Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Awali Tahun Baru Hijriah, Ini Dzikir Malam 1 Muharram yang Dianjurkan

Kompas.com, 15 Juni 2026, 11:15 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pergantian tahun dalam kalender Hijriah tidak hanya menjadi penanda bertambahnya usia perjalanan umat Islam, tetapi juga momentum untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri.

Saat matahari terbenam pada akhir bulan Zulhijah dan malam 1 Muharram tiba, umat Islam memasuki lembaran baru dalam penanggalan Islam yang telah digunakan sejak masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA.

Bagi banyak muslim, malam 1 Muharram menjadi waktu yang istimewa untuk memperbanyak ibadah.

Sebagian mengisinya dengan membaca Al-Qur'an, berdoa, menghadiri majelis ilmu, hingga memperbanyak dzikir sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

Dzikir memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Tidak memerlukan biaya, tidak dibatasi tempat dan waktu, namun pahalanya sangat besar.

Karena itu, para ulama menganjurkan agar malam Tahun Baru Islam tidak hanya diisi dengan perayaan seremonial, tetapi juga dengan memperbanyak mengingat Allah SWT.

Lalu dzikir apa yang bisa diamalkan pada malam 1 Muharram? Apakah ada bacaan khusus yang diajarkan Rasulullah SAW? Berikut penjelasannya.

Apakah Ada Dzikir Khusus Malam 1 Muharram?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul menjelang Tahun Baru Hijriah adalah apakah terdapat dzikir khusus yang secara langsung diperintahkan Nabi Muhammad SAW untuk dibaca pada malam 1 Muharram.

Dalam berbagai kitab hadis sahih, tidak ditemukan riwayat yang secara khusus menetapkan bacaan dzikir tertentu hanya untuk malam 1 Muharram.

Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa tidak ada dzikir wajib maupun sunnah muakkadah yang secara khusus dikaitkan dengan malam tersebut.

Meski demikian, hal itu tidak berarti umat Islam tidak dianjurkan berdzikir. Justru memperbanyak dzikir merupakan amalan yang dianjurkan sepanjang waktu, terlebih pada bulan-bulan mulia.

Dalam kitab Lathaif al-Ma'arif karya Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dijelaskan bahwa bulan Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT.

Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan.

Karena itu, malam 1 Muharram dapat dijadikan momentum memperbanyak istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan shalawat sebagai bentuk rasa syukur atas kesempatan memasuki tahun yang baru.

Baca juga: Contoh Tulisan Poster 1 Muharram 2026 yang Estetik dan Inspiratif

Keutamaan Berdzikir Menurut Al-Qur'an dan Hadis

Al-Qur'an berulang kali memerintahkan orang-orang beriman untuk memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.

Allah berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya." (QS Al-Ahzab: 41)

Ayat ini menunjukkan bahwa dzikir bukan hanya ibadah musiman, melainkan amalan yang seharusnya menjadi bagian dari kehidupan seorang muslim setiap hari.

Keutamaan dzikir juga dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW menyampaikan firman Allah:

"Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia menyebut-Ku di hadapan suatu kaum, Aku menyebutnya di hadapan kaum yang lebih baik dari mereka."

Hadis ini menunjukkan betapa dekatnya Allah dengan hamba yang senantiasa mengingat-Nya.

Dzikir yang Dianjurkan pada Malam 1 Muharram

Dikutip dari buku Berlimpah Harta dengan Beragam Dzikir, Shalat, dan Puasa Khusus karya Muhammad Arifin Rahman, terdapat beberapa bacaan dzikir yang lazim diamalkan saat menyambut datangnya bulan Muharram.

1. Membaca Tasbih, Tahmid, Tahlil dan Takbir 10 Kali

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Subhaanallaah walhamdu lillaah wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar.

Artinya "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."

Bacaan ini dikenal sebagai salah satu dzikir yang paling dicintai Allah SWT karena mengandung pengagungan, pujian, dan pengakuan atas keesaan-Nya.

2. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Shalawat menjadi salah satu amalan yang dianjurkan kapan saja, termasuk saat memasuki tahun baru Islam.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad.

Artinya "Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad."

Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa orang yang bershalawat kepada Nabi satu kali akan mendapatkan balasan sepuluh rahmat dari Allah SWT.

3. Membaca Doa Sapu Jagat

Doa ini termasuk doa yang paling sering dibaca Rasulullah SAW sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis sahih.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar.

Artinya "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka."

Doa ini mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan dunia dan akhirat yang menjadi karakter ajaran Islam.

4. Memperbanyak Istighfar

Selain dzikir-dzikir di atas, para ulama juga menganjurkan memperbanyak istighfar ketika memasuki tahun baru.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaahal 'azhiim wa atuubu ilaih.

Artinya "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dan aku bertaubat kepada-Nya."

Menurut Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, istighfar merupakan pintu utama menuju pembersihan hati dan perbaikan diri.

Baca juga: Doa Awal Tahun 1 Muharram Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Doa yang Biasa Dibaca Saat Memasuki 1 Muharram

Selain dzikir, sebagian ulama dan masyarakat Muslim juga membaca doa awal tahun yang telah dikenal luas di berbagai negeri Islam.

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنَ الْخَالِقِينَ

Sajada waj-hi lilladzii khalaqahuu wa shawwarahuu wa syaqqa sam'ahuu wa basharahuu bihaulihi wa quwwatihi fatabarakallaahu ahsanal khaaliqiin.

Artinya: "Aku sujudkan wajahku ini kepada yang menciptakannya dan membentuk rupanya dan yang membuka pendengarannya dan penglihatannya. Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta."

