Editor
KOMPAS.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengajak seluruh elemen bangsa untuk mempererat persatuan dan kesatuan nasional melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Ajakan ini disampaikan oleh Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid di Jakarta pada Minggu (2/7/2026), menekankan peran strategis zakat sebagai instrumen kebangsaan.
Sodik Mudjahid menjelaskan bahwa zakat memiliki peran ganda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Zakat bukan hanya sekadar kewajiban ibadah ritual, melainkan instrumen kebangsaan yang sangat ampuh untuk mempererat tali persaudaraan, merekatkan kebinekaan, serta menyejahterakan umat secara adil dan merata," katanya.
Baca juga: Baznas: Zakat ASN Sukarela, Bukan Pungutan Wajib Negara
Menurut Sodik, ZIS dapat menjadi wadah untuk menguatkan nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, dan gotong royong dalam upaya mewujudkan kesejahteraan umat dan kemajuan bangsa.
Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengapresiasi pengelolaan zakat oleh lembaga-lembaga filantropi di Indonesia, menyebutnya menunjukkan perkembangan positif.
Ia menyoroti capaian pengelolaan dana keagamaan yang terus meningkat.
"Pada 2025, penghimpunan zakat nasional tumbuh 12 persen menjadi Rp44,6 triliun yang memberikan manfaat kepada 140 juta mustahik," ujar Menag.
Nasaruddin Umar menambahkan, upaya merawat kerukunan telah membuahkan hasil signifikan.
Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025, yang merupakan capaian tertinggi sejak indeks tersebut diukur.
Baca juga: Baznas: Potensi Dana Keagamaan RI Rp 344 T, Usul Tax Credit Zakat-Pajak
Capaian IKUB tersebut melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 sebesar 76,47 dan mendekati target akhir 2029 sebesar 78,25.
Selain itu, Indeks Kesalehan Umat Beragama juga meningkat menjadi 84,20 pada 2025.
"Bagi kami, seluruh capaian itu bukan garis akhir, melainkan amanah untuk terus meningkatkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara," tutur Menag Nasaruddin Umar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang