Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

1 Muharram 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal Tahun Baru Islam 1448 H Menurut Kalender Kemenag

Kompas.com, 15 Juni 2026, 09:09 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Bagi umat Islam, datangnya bulan Muharram menjadi penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriah. Tak sedikit masyarakat yang mulai mencari informasi mengenai 1 Muharram 2026 jatuh pada tanggal berapa, terutama untuk merencanakan ibadah, kegiatan keagamaan, maupun libur bersama keluarga.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag), 1 Muharram 1448 Hijriah bertepatan dengan Selasa, 16 Juni 2026. Tanggal tersebut juga tercantum sebagai Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dalam kalender resmi Kemenag.

Muharram, Salah Satu Bulan Mulia dalam Islam

Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah SWT. Pergantian tahun Hijriah menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan refleksi diri, memperbanyak ibadah, dan memperbaiki kualitas kehidupan spiritual.

Baca juga: Ragam Tradisi 1 Muharram untuk Tradisi Sambut Tahun Baru Islam

Nama Muharram sendiri memiliki makna "yang diharamkan", merujuk pada larangan melakukan peperangan pada bulan tersebut di masa lampau. Dalam tradisi Islam, Muharram juga identik dengan berbagai amalan sunnah yang dianjurkan, termasuk puasa Asyura dan Tasua.

Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Hari Libur Nasional

Dalam Kalender Hijriah Indonesia 2026, Kemenag mencantumkan 16 Juni 2026 sebagai peringatan 1 Muharram Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Momen ini menjadi salah satu hari besar keagamaan yang diperingati umat Islam di Indonesia setiap tahunnya.

Peringatan Tahun Baru Islam biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian, doa bersama, pawai Muharram, santunan anak yatim, hingga refleksi perjalanan hidup selama satu tahun terakhir.

Jadwal Penting Kalender Hijriah 2026

Selain 1 Muharram 1448 H, Kalender Hijriah Kemenag 2026 juga mencatat sejumlah hari besar Islam lainnya, antara lain:

  • Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW: 16 Januari 2026
  • Idul Fitri 1447 H: 21-22 Maret 2026
  • Idul Adha 1447 H: 27 Mei 2026
  • 1 Muharram 1448 H (Tahun Baru Islam): 16 Juni 2026
  • Maulid Nabi Muhammad SAW: 25 Agustus 2026.

Kapan 10 Muharram 2026?

Jika 1 Muharram 1448 H jatuh pada 16 Juni 2026, maka 10 Muharram atau Hari Asyura diperkirakan jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026. Tanggal ini menjadi salah satu hari yang dianjurkan untuk berpuasa karena memiliki keutamaan besar dalam Islam.

Baca juga: Kuliner Khas 1 Muharram di Indonesia, dari Tumpeng hingga Bubur Suro

Karena itu, masyarakat yang ingin mempersiapkan amalan Muharram dapat mulai mencatat jadwal penting sejak sekarang agar tidak terlewat.

Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan "1 Muharram 2026 jatuh pada tanggal berapa?" adalah Selasa, 16 Juni 2026, sesuai Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com