Penulis
BANDUNG, KOMPAS.com - Atasan dengan sedikit kerut di bagian atas, motif polkadot, hingga sentuhan Korean look menjadi salah satu tren fashion yang sedang digemari kalangan Generasi Z (Gen Z).
Tren tersebut terlihat dari banyaknya koleksi yang dibawa para pelaku usaha fesyen lokal dalam ajang Glam Local Mid Year Sale di Bandung.
Founder Glam Local, Rizky Azhar mengatakan, model atasan dengan detail kerut, leher tinggi, hingga motif polkadot, mulai populer sejak beberapa bulan terakhir dan hingga kini masih banyak diminati pembeli, terutama Gen Z.
"Polkadot itu sudah dari bulan lalu sebenarnya, tapi masih sampai sekarang,” kata perempuan yang akrab disapa Kiki di Bandung, Sabtu (1/8/2026).
Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026: 10 Warna Paling Cocok untuk Kulit Sawo Matang, Bikin Wajah Auto Cerah
Menurut Kiki, tren tersebut banyak dipengaruhi gaya busana Korea yang kemudian disesuaikan dengan karakter pasar Indonesia.
"Kalau Korea lebih terbuka, sedangkan yang kita adaptasi dibuat tangan panjang, lalu bagian bawahnya agak peplum," ujarnya.
Model tersebut juga dirancang mengikuti selera Gen Z yang menyukai busana bergaya kasual dengan tidak terlalu ketat sehingga leluasa digunakan untuk yang mengenakan hijab.
"Market-nya Gen Z. Mereka lebih suka yang playful dan nyaman dipakai," katanya.
Untuk memadukan atasan beraksen kerut tersebut, Kiki menyarankan memilih bawahan yang lebih longgar agar tampilan tetap seimbang.
"Kalau sudah pakai atasan yang ada kerut-kerutnya, bawahnya lebih bagus yang loose seperti kulot atau rok. Sekarang juga banyak model rok yang lucu untuk dipadukan," ujarnya.
Kiki menilai perkembangan modest fashion juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut dia, modest fashion kini tidak lagi identik dengan segmen tertentu, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya berpakaian sehari-hari berbagai kalangan, termasuk anak muda.
"Modest fashion itu lebih ke style. Sekarang siapa pun bisa pakai dan trennya memang menuju ke sana. Permintaannya juga tinggi sehingga semakin banyak brand yang mengeluarkan koleksi modest fashion," katanya.
Pantauan Kompas.com, untuk warna masih didominasi hitam, putih, ataupun warna bumi. Untuk warna hijab, para pengunjung menyesuaikan dengan warna pakaian yang dipilih.
Selain motif polkadot, beragam vest juga terlihat cukup mendominasi. Untuk jenis kerudung, yang paling banyak diburu gen Z adalah viscose.
Pada penyelenggaraan Glam Local Mid Year Sale di Bandung, panitia menghadirkan sekitar 160 merek fesyen lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Sekitar 80 di antaranya merupakan brand yang baru pertama kali mengikuti Glam Local.
Kiki mengatakan hampir 40 persen peserta berasal dari Bandung, sedangkan sisanya datang dari berbagai daerah seperti Makassar, Kalimantan, hingga Medan.
Ia menargetkan jumlah pengunjung mencapai sedikitnya 8.000 orang per hari selama penyelenggaraan acara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang