Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ragam Tradisi 1 Muharram untuk Tradisi Sambut Tahun Baru Islam

Kompas.com, 15 Juni 2026, 08:51 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Tahun Baru Islam yang diperingati setiap 1 Muharram menjadi momen penting bagi umat Islam di berbagai belahan dunia.

Momentum pergantian tahun Hijriah ini umumnya dimanfaatkan untuk beribadah, melakukan refleksi diri, serta memanjatkan doa untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Meski memiliki makna yang sama, cara perayaannya berbeda-beda di setiap negara dan daerah sesuai dengan tradisi yang berkembang di masyarakat setempat.

Baca juga: 5 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia yang Masih Lestari, dari Mabit hingga Tabuik

Mulai dari kebiasaan menyajikan makanan tertentu hingga tradisi keagamaan dan budaya, peringatan 1 Muharram menjadi bagian dari kekayaan tradisi umat Islam.

Ragam Tradisi Menyambut Tahun Baru Islam

Sebagian umat Islam mengisi Tahun Baru Islam dengan kegiatan yang bersifat spiritual dan penuh ketenangan.

Baca juga: 6 Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara, dari Indonesia hingga Mesir

Mereka biasanya mengunjungi masjid, berdoa untuk kesejahteraan, serta menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang-orang terdekat.

Di Indonesia, sebagian masyarakat juga saling mengirim ucapan selamat Tahun Baru Islam dan mendoakan kebaikan melalui pesan elektronik maupun media sosial.

1. Tradisi Tahun Baru Islam di Jeddah

Masyarakat Muslim di Jeddah, Arab Saudi, memiliki tradisi khusus saat menyambut 1 Muharram.

Pada pagi hari, mereka menyajikan segelas susu sebagai simbol harapan agar sisa perjalanan tahun tetap bersih dan putih.

Sementara itu, pada siang hari mereka menyajikan makanan yang didominasi warna hijau atau Mulukhia sebagai simbol harapan agar tahun yang dijalani dipenuhi keberkahan.

2. Tradisi Tumpeng pada 1 Muharram di Indonesia

Perayaan Tahun Baru Islam di Indonesia juga diwarnai berbagai tradisi kuliner yang masih dipertahankan hingga sekarang.

Di Semarang, Jawa Tengah, masyarakat umumnya menyajikan tumpeng lengkap dengan berbagai lauk pauk sebagai bagian dari perayaan 1 Muharram.

Tumpeng tersebut kemudian disantap bersama-sama dalam tradisi "Kembul Bujana", yang menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat.

Peringatan 10 Muharram atau Asyura

Selain memperingati 1 Muharram, sebagian umat Islam juga memberikan perhatian khusus pada 10 Muharram yang dikenal sebagai hari Asyura.

Tanggal tersebut berkaitan dengan peristiwa Pertempuran Karbala yang terjadi pada tahun 61 Hijriah.

Pertempuran itu mempertemukan tentara Khalifah Umayyah kedua, Yazid I, dengan pasukan kecil yang dipimpin Hussein ibn Ali, cucu Nabi Muhammad SAW.

Dalam peristiwa tersebut, Hussein gugur di medan pertempuran.

Muslim Syiah di sejumlah negara Timur Tengah biasanya memperingati Asyura dengan menunjukkan kesedihan atas wafatnya Hussein ibn Ali.

Sementara itu, umat Islam Sunni umumnya memanjatkan doa dan pujian kepada nabi sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa tersebut.

Kuliner Khas Asyura di Indonesia

Peringatan 10 Muharram di Indonesia juga kerap diwarnai dengan penyajian makanan khas yang memiliki makna simbolis.

1. Kue Apangi atau Apem dari Gorontalo

Masyarakat Gorontalo biasanya menyajikan kue apangi atau apem yang dibuat dari tepung beras dan gula merah.

Dalam tradisi setempat, gula merah melambangkan keberanian atau pengorbanan.

Sementara itu, warna putih pada kue apem dimaknai sebagai simbol kesucian.

2. Bubur Suro Khas Palembang

Di Kota Palembang, Sumatera Selatan, masyarakat Ki Gede Ing Suro memiliki tradisi menyajikan bubur suro saat peringatan Muharram.

Bubur tersebut dibuat dengan tambahan berbagai bumbu dan rempah, seperti bawang putih, bawang merah, ketumbar, merica, garam, kecap, bumbu sop, dan minyak makan.

Keberadaan berbagai tradisi tersebut menunjukkan bahwa peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat di berbagai daerah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com