Editor
KOMPAS.com - Khutbah Jumat merupakan salah satu rukun dalam pelaksanaan shalat Jumat yang memiliki kedudukan penting dalam syariat Islam.
Sebelum menyampaikan materi khutbah, khatib dianjurkan membuka khutbah dengan bacaan yang dikenal sebagai khutbatul hajah.
Bacaan pembukaan ini berisi pujian kepada Allah SWT, syahadat, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta ayat-ayat Al-Qur'an yang berisi perintah bertakwa.
Baca juga: Hukum Main HP Saat Khutbah Jumat, Apakah Membatalkan Shalat? Ini Penjelasannya
Meski hukumnya sunnah, pembukaan khutbah tersebut telah menjadi amalan yang umum digunakan oleh para khatib dalam khutbah Jumat maupun khutbah nikah.
Dilansir dari laman Muhammadiyah, berikut bacaan pembukaan khutbah Jumat lengkap beserta arti, dalil, dan susunannya.
Baca juga: Bacaan Bilal Shalat Jumat: Arab, Latin, dan Artinya, serta Tata Cara Melaksanaannya
Pembukaan khutbah Jumat didasarkan pada hadis yang diriwayatkan dari enam sahabat, yaitu Abdullah Ibnu Mas'ud, Abu Musa Al-Asy'ari, Abdullah bin Abbas, Jabir bin Abdillah, Nubaith bin Syarith, dan Aisyah radhiallahu 'anhum.
Dalam riwayat Abdullah Ibnu Mas'ud disebutkan:
عن أبي عبيدة بن عبد الله عن أبيه قال : عَلَّمَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ خُطْبَةَ الْحَاجَةِ [ فِيْ النِّكَاحِ وَغَيْرِهِ ] : إنَّ الْحَمْدُ لِلّهِ….الخ
Artinya: "Dari Abu ‘Ubaidah Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, berkata bahwa 'Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami khutbatul hajah… : Innalhamda lillah dst.' (H.R. Abu Daud, An-Nasa’i, Al-Hakim, Daud Ath-Thayalisi, Imam Ahmad, dan Abu Ya‘la)."
Pembukaan tersebut dikenal sebagai khutbatul hajah, yakni pembukaan yang digunakan ketika menyampaikan suatu keperluan secara resmi.
Selain dipakai dalam khutbah Jumat, bacaan ini juga lazim digunakan sebagai pembukaan khutbah nikah dan berbagai khutbah lainnya.
Para ulama menjelaskan bahwa menggunakan pembukaan ini dalam khutbah Jumat hukumnya sunnah.
Apabila khatib memilih pembukaan lain yang lebih ringkas tetap diperbolehkan, selama memuat hamdalah, shalawat, wasiat takwa, serta ayat Al-Qur'an yang akan disampaikan.
Tidak menjadi masalah pula jika pada bagian kedua hanya dibaca satu ayat sebelum masuk ke materi khutbah.
Berikut bacaan pembukaan khutbah Jumat bagian pertama.
إِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِيْرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَ نَبِيَ وَلَا رَسُولَ بَعْدَهُ.
Artinya: "Sesungguhnya semua pujian hanyalah kepada Allah, yang kita selalu memuji-Nya, dan kita meminta tolong kepada-Nya, dan memohon ampun hanya pada-Nya, dan kita memohon perlindungan kepada-Nya dari keburukan dari diri kita, dan dari keburukan perbuatan kita. Siapa saja yang Allah tunjuki, maka tiada yang mampu menyesatkannya, dan siapa saja yang dibiarkan sesat (oleh Allah) maka tiada yang mampu menunjukinya.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang pantas disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, tiada nabi dan rasul setelahnya."
Setelah membaca hamdalah dan syahadat, khatib melanjutkan dengan tiga ayat Al-Qur'an yang berisi perintah bertakwa.
قَالَ تَعَالَى فِي القُرْآنِ الكَرِيمِ :﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ١٠٢ ﴾ ( اٰل عمران/3: 102)
﴿ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا ١ ﴾ ( النساۤء/4: 1)
﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ ٧٠ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا ٧١ ﴾ ( الاحزاب/33: 70-71)
Artinya: Allah berfirman dalam Al-Qur'an Al-Karim:
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim." (QS. Ali 'Imran/3:102).
"Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu orang dan Dia menciptakan darinya pasangannya. Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu." (QS. An-Nisa/4:1).
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Dia (Allah) akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh, dia menang dengan kemenangan yang besar." (QS. Al-Ahzab/33:70-71).
Setelah membaca ayat-ayat takwa, khatib melanjutkan dengan ayat Al-Qur'an yang menjadi pokok pembahasan khutbah.
وَقَالَ أَيْضاً : أية .
Artinya: "Dan Dia berfirman juga: (ayat yang akan disampaikan)."
Sebagai penutup pembukaan khutbah, khatib membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya.
اللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينْ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسِانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ :
Artinya: "Semoga Allah melimpahkan shalawat serta salam kepada Nabi kita Muhammad –shallallahu 'alayhi wa sallam– dan para keluarga, sahabat dan para pengikutnya hingga hari kiamat. Adapun setelah itu (pemisah antara pembukaan dengan isi khutbah)."
Pembukaan khutbah Jumat atau khutbatul hajah merupakan sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW dan menjadi pembuka yang lazim digunakan sebelum menyampaikan isi khutbah.
Susunannya meliputi hamdalah, syahadat, ayat-ayat tentang takwa, ayat yang menjadi materi khutbah, serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Dengan memahami susunan pembukaan khutbah Jumat beserta dalilnya, khatib dapat menyampaikan khutbah sesuai tuntunan syariat sekaligus menjaga adab dalam pelaksanaan ibadah Jumat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang