Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rahasia Jendela Masjid Nabawi Tak Pernah Tutup, Bukti Cinta Hafshah kepada Nabi

Kompas.com, 29 April 2026, 15:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di tengah kemegahan Masjid Nabawi, terdapat satu kisah yang jarang diketahui, namun sarat makna spiritual dan sejarah.

Sebuah jendela yang konon tidak pernah ditutup selama berabad-abad, bahkan disebut-sebut tidak berani ditutup oleh penguasa mana pun.

Kisah ini bukan sekadar tentang arsitektur. Ia berakar pada cinta, pengorbanan, dan penghormatan kepada sosok Nabi Muhammad SAW, serta keteguhan hati seorang perempuan mulia, yaitu Hafshah binti Umar.

Awal Mula: Perluasan Masjid Nabawi di Masa Umar

Sejarah mencatat bahwa pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, wilayah Islam berkembang pesat.

Jumlah umat meningkat, dan Masjid Nabawi tidak lagi mampu menampung jamaah yang kian membludak.

Dalam buku Al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir, disebutkan bahwa perluasan masjid menjadi kebutuhan mendesak demi kemaslahatan umat.

Namun, rencana ini menghadapi satu kenyataan yang tidak mudah, di sisi masjid berdiri rumah milik Hafshah, putri Umar sekaligus istri Nabi. Rumah itu bukan sekadar bangunan, melainkan ruang penuh kenangan bersama Rasulullah.

Baca juga: Kisah Al-Jazari: Bapak Robotika Muslim, Pencipta Cikal Bakal Robot Modern

Penolakan yang Sarat Emosi

Bagi Hafshah, rumah tersebut adalah bagian dari hidupnya. Dalam buku Teladan Kebahagiaan dari Rumah Tangga Kenabian karya Ahmad Husain Fahasbu, dijelaskan bahwa Hafshah dikenal sebagai sosok berilmu, teguh, dan memiliki kedalaman spiritual.

Ketika rencana pembongkaran disampaikan, ia menolak. Bukan karena menentang keputusan ayahnya, tetapi karena beratnya melepaskan tempat yang menyimpan jejak kehidupan bersama Rasulullah.

Riwayat-riwayat klasik menggambarkan bahwa Hafshah sempat menangis dan bertahan pada pendiriannya. Bahkan saran dari Aisyah binti Abu Bakar pun tidak langsung ia terima.

Kesepakatan yang Mengabadikan Sebuah Jendela

Setelah melalui dialog panjang dan pertimbangan mendalam, Hafshah akhirnya menyetujui pembongkaran rumahnya. Namun, ia mengajukan satu syarat yang sederhana, tetapi penuh makna.

Ia meminta dibuatkan sebuah jendela yang menghadap langsung ke arah makam Nabi, agar ia tetap bisa “dekat” secara batin dengan Rasulullah.

Permintaan ini kemudian dipenuhi oleh Umar. Dalam sejumlah literatur, termasuk catatan Jalaluddin as-Suyuthi, jendela tersebut dikenal sebagai “Jendela Umar bin al-Khattab” atau “Jendela Keluarga Umar”.

Baca juga: Kisah Runtuhnya Persia: Strategi Islam dari Abu Bakar ke Umar

Jendela yang Tak Pernah Tertutup

Seiring waktu, Masjid Nabawi terus mengalami renovasi dan perluasan, termasuk di era modern oleh pemerintah Arab Saudi.

Namun, kisah tentang jendela ini tetap hidup dalam tradisi lisan dan catatan sejarah. Ia disebut sebagai simbol janji yang dijaga, antara seorang ayah, seorang putri, dan penghormatan kepada Nabi.

Tidak ada catatan resmi yang menyatakan jendela itu secara fisik tetap terbuka dalam bentuk aslinya selama 1.400 tahun.

Namun, makna simboliknya tetap dijaga, bahwa ada warisan sejarah yang tidak sekadar dibangun, tetapi juga dihormati.

Hafshah: Penjaga Mushaf dan Ilmu

Kisah ini menjadi semakin bermakna ketika melihat sosok Hafshah secara utuh. Ia bukan hanya istri Nabi, tetapi juga perempuan yang berperan penting dalam sejarah Islam.

Dalam buku Pahit Manis Rumah Tangga Rasul karya A.R. Shohibul Ulum, disebutkan bahwa Hafshah termasuk perempuan yang mampu membaca dan menulis, kemampuan yang langka pada masanya.

Bahkan, Abu Bakar mempercayakan kepadanya untuk menjaga lembaran-lembaran Al-Qur’an yang telah dikumpulkan.

Amanah ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap integritas dan keilmuannya.

Baca juga: Saat Umar bin Khattab Temukan Ibu Memasak Batu untuk Anaknya

Makna di Balik Sebuah Jendela

Kisah jendela ini bukan sekadar cerita sejarah. Ia menyimpan pelajaran yang lebih dalam:

  • Bahwa cinta kepada Rasulullah tidak selalu diwujudkan dalam kata-kata, tetapi juga dalam pengorbanan.
  • Bahwa kepentingan umat bisa berjalan berdampingan dengan penghormatan terhadap nilai-nilai pribadi.
  • Bahwa sejarah Islam tidak hanya dibangun oleh keputusan besar, tetapi juga oleh perasaan manusia yang tulus.

Dalam perspektif sejarah Islam, seperti dijelaskan dalam The History of the Qur'an karya William Montgomery Watt, peran individu seperti Hafshah sering kali menjadi kunci dalam menjaga warisan keilmuan dan spiritual umat.

Antara Fakta, Tradisi, dan Makna

Sebagian kisah tentang jendela ini berkembang dalam tradisi lisan dan perlu dibaca secara kritis. Namun, nilai yang terkandung di dalamnya tetap relevan.

Ia mengajarkan bahwa di balik bangunan megah Masjid Nabawi, terdapat kisah-kisah manusia yang penuh cinta, kehilangan, dan pengabdian.

Dan mungkin, di situlah letak kekuatannya, bahwa sejarah tidak hanya hidup dalam batu dan bangunan, tetapi juga dalam kenangan yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Masuk Raudhah Gratis, PPIH Ungkap Modus Calo Patok Tarif Rp 5 Juta
Masuk Raudhah Gratis, PPIH Ungkap Modus Calo Patok Tarif Rp 5 Juta
Aktual
Menitipkan Anak di Daycare, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Menitipkan Anak di Daycare, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Aktual
Saudi Rilis Discover Makkah, Cek Lokasi Bersejarah di Makkah Jadi Lebih Mudah
Saudi Rilis Discover Makkah, Cek Lokasi Bersejarah di Makkah Jadi Lebih Mudah
Aktual
Rahasia Jendela Masjid Nabawi Tak Pernah Tutup, Bukti Cinta Hafshah kepada Nabi
Rahasia Jendela Masjid Nabawi Tak Pernah Tutup, Bukti Cinta Hafshah kepada Nabi
Aktual
Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Madinah, Kemenhaj Pastikan Penanganan
Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Madinah, Kemenhaj Pastikan Penanganan
Aktual
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Mei 2026, Bacaan Niat, dan Keutamaannya
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Mei 2026, Bacaan Niat, dan Keutamaannya
Aktual
Saudi Luncurkan Sekolah Lapangan di Gaza, Selamatkan Nasib 1.000 Siswa
Saudi Luncurkan Sekolah Lapangan di Gaza, Selamatkan Nasib 1.000 Siswa
Aktual
Gowes 123 Km Bangkalan–Jombang, GP Ansor Ajak Anak Muda Telusuri Jejak Ulama
Gowes 123 Km Bangkalan–Jombang, GP Ansor Ajak Anak Muda Telusuri Jejak Ulama
Aktual
Jenazah Korban Kecelakaan, Wajib Dimandikan? Ini Hukum dan Caranya
Jenazah Korban Kecelakaan, Wajib Dimandikan? Ini Hukum dan Caranya
Aktual
Benarkah Harus Mandi Setelah Pulang Melayat? Ini Jawaban Ulama
Benarkah Harus Mandi Setelah Pulang Melayat? Ini Jawaban Ulama
Aktual
Amalan Tak Biasa Haji KH Achmad Chalwani: Tulis Nama di Ka'bah!
Amalan Tak Biasa Haji KH Achmad Chalwani: Tulis Nama di Ka'bah!
Aktual
20 Ucapan Belasungkawa Islami, Lengkap dengan Doa dan Dalilnya
20 Ucapan Belasungkawa Islami, Lengkap dengan Doa dan Dalilnya
Doa dan Niat
Imam Syafi’i: Jenius Sejak Kecil, Hafal Al-Qur’an Usia 7 Tahun & Hadis 9 Hari
Imam Syafi’i: Jenius Sejak Kecil, Hafal Al-Qur’an Usia 7 Tahun & Hadis 9 Hari
Aktual
Biografi Syekh Yusuf Al-Makassari: Ulama, Sufi, dan Pejuang Keadilan yang Menembus Tiga Benua
Biografi Syekh Yusuf Al-Makassari: Ulama, Sufi, dan Pejuang Keadilan yang Menembus Tiga Benua
Aktual
MUI: Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Termasuk Syahid Akhirat, Ini Penjelasannya
MUI: Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Termasuk Syahid Akhirat, Ini Penjelasannya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com