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي حَقًّا حَقًّا، سَجَدْتُ لَكَ يَارَبِّ تَعَبُّدًا وَرِقًا. اللَّهُمَّ إِنَّ عَمَلِي ضَعِيفٌ فَضَاعِفُ لِي اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تُبْعَثُ عِبَادُكَ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Subhaanaka allaahumma anta rabbii haqqan haqqaa, sajadtu laka yaa rabbi ta'abbudan wa riqqaa. Allaahumma inna 'amali dha'iifun fadhaa'iflii. Allaahumma qinii 'adzaabaka yauma tub'atsu 'ibaaduka watub 'alayya innaka antat tawwaabur rahiim.

Artinya: "Maha Suci Engkau. Ya Allah, Engkaulah Tuhanku yang sebenarnya, aku sujud kepada-Mu ya Rabbi sebagai pengabdian dan penghambaan. Ya Allah, sungguh amalku lemah, maka lipat gandakan pahalanya bagiku. Ya Allah, selamatkan aku dari siksa-Mu pada hari di mana hamba-hamba-Mu dibangkitkan, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat dan Maha Penyayang."

Doa ini bukan hadis Nabi, melainkan doa yang disusun oleh para ulama sebagai ungkapan harapan dan permohonan kepada Allah SWT agar tahun yang baru dipenuhi keberkahan, keselamatan, dan kemudahan dalam beribadah.

Adapun doa khusus yang dibacakan usai shalat maghrib bertepatan dengan akhir Zhijjah menuju awal bulan Muharram. Berikut Bacaannya: 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ أَنتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَجُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ وَهُذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَجُنُودِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هُذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَالاشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا ارْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Bismillahir-rahmânir-rahîm. Wa shallallahu 'alâ sayyidinâ wa maulânâ muhammadin wa 'alâ âlihi wa shahbihi wa sallam. Allâhumma antal-abadiyyul-qadimul-awwalu wa 'alâ fadhlikal-'azhîmi wa jûdikal-mu'awwali wa hâdzâ 'âmun jadîdun qad aqbala nas'alukal- 'ishmata fihi minasy-syaithani wa auliyâ'ihi wa junûdihi wal-'auna 'alâ hâdzihin-nafsil- ammarati bis-sû'i wal-isytighâli bimâ yuqar- ribunî ilaika zulfà yâ dzal-jalali wal-ikrâmi yâ arhamar-rahimîn, wa shallallahu 'alâ sayyidinâ muhammadin wa 'alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah selalu melimpahkan shalawat kepada junjungan dan pimpinan kami (Nabi) Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Ya Allah Yang Maha Kekal, Yang Dahulu dan Yang Awal, dengan karunia-Mu yang agung dan kemurahan-Mu yang selalu diharapkan, sekarang tahun baru telah tiba, maka kami memohon kepada-Mu, semoga pada tahun ini kami selalu dilindungi dari godaan setan dan bala tentaranya, dan semoga selalu diberi pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu yang selalu mengajak pada perbuatan jelek dan semoga mendapat pertolongan untuk selalu dapat mengerjakan segala sesuatu yang bisa mendekatkan diri kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Agung lagi Maha Mulia. Wahai Dzat yang Paling Pengasih di antara para pengasih. Semoga sholawat dan salam Allah limpahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarganya dan sahabatnya."

Isi pokok doa tersebut adalah memohon perlindungan dari godaan setan, pertolongan untuk melawan hawa nafsu, serta kemampuan untuk memperbanyak amal saleh sepanjang tahun.

Karena statusnya sebagai doa ulama dan bukan hadis Nabi, umat Islam boleh membacanya sebagai bentuk munajat, namun tidak meyakini bahwa doa tersebut wajib atau memiliki keutamaan khusus yang pasti.

Mengapa Muharram Menjadi Bulan Istimewa?

Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan Allah dalam Al-Qur'an.

Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan ... di antaranya ada empat bulan haram." (QS At-Taubah: 36)

Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa empat bulan tersebut adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Rasulullah SAW bahkan menyebut Muharram sebagai "Syahrullah" atau bulan Allah. Sebutan ini menunjukkan kemuliaan dan keistimewaan Muharram dibanding bulan-bulan lainnya.

Karena itu, memperbanyak dzikir, doa, puasa sunnah, sedekah, dan amal saleh pada bulan Muharram menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

Baca juga: Amalan 1 Muharram Sesuai Sunnah, Mulai Puasa hingga Perbanyak Sedekah

Muhasabah: Makna Terbesar Malam 1 Muharram

Lebih dari sekadar pergantian angka tahun, malam 1 Muharram sesungguhnya mengajarkan pentingnya evaluasi diri.

Para ulama menjelaskan bahwa hijrah bukan hanya perpindahan fisik sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga perpindahan spiritual dari keburukan menuju kebaikan.

Karena itu, dzikir yang dibaca pada malam 1 Muharram hendaknya tidak hanya menjadi rutinitas lisan, tetapi juga diiringi tekad untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, mempererat hubungan dengan sesama, dan meninggalkan kebiasaan buruk yang pernah dilakukan pada tahun sebelumnya.

Awali Tahun Baru Hijriah dengan Hati Bersih

Tidak terdapat dzikir khusus yang secara sahih diwajibkan untuk malam 1 Muharram. Namun para ulama menganjurkan umat Islam memperbanyak dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW, seperti tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar, dan shalawat.

Amalan-amalan tersebut menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mengawali tahun baru Hijriah dengan hati yang lebih bersih, penuh syukur, dan harapan akan keberkahan di masa yang akan datang.

Dengan memperbanyak dzikir, malam 1 Muharram tidak hanya menjadi pergantian kalender semata, tetapi juga menjadi momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik di hadapan Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com