Editor
KOMPAS.com - Kakak beradik asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, meraih prestasi pada MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang.
Zumrotul Luhhfiyyah (Fia) menjadi juara I tafsir Bahasa Inggris putri, sedangkan Durrtul Muqoffa (Ofa) meraih juara II tafsir Bahasa Indonesia putri.
Baca juga: Rahasia Tsoraya Aniqa, Finalis MTQ Nasional 2026 Bisa Hafal 30 Juz Al-Quran: Batasi Gawai dan TV
Keduanya berangkat sebagai kafilah Jawa Tengah asal Kabupaten Rembang yang bersaing di tingkat nasional.
Selain Fia dan Ofa, peserta asal Rembang lainnya, Mahsunatul Afidah, meraih juara harapan III cabang tilawah remaja putri.
Prestasi tersebut diumumkan Ketua Dewan Hakim MTQN XXXI, H. E. Syilibi Syarjaya, saat penutupan MTQN XXXI di Simpang Lima, Semarang, Sabtu (20/9/2026).
Baca juga: Tips Hafal 30 Juz Al-Qur’an Sejak Usia Dini dari Peserta MTQ Nasional 2026 Asal Sumbar
Zumrotul Luhhfiyyah atau Fia berhasil meraih juara I cabang tafsir Bahasa Inggris putri. Posisi juara II diraih Aqmarina Asarah dari Provinsi Aceh, sedangkan juara III diraih Dhiyyan Rifiya dari Kalimantan Timur.
Sementara itu, Durrtul Muqoffa atau Ofa meraih juara II cabang tafsir Bahasa Indonesia putri. Juara I diraih Mauliza Juliantika dari Provinsi Aceh dan juara III diraih Khansa Ilmiya dari Kalimantan Timur.
Bupati Rembang, H. Harno, sempat menemui ketiga peserta setelah penerimaan piala dan menyampaikan selamat atas prestasi yang diraih.
"Kami sangat bangga memiiliki tiga putri yang telah membawa nama baik Rembang. Saya sampaikan terima kasih dan semoga pada MTQN mendatang bisa meraih prestasi lebih baik lagi,” ucapnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Moh. Mukson, mewakili keluarga besar Kemenag Rembang juga menyampaikan selamat dan kebanggaan atas capaian ketiga peserta tersebut.
“Kita menyertakan lima peserta dan tiga di antaranya berhasil meraih prestasi yang luar biasa. Capaian ini kami harap bisa menginspirasi anak-anak muda lain di Rembang untuk terus bersemangat belajar. Prestasi ini tentu tidak lahir dari yang usaha yang biasa saja, mereka bertiga telah berjuang luar biasa,” ungkap Mukson.
Fia menyebut juara I tafsir Bahasa Inggris putri yang diraihnya sebagai karunia Allah SWT. Ia bersyukur karena seluruh tahapan yang dilalui dalam persiapan MTQN XXXI tidak mudah.
Dalam cabang tersebut, Fia harus mempersiapkan dua bidang sekaligus, yakni tahfiz dan tafsir Bahasa Inggris. Ia belajar secara mandiri dengan merangkum sejumlah kitab tafsir dan menerjemahkannya sendiri ke dalam Bahasa Inggris.
Selain belajar mandiri, Fia mengikuti pembinaan secara online dan offline dari LPTQ Pusat dan LPTQ Jawa Tengah. Ia juga harus menjaga hafalan Al-Qur'an sebanyak 30 juz melalui murojaah.
“Lomba terdiri dari dua cabang yaitu tahfiz dan tafsir. Untuk tahfiz saya target sehari dapat beberapa juz. Kemudian tafsirnya saya belajar mulai Maret 2026. Saya baca beberapa kitab tafsir, saya rangkum dan saya pelajari hingga menjelang pelaksanaan MTQN. Beberapa kali juga pembinaan online dan offline dari LPTQ Jawa Tengah dan telah dilakukan karantina selama 1 bulan,” jelasnya.
Fia memilih cabang tafsir Bahasa Inggris karena telah menyukai Bahasa Inggris sejak lama. Kemampuan tersebut dipelajarinya secara otodidak meskipun ia tidak menempuh pendidikan di jurusan Bahasa Inggris.
“Bagi saya Bahasa Inggris cukup menantang. Padahal saya bukan kuliah di jurusan Bahasa Inggris. Saya belajar mandiri, membeli dan mempelajari grammar sendiri, dan terus menambah kosakata setiap hari,” akunya.
Berbeda dengan Fia, Ofa mengikuti cabang tafsir Bahasa Indonesia untuk pertama kalinya pada MTQN XXXI. Ia bersyukur dapat langsung meraih juara II pada keikutsertaan pertamanya di cabang tersebut.
“Alhamdulillah, bersyukur sekali, pertama kali ikut cabang ini dan bisa meraih juara II,” katanya.
Persiapan Ofa dilakukan melalui pembinaan LPTQ secara online dan offline. Ia juga belajar secara mandiri dengan mendapat bimbingan dari orang tua.
“Pelatihan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kami dilatih oleh LPTQ secara online dan offline. Selain itu saya juga belajar mandiri dengan dibimbing orang tua,” kata Ofa.
Atas pengalaman tersebut, Ofa berencana kembali mengikuti MTQN ke-32 pada cabang yang sama.
“Saya mau mencoba lagi di cabang yang sama pada MTQN ke-32. Semoga bisa menampilkan yang terbaik untuk Jawa Tengah,” ucapnya.
Fia dan Ofa merupakan dua peserta MTQ asal Rembang yang telah meraih berbagai prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Keduanya merupakan putri pasangan KH Sulaiman dan Nyai Hj. Mundasah, pengasuh Ponpes Al Furqon, Sedan, Rembang. Keduanya tumbuh dari keluarga yang dekat dengan pembelajaran dan pendidikan Al-Qur'an.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.