Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Menyentuh Hajar Aswad: Bacaan Lengkap dan Maknanya Saat Thawaf

Kompas.com, 30 April 2026, 07:46 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Momen menyentuh Hajar Aswad menjadi salah satu bagian penting dalam ibadah haji dan umroh yang dilakukan umat Muslim saat memulai thawaf di Masjidil Haram.

Ritual ini dilakukan dengan menyentuh, mencium, atau memberi isyarat ke arah Hajar Aswad sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

Amalan tersebut tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam dalam ibadah.

Para ulama menjelaskan bahwa momen ini menjadi bentuk dzikir, pengagungan kepada Allah, serta komitmen mengikuti sunnah Nabi.

Baca juga: Kisah Pemugaran Kabah dan Peletakan Hajar Aswad

Teladan Umar bin Khattab dalam Menyentuh Hajar Aswad

Dilansir dari laman MUI, Imam Bukhari meriwayatkan hadis tentang sikap Umar bin Khattab saat menyentuh Hajar Aswad.

Umar menegaskan bahwa Hajar Aswad hanyalah batu yang tidak memberi manfaat maupun mudarat.

Umar tetap menyentuh dan menciumnya karena meneladani Rasulullah SAW.

أنَّ عُمَرَ بنَ الخَطَّابِ رَضيَ اللهُ عنه قال للرُّكنِ: أما واللهِ، إنِّي لَأعلَمُ أنَّكَ حَجَرٌ لا تَضُرُّ ولا تَنفَعُ، ولَولا أنِّي رَأيتُ النَّبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم استَلَمَكَ ما استَلَمتُكَ، فاستَلَمَه، ثُمَّ قال: فما لَنا وللرَّمَلِ، إنَّما كُنَّا راءَينا به المُشرِكينَ، وقد أهلَكَهمُ اللهُ، ثُمَّ قال: شيءٌ صَنَعَه النَّبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم فلا نُحِبُّ أن نَترُكَه

“Sesungguhnya Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata kepada Hajar Aswad: ‘Demi Allah, sungguh aku mengetahui bahwa engkau hanyalah batu, tidak dapat memberi mudarat dan tidak pula memberi manfaat. Seandainya aku tidak melihat Nabi SAW menyentuhmu, niscaya aku tidak akan menyentuhmu.” Lalu beliau pun menyentuhnya. Kemudian beliau berkata: ‘Apa urusan kita dengan ramal (berlari-lari kecil saat thawaf)? Dahulu kami melakukannya untuk memperlihatkan kekuatan kepada kaum musyrikin, padahal sekarang Allah telah membinasakan mereka.” Lalu beliau berkata lagi: ‘Sesuatu yang pernah dilakukan Nabi SAW, maka kami tidak suka meninggalkannya.’” (HR Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa amalan tersebut dilakukan sebagai bentuk ittiba’ atau mengikuti sunnah Nabi.

Baca juga: Tak Berhenti di Hajar Aswad, Kemenhaj Saudi Ingatkan Adab Tawaf

Bacaan Doa Saat Menyentuh Hajar Aswad

Dalam beberapa riwayat hadis disebutkan lafaz yang dibaca saat menyentuh Hajar Aswad.

Di antaranya adalah riwayat dari Abdullah bin Umar melalui jalur Nafi’.
بِاسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ

“Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar.” (As-Sunan al-Kubra [Beirut: Dar al-Kutub al’Ilmiyah], juz 5, h. 128)

Riwayat ini juga disebutkan oleh Abdur Razzaq as-Shan’ani dalam Al-Mushannaf dan at-Thabarani dalam Ad-Du‘a.

Dalam riwayat lain terdapat variasi lafaz yang dibaca saat menyentuh Hajar Aswad.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ تَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ، وَسُنَّةِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, pernyataan ini sebagai pembenaran terhadap Kitab-Mu dan sebagai bentuk mengikuti sunnah Nabi-Mu.” (Ad-Du’a [Beirut: Dar al-Kutub al’Ilmiyah], h. 270)

Baca juga: Hadits tentang Hajar Aswad dan Aturan Mencium Batu dari Surga di Ka’bah

Penjelasan Imam Syafi’i tentang Lafaz Doa

Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm juga mencatat riwayat tentang bacaan saat menyentuh Hajar Aswad.

أَخْبَرَنَا سَعِيدٌ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أُخْبِرْتُ أَنَّ بَعْضَ أَصْحَابِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ نَقُولُ إذَا اسْتَلَمْنَا الْحَجَرَ؟ قَالَ قُولُوا بِاسْمِ اللَّهِ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ إيمَانًا بِاَللَّهِ وَتَصْدِيقًا بِمَا جَاءَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Sa’id mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, ia berkata: Aku diberi kabar bahwa sebagian sahabat Nabi SAW berkata: ‘Wahai Rasulullah, apa yang kami ucapkan ketika kami menyentuh Hajar Aswad?’ Beliau menjawab: ‘Ucapkanlah: Bismillahi wallahu akbar, imanan billahi wa tashdiqan bima ja’a bihi Rasulullahi shallallahu ‘alaihi wa sallam.’” (Al-Umm, (Beirut: Dar al-Fikr), juz 2, h. 186)

Dalam penjelasannya, Imam Syafi’i juga menyebutkan bahwa thawaf sebaiknya diawali dengan bacaan takbir dan tahlil.

اللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ

Gabungan lafaz yang lengkap dapat dibaca sebagai berikut:
بِاسْمِ اللَّهِ، وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، إِيمَانًا بِاللَّهِ، وَتَصْدِيقًا بِمَا جَاءَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Dengan nama Allah. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Mahabesar. Pernyataan ini sebagai wujud keimanan kepada Allah dan pembenaran terhadap apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW.”

Makna Spiritual Saat Menyentuh Hajar Aswad

Berbagai riwayat menunjukkan bahwa lafaz yang dibaca memiliki substansi yang sama meski terdapat perbedaan redaksi.

Hal ini menunjukkan fleksibilitas dalam praktik ibadah selama tidak menyimpang dari ajaran yang ada.

Momen menyentuh Hajar Aswad menjadi kesempatan untuk menghadirkan hati dan memperbanyak dzikir.

Seorang Muslim dianjurkan menghayati makna doa sebagai bentuk pembaruan komitmen kepada Allah SWT.

Amalan ini juga menjadi simbol kesungguhan dalam mengikuti ajaran Rasulullah SAW.

Dengan demikian, menyentuh Hajar Aswad bukan sekadar gerakan fisik, tetapi bagian dari ibadah yang sarat makna spiritual.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Depresi Bukan Berarti Kurang Iman, Ini Ikhtiar Mengatasinya Menurut Islam
Depresi Bukan Berarti Kurang Iman, Ini Ikhtiar Mengatasinya Menurut Islam
Aktual
Kemenag Catat 7.710 Perempuan Usia 15–17 Tahun Menikah Sepanjang 2026
Kemenag Catat 7.710 Perempuan Usia 15–17 Tahun Menikah Sepanjang 2026
Aktual
Tanwir Muhammadiyah 2026 Digelar di Palu, Bahas Program 25 Tahun dan Persiapan Muktamar
Tanwir Muhammadiyah 2026 Digelar di Palu, Bahas Program 25 Tahun dan Persiapan Muktamar
Aktual
Daftar Lengkap Juara MTQ Nasional 2026, Menag: Gelar Bukan Akhir
Daftar Lengkap Juara MTQ Nasional 2026, Menag: Gelar Bukan Akhir
Aktual
Menag Ungkap Kunci Gontor Bertahan dan Tetap Relevan Selama 100 Tahun
Menag Ungkap Kunci Gontor Bertahan dan Tetap Relevan Selama 100 Tahun
Aktual
Cara Shalat Berjamaah Saat Imam Sudah Rukuk untuk Makmum Masbuk
Cara Shalat Berjamaah Saat Imam Sudah Rukuk untuk Makmum Masbuk
Aktual
Kemenag Sulteng Perkuat Pembinaan 181 Eks Napiter di Poso
Kemenag Sulteng Perkuat Pembinaan 181 Eks Napiter di Poso
Aktual
Qanun Asasi NU Bantah Dana Korupsi ATR/BPN Mengalir ke Muktamar ke-35
Qanun Asasi NU Bantah Dana Korupsi ATR/BPN Mengalir ke Muktamar ke-35
Aktual
Mewaspadai Bahaya Sifat Merasa Paling Benar dan Memaksakan Kehendak
Mewaspadai Bahaya Sifat Merasa Paling Benar dan Memaksakan Kehendak
Aktual
Syamsuri Firdaus dan Makna “Tijarotan Lan Tabur” di MTQ Nasional 2026
Syamsuri Firdaus dan Makna “Tijarotan Lan Tabur” di MTQ Nasional 2026
Aktual
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjangnya
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama dan Potensi Libur Panjangnya
Aktual
Tangan-Tangan yang Tak Berhenti Bekerja, Ini Kisah di Balik Kesuksesan MTQ Nasional XXXI 2026
Tangan-Tangan yang Tak Berhenti Bekerja, Ini Kisah di Balik Kesuksesan MTQ Nasional XXXI 2026
Aktual
Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027
Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027
Aktual
Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026
Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026
Aktual
Kakak Beradik Jadi Juara MTQ Nasional XXXI 2026, Bawa Nama Rembang
Kakak Beradik Jadi Juara MTQ Nasional XXXI 2026, Bawa Nama Rembang
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar