Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

85.290 Jemaah Haji Tiba di Indonesia, Kemenhaj Ajak Jaga Kepedulian

Kompas.com, 15 Juni 2026, 07:18 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com - Sebanyak 85.290 jemaah dan petugas haji Indonesia telah tiba kembali di Tanah Air hingga hari ketiga belas masa kepulangan.

Jumlah tersebut setara sekitar 41,7 persen dari total jemaah haji Indonesia pada operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Kementerian Haji dan Umrah memastikan proses pemulangan jemaah haji Indonesia terus berjalan bertahap dari Arab Saudi.

Baca juga: Mengenal Dua Skema Tanazul Saat Kepulangan Jemaah Haji Indonesia

Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha mengatakan, pemulangan dilakukan dengan mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan kualitas layanan bagi seluruh jemaah.

85.290 jemaah dan petugas tiba di Indonesia

Ichsan mengatakan, operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M telah memasuki hari ke-55.

Menurut dia, proses pemulangan jemaah haji Indonesia masih berjalan sesuai tahapan layanan yang telah disiapkan.

“Alhamdulillah, proses kepulangan jemaah hingga saat ini berlangsung dengan baik. Kami terus memastikan layanan pemulangan berjalan optimal agar seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan selamat hingga kloter terakhir,” ujar Ichsan Marsha di Makkah, Ahad (14/6).

Hingga saat ini, sebanyak 222 kelompok terbang atau kloter telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Jeddah.

Jumlah tersebut terdiri atas 86.378 jemaah dan 885 petugas.

Dengan demikian, total jemaah dan petugas yang telah dipulangkan dari Arab Saudi mencapai 87.263 orang.

Baca juga: Pengorbanan Petugas Haji, Istri Berpulang Saat Sedang Bertugas

217 kloter sudah mendarat di Tanah Air

Kemenhaj mencatat, jumlah jemaah dan petugas yang telah tiba di Indonesia mencapai 217 kloter.

Rinciannya terdiri atas 84.425 jemaah dan 865 petugas haji.

Dengan demikian, total kedatangan jemaah dan petugas haji di Tanah Air mencapai 85.290 orang.

Kemenhaj memastikan proses pemulangan terus dikawal hingga seluruh jemaah kembali ke daerah masing-masing dengan selamat.

Jemaah gelombang kedua bergerak ke Madinah

Selain proses kepulangan ke Indonesia, pergerakan jemaah haji gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah juga terus berlangsung.

Hingga saat ini, sebanyak 120 kloter telah diberangkatkan ke Madinah.

Jumlah tersebut mencakup 46.017 jemaah dan 480 petugas.

Secara keseluruhan, total jemaah dan petugas yang telah bergerak dari Makkah ke Madinah mencapai 46.497 orang.

Baca juga: Kemenhaj Bagikan 4 Tips Terhindar dari Badal Haji Fiktif

15.802 jemaah haji khusus telah pulang

Kemenhaj juga mencatat kepulangan jemaah haji khusus terus berlangsung.

Hingga saat ini, sebanyak 15.802 orang dari layanan haji khusus telah kembali ke Tanah Air.

Jumlah tersebut terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.

Kepulangan jemaah haji khusus menjadi bagian dari fase pemulangan yang berjalan bersamaan dengan layanan haji reguler.

Kemenhaj ajak jemaah jaga kepedulian

Ichsan mengajak seluruh jemaah yang telah kembali ke Indonesia untuk menjaga nilai kepedulian dan kebersamaan.

Menurut dia, nilai tersebut tumbuh selama jemaah menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

“Selama berhaji, kita menyaksikan banyak keteladanan dari para jemaah. Ada yang membantu lansia, mendampingi jemaah yang kelelahan, berbagi kebutuhan, hingga saling menguatkan dalam menjalankan ibadah. Semangat kepedulian seperti inilah yang perlu terus dijaga setelah kembali ke tengah keluarga dan masyarakat,” katanya.

Ichsan mengatakan, haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga proses pembelajaran sosial.

Ibadah haji dinilai menguatkan nilai persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian kepada sesama.

“Kami berharap nilai-nilai kebaikan yang tumbuh selama di Tanah Suci dapat terus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian kepada sesama merupakan salah satu wujud nyata dari kemabruran haji yang manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tandasnya.

Pemulangan dikawal hingga selesai

Kemenhaj menyatakan terus berkomitmen memastikan proses pemulangan jemaah haji Indonesia berjalan lancar.

Layanan pemulangan akan terus dikawal hingga seluruh jemaah tiba di Tanah Air.

Kemenhaj juga memastikan setiap tahapan kepulangan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kualitas layanan.

Langkah tersebut dilakukan agar seluruh jemaah dapat kembali ke daerah masing-masing dalam kondisi aman dan selamat

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar