatangan pertama jemaah di Makkah pada 30 April 2026 dan akan berlangsung hingga masa pemulangan ke Tanah Air.
Baca juga: 7 WNI Ditangkap di Arab Saudi Diduga Terkait Praktik Haji Ilegal, KJRI Jeddah Pantau Proses Hukum
Di tengah suhu Makkah yang diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius, Kemenhaj mengimbau jemaah meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan.
Jemaah diminta mengatur waktu ibadah, memperbanyak minum air putih, dan menggunakan pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan.
Jemaah juga diimbau menghindari aktivitas berat pada siang hari untuk mencegah kelelahan dan gangguan kesehatan akibat cuaca panas.
“Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera lapor kepada petugas,” tegasnya.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, profesional, dan ramah bagi seluruh jemaah.
Jemaah diharapkan menjaga kekompakan, mematuhi arahan petugas, serta menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk demi meraih haji yang mabrur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang