Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Amalan 1 Muharram Sesuai Sunnah, Mulai Puasa hingga Perbanyak Sedekah

Kompas.com, 15 Juni 2026, 09:27 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Momen pergantian tahun dalam kalender Islam, atau yang lebih dikenal dengan 1 Muharram, selalu disambut dengan antusiasme yang beragam di Indonesia.

Bagi sebagian masyarakat, khususnya di tanah Jawa, bulan ini sering disebut sebagai bulan Suro yang sarat akan nuansa mistis dan sakral.

Namun, bagi umat Islam, Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram (asyhurul hurum) yang dimuliakan oleh Allah SWT, sebuah waktu yang sangat berharga untuk meningkatkan amal saleh sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai makna Muharram dan amalan 1 Muharram sesuai sunnah yang dapat menjadi panduan bagi umat Islam untuk meraih keberkahan di awal tahun.

Baca juga: 1 Muharram 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal Tahun Baru Islam 1448 H Menurut Kalender Kemenag

Muharram: Bulan Allah yang Mulia

Dilansir dari Baznas.go.id, Muharram secara harfiah berarti "yang diharamkan" atau "dimuliakan". Rasulullah SAW sendiri menyebut bulan ini sebagai Syahrullah atau "Bulan Allah", sebuah penyebutan yang menunjukkan kedudukannya yang sangat tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya selain Ramadan.

Dikutip dari situs Bmm.or.id, penetapan Muharram sebagai awal kalender Hijriah sendiri tidak lepas dari sejarah besar musyawarah para sahabat di masa Khalifah Umar bin Khattab RA. Hijrah dipilih sebagai titik awal karena peristiwa tersebut menjadi pemisah antara yang hak (kebenaran) dan yang batil. Meskipun Nabi SAW tiba di Madinah pada bulan Rabiul Awal, Muharram dipilih sebagai bulan pertama karena pada bulan inilah tekad untuk berhijrah muncul setelah baiat Aqabah II, serta menjadi momen kembalinya para jamaah haji dalam keadaan suci.

Amalan Utama di Bulan Muharram

Banyak umat Islam bertanya-tanya mengenai amalan khusus pada tanggal 1 Muharram. Berdasarkan sumber-sumber syariat, fokus utama di bulan ini adalah memperbanyak ibadah secara umum, bukan hanya terbatas pada hari pertama saja. Berikut adalah amalan-amalan yang sangat dianjurkan:

1. Memperbanyak Puasa Sunnah

Amalan yang paling utama di bulan Muharram adalah berpuasa. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. Umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sepanjang bulan ini sesuai kemampuan.

Puncaknya adalah puasa Asyura (10 Muharram) yang dapat menghapus dosa setahun yang lalu, serta puasa Tasu’a (9 Muharram) sebagai pembeda dengan tradisi kaum Yahudi.

2. Memperbanyak Sedekah

Muharram adalah waktu yang tepat untuk membersihkan harta dan meningkatkan rasa syukur. Memberikan bantuan kepada fakir miskin, anak yatim, atau mereka yang membutuhkan merupakan bentuk ibadah yang sangat dicintai Allah SWT.

3. Dzikir, Istighfar, dan Tadabbur Al-Qur'an

Memulai tahun dengan banyak mengingat Allah dapat membantu membersihkan hati dan memperkuat iman. Umat Islam juga dianjurkan meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an, baik melalui tilawah (membaca) maupun mempelajari maknanya.

4. Muhasabah dan Doa

Awal tahun merupakan momentum tepat untuk melakukan evaluasi diri (muhasabah) atas perjalanan hidup setahun terakhir. Mengenai doa awal dan akhir tahun yang spesifik, para ulama menjelaskan bahwa tidak ada dalil khusus yang mencontohkan doa tertentu dari Nabi SAW.

Namun, diperbolehkan bagi siapa saja untuk berdoa kepada Allah dengan bahasa dan keinginan masing-masing tanpa meyakini adanya keharusan atau ritual khusus pada momen tersebut.

Meluruskan Mitos dan Menghindari Bid’ah

Di Indonesia, sering kali terjadi tumpang tindih antara tradisi budaya dan ajaran agama. Salah satu tantangan di bulan Muharram adalah masih adanya keyakinan bahwa bulan ini merupakan "bulan keramat" atau bulan sial.

Beberapa masyarakat menghindari mengadakan hajatan besar seperti pernikahan di bulan Muharram karena takut mendatangkan bencana. Secara syariat, keyakinan ini dianggap batil dan bisa menjerumus pada perbuatan syirik (tathayyur atau menganggap sial sesuatu).

Dalam Islam, semua waktu yang diciptakan Allah adalah baik, dan tidak ada larangan untuk menikah atau melakukan aktivitas mubah lainnya di bulan Muharram.

Selain itu, Islam menghargai tradisi selama tidak bertentangan dengan tauhid. Tradisi seperti berbagi "bubur suro" sebagai bentuk syukur atau silaturahmi adalah hal yang positif, asalkan tidak disertai ritual yang menyerupai ibadah namun tidak memiliki dasar dalil (bid'ah).

Penutup: Semangat Hijrah Menuju Kebaikan

Mengisi awal tahun Hijriah dengan amalan 1 Muharram sesuai sunnah sejatinya adalah tentang memperbarui niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Baca juga: Ragam Tradisi 1 Muharram untuk Tradisi Sambut Tahun Baru Islam

Dengan menjalankan puasa, bersedekah, dan mempererat silaturahmi, seorang muslim diharapkan dapat menjadikan tahun baru ini sebagai titik tolak perubahan spiritual yang konsisten.

Mari kita tinggalkan segala bentuk keyakinan yang tidak berdasar dan beralih sepenuhnya pada tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah agar langkah kita di tahun yang baru selalu berada dalam taufik dan ridha Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar