Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Arti Seruan Shalat Jenazah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Kompas.com, 3 Mei 2026, 08:58 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Jemaah yang pernah shalat di Masjidil Haram, Makkah, atau Masjid Nabawi, Madinah, mungkin tidak asing dengan seruan singkat sebelum pelaksanaan shalat jenazah.

Seruan tersebut biasanya terdengar setelah shalat fardu, sebelum imam atau petugas mengarahkan jemaah untuk melaksanakan shalat jenazah.

Bagi sebagian jemaah, seruan dalam bahasa Arab itu mungkin terdengar seperti pengumuman biasa di tengah suasana masjid yang ramai.

Namun, frasa tersebut memiliki makna penting karena menunjukkan siapa jenazah yang akan dishalatkan oleh jemaah.

Baca juga: Jemaah Haji Asal Bengkulu Wafat di Madinah, Sempat Shalat di Masjid Nabawi

Arti seruan shalat jenazah di Dua Masjid Suci

Pengumuman shalat jenazah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menggunakan beberapa frasa yang berbeda sesuai kondisi jenazah.

Setiap frasa menunjukkan apakah jenazah yang dishalatkan adalah satu orang dewasa, beberapa orang dewasa, anak-anak, atau gabungan antara orang dewasa dan anak-anak.

Frasa pertama adalah “As-salātu ‘ala al-mayyit”.

Seruan ini digunakan ketika jenazah yang akan dishalatkan adalah satu orang dewasa.
Kata al-mayyit dalam bahasa Arab berarti orang yang meninggal dalam bentuk tunggal.

Baca juga: Mengapa Kubah Masjid Nabawi Berwarna Hijau? Ini Sejarah dan Maknanya

Frasa kedua adalah “As-salātu ‘ala al-amwāt”.

Seruan ini digunakan ketika terdapat beberapa jenazah dewasa yang akan dishalatkan.
Kata al-amwāt merupakan bentuk jamak dari orang-orang yang meninggal.

Frasa ketiga adalah “As-salātu ‘ala al-ṭifl”.
Seruan ini digunakan ketika jenazah yang akan dishalatkan adalah seorang anak.
Kata al-ṭifl berarti anak.

Frasa keempat adalah “Al-amwāt wa al-ṭifl”.
Seruan ini digunakan ketika terdapat jenazah dewasa dan anak yang dishalatkan pada waktu yang sama.

Penting untuk niat shalat jenazah

Perbedaan frasa dalam pengumuman shalat jenazah ini penting dipahami oleh jemaah.

Dalam shalat jenazah, jemaah perlu menetapkan niat sebelum shalat dimulai.

Salah satu bagian dari niat tersebut adalah mengetahui siapa yang akan dishalatkan.

Pengumuman sebelum shalat jenazah membantu jemaah memahami kondisi jenazah yang akan didoakan, terutama ketika jemaah berada di saf yang jauh dan tidak dapat melihat langsung jenazah.

Hal ini menjadi semakin penting di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, karena jumlah jemaah yang ikut shalat biasanya sangat besar.

Baca juga: Rahasia Jendela Masjid Nabawi Tak Pernah Tutup, Bukti Cinta Hafshah kepada Nabi

Shalat jenazah dilakukan setelah shalat fardu

Di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, shalat jenazah dapat dilaksanakan setelah shalat fardu.

Seruan sebelum shalat jenazah membantu jemaah mempersiapkan diri dan membentuk niat dengan lebih jelas.

Dengan memahami makna seruan seperti al-mayyit, al-amwāt, dan al-ṭifl, jemaah dapat lebih memperhatikan pengumuman sebelum shalat jenazah dimulai.

Pemahaman ini juga membantu jemaah mengikuti pelaksanaan shalat jenazah dengan lebih khusyuk dan sesuai tujuan ibadah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Suhu Mekah Capai 43 Derajat Celsius, Ini Tips Cegah Heatstroke untuk Jemaah Haji
Suhu Mekah Capai 43 Derajat Celsius, Ini Tips Cegah Heatstroke untuk Jemaah Haji
Aktual
Cuaca Ekstrem di Madinah, Suhu Tembus 40°C, Ini Tips Agar Tidak Tumbang
Cuaca Ekstrem di Madinah, Suhu Tembus 40°C, Ini Tips Agar Tidak Tumbang
Aktual
Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya
Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Bolehkah Kurban dengan Cara Berutang? Ini Penjelasan Hukumnya
Bolehkah Kurban dengan Cara Berutang? Ini Penjelasan Hukumnya
Aktual
Jemaah Haji Kini Lebih Sejuk, Teknologi Kabut Canggih Dipasang di Jamarat
Jemaah Haji Kini Lebih Sejuk, Teknologi Kabut Canggih Dipasang di Jamarat
Aktual
Operasi Sepekan, 11.300 Orang Ditangkap karena Masuk ke Arab Saudi Secara Ilegal
Operasi Sepekan, 11.300 Orang Ditangkap karena Masuk ke Arab Saudi Secara Ilegal
Aktual
1.400 Inspeksi Dilakukan, Saudi Perketat Pengawasan Makanan dan Obat Jemaah Haji 2026
1.400 Inspeksi Dilakukan, Saudi Perketat Pengawasan Makanan dan Obat Jemaah Haji 2026
Aktual
Mengenal Arti Seruan Shalat Jenazah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Mengenal Arti Seruan Shalat Jenazah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Aktual
Simak Fakta Lebaran Haji, Asal-usul Nama Idul Adha di Indonesia
Simak Fakta Lebaran Haji, Asal-usul Nama Idul Adha di Indonesia
Aktual
Nekat Haji Tanpa Izin, Denda Rp 80 Juta hingga Deportasi Menanti
Nekat Haji Tanpa Izin, Denda Rp 80 Juta hingga Deportasi Menanti
Aktual
Jejak Rasulullah di Muzdalifah, Kisah Masjid al-Mash’ar al-Haram
Jejak Rasulullah di Muzdalifah, Kisah Masjid al-Mash’ar al-Haram
Aktual
Siapa Sahabat di Samping Makam Rasulullah? Ini Kisah Abu Bakar & Umar
Siapa Sahabat di Samping Makam Rasulullah? Ini Kisah Abu Bakar & Umar
Aktual
Awal Mula Wukuf di Arafah, Kisah Pertemuan Nabi Adam dan Hawa
Awal Mula Wukuf di Arafah, Kisah Pertemuan Nabi Adam dan Hawa
Aktual
Gratis Kuliah S1! Kemenag Buka Beasiswa PJJ Guru LPQ 2026, Daftar hingga 31 Mei
Gratis Kuliah S1! Kemenag Buka Beasiswa PJJ Guru LPQ 2026, Daftar hingga 31 Mei
Aktual
Kemenhaj Perketat Pengawasan Haji Ilegal, 42 Calon Haji Nonprosedural Dicegah Berangkat
Kemenhaj Perketat Pengawasan Haji Ilegal, 42 Calon Haji Nonprosedural Dicegah Berangkat
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com