Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rangkuman Isra Miraj: Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Semalam dan Maknanya bagi Umat Islam

Kompas.com, 21 Januari 2026, 13:17 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Rangkuman Isra Miraj selalu menjadi topik penting bagi umat Islam setiap kali peringatan 27 Rajab tiba.

Peristiwa agung ini bukan sekadar kisah perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW dalam satu malam, tetapi juga menjadi tonggak utama ditetapkannya kewajiban shalat lima waktu yang hingga kini dijalankan umat Islam di seluruh dunia.

Isra Miraj merupakan salah satu mukjizat terbesar Rasulullah SAW. Dalam peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, lalu dilanjutkan naik ke langit hingga Sidratul Muntaha untuk menghadap langsung kepada Allah SWT.

Apa Itu Isra Miraj?

Dilansir dari situs Baznas.go.id, Secara sederhana, Isra Miraj terbagi menjadi dua peristiwa besar. Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.

Baca juga: 3 Teori Fisika yang Kerap Dikaitkan dengan Peristiwa Isra Miraj

Sementara Miraj adalah perjalanan dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha, yakni tempat tertinggi di langit ketujuh.

Perjalanan ini terjadi hanya dalam satu malam, dalam keadaan Nabi tidak tidur dan masih terjaga. Mayoritas ulama sepakat bahwa Isra Miraj bukan mimpi, melainkan perjalanan nyata dengan ruh dan jasad Nabi Muhammad SAW, menggunakan kendaraan istimewa bernama Buraq dan ditemani Malaikat Jibril.

Peristiwa ini diabadikan Allah SWT dalam Al-Qur’an, surat Al-Isra ayat 1, yang menegaskan kemuliaan perjalanan Rasulullah SAW dan kekuasaan Allah SWT yang Maha Besar.

Singgah di Lima Tempat Saat Isra

Dalam rangkuman Isra Miraj, diceritakan bahwa Rasulullah SAW singgah di beberapa tempat penting sebelum tiba di Masjidil Aqsa.

Di setiap tempat, Nabi Muhammad SAW melaksanakan shalat dua rakaat sebagai bentuk ibadah dan pengagungan kepada Allah SWT.

Lima tempat singgah tersebut adalah:

1. Madinah, yang kelak menjadi tempat hijrah Rasulullah SAW.

2. Madyan, lokasi persembunyian Nabi Musa AS dari kejaran Fir’aun.

3. Thuur Sina, tempat Nabi Musa AS menerima wahyu dan berbicara langsung dengan Allah SWT.

4. Baitul Lahm, tempat kelahiran Nabi Isa AS.

5. Masjidil Aqsa, tempat Rasulullah SAW memimpin shalat berjamaah para nabi.

Di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW menjadi imam bagi para nabi terdahulu, menegaskan posisinya sebagai penutup para nabi dan rasul.

Perjalanan Miraj ke Tujuh Lapis Langit

Setelah Isra, Nabi Muhammad SAW melanjutkan Miraj bersama Malaikat Jibril. Dalam perjalanan ini, Rasulullah SAW naik menembus tujuh lapis langit dan bertemu para nabi terdahulu.

Rangkuman Isra Miraj mencatat pertemuan tersebut sebagai berikut:

  • Langit pertama: Nabi Adam AS
  • Langit kedua: Nabi Yahya AS dan Nabi Isa AS
  • Langit ketiga: Nabi Yusuf AS
  • Langit keempat: Nabi Idris AS
  • Langit kelima: Nabi Harun AS
  • Langit keenam: Nabi Musa AS
  • Langit ketujuh: Nabi Ibrahim AS

Setelah itu, Rasulullah SAW diajak mengunjungi Baitul Makmur, tempat ibadah para malaikat yang setiap hari dimasuki 70 ribu malaikat dan tidak pernah kembali lagi.

Penetapan Shalat Lima Waktu

Puncak dari Isra Miraj adalah ketika Nabi Muhammad SAW menghadap Allah SWT di Sidratul Muntaha. Pada saat itulah Allah SWT mewajibkan shalat 50 waktu dalam sehari semalam.

Namun, atas saran Nabi Musa AS dan kasih sayang Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad, kewajiban tersebut diringankan secara bertahap hingga menjadi shalat lima waktu, dengan pahala setara lima puluh.

Inilah hikmah terbesar dari Isra Miraj: shalat sebagai tiang agama dan sarana utama seorang muslim berkomunikasi langsung dengan Allah SWT.

Reaksi Kaum Quraisy dan Pembenaran Abu Bakar

Keesokan harinya, Rasulullah SAW menceritakan peristiwa Isra Miraj kepada kaum Quraisy. Banyak yang mengingkari dan menganggap kisah tersebut mustahil. Bahkan sebagian orang yang sebelumnya beriman menjadi ragu.

Namun Abu Bakar dengan tegas membenarkan kisah tersebut. “Jika Muhammad yang mengatakannya, maka aku membenarkannya,” ujarnya.

Sejak saat itu, Abu Bakar mendapat gelar As-Shiddiq, orang yang sangat jujur dan membenarkan kebenaran Rasulullah SAW.

Pelajaran Penting dari Isra Miraj

Dikutip dari situs Kemenag.go.id, dalam rangkuman Isra Miraj, para ulama menyebutkan sejumlah hikmah besar, di antaranya:

1. Penguatan iman Rasulullah SAW setelah masa kesedihan wafatnya Khadijah dan Abu Thalib.

2. Kewajiban shalat lima waktu sebagai mi’raj-nya orang beriman.

3. Dorongan untuk maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, karena Isra Miraj adalah perjalanan luar angkasa pertama dalam sejarah manusia.

4. Kewajiban membela Masjidil Aqsa, sebagai bagian dari tempat suci umat Islam.

Makna Isra Miraj bagi Umat Islam

Isra Miraj bukan hanya peristiwa sejarah, melainkan pengingat spiritual bagi umat Islam untuk menjaga shalat, memperkuat iman, dan tetap istiqamah di jalan Allah SWT.

Baca juga: Makna Isra Miraj bagi Dedi Mulyadi: Kesunyian, Keikhlasan, dan Introspeksi Seorang Pemimpin

Melalui shalat, seorang muslim diajak naik secara spiritual mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, sebagaimana Nabi Muhammad SAW melakukan mi’raj dalam peristiwa agung tersebut.

Itulah rangkuman Isra Miraj, kisah perjalanan mulia Rasulullah SAW yang sarat makna, menjadi cahaya petunjuk bagi umat Islam sepanjang zaman.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Bagaimana Izrail Mengetahui Ajal Manusia? Ini Penjelasan Islam
Bagaimana Izrail Mengetahui Ajal Manusia? Ini Penjelasan Islam
Doa dan Niat
Ayyamul Bidh: Definisi, Keutamaan Puasa, dan Hikmah Spiritual di Tengah Bulan Hijriyah
Ayyamul Bidh: Definisi, Keutamaan Puasa, dan Hikmah Spiritual di Tengah Bulan Hijriyah
Doa dan Niat
Antrean Jamaah Haji Indonesia 5,6 Juta Orang, Masa Tunggu 26 Tahun
Antrean Jamaah Haji Indonesia 5,6 Juta Orang, Masa Tunggu 26 Tahun
Aktual
Rangkuman Isra Miraj: Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Semalam dan Maknanya bagi Umat Islam
Rangkuman Isra Miraj: Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Semalam dan Maknanya bagi Umat Islam
Aktual
Doa Memohon Keberkahan di Bulan Sya’ban untuk Menyambut Ramadhan
Doa Memohon Keberkahan di Bulan Sya’ban untuk Menyambut Ramadhan
Doa dan Niat
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Tahajud dan Qiyamul Lail
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Tahajud dan Qiyamul Lail
Doa dan Niat
Dzikir Ringan Penenang Hati dan Pembuka Pintu Rezeki
Dzikir Ringan Penenang Hati dan Pembuka Pintu Rezeki
Doa dan Niat
Warga Indonesia, Simak Aturan Baru Ramadhan di Arab Saudi
Warga Indonesia, Simak Aturan Baru Ramadhan di Arab Saudi
Aktual
Doa Cepat Dikabulkan? Ini Waktu Mustajab yang Dianjurkan
Doa Cepat Dikabulkan? Ini Waktu Mustajab yang Dianjurkan
Aktual
Istri Ambil Uang Suami Diam-diam, Ini Penjelasan Ulama dan Hukum
Istri Ambil Uang Suami Diam-diam, Ini Penjelasan Ulama dan Hukum
Aktual
Mudik Gratis Banten 2026 Dibuka, Daftar Mulai 18 Februari! Ini Rute, Syarat, dan Cara Ikut Jawara Mudik
Mudik Gratis Banten 2026 Dibuka, Daftar Mulai 18 Februari! Ini Rute, Syarat, dan Cara Ikut Jawara Mudik
Aktual
Dua Golongan yang Tidak Mendapat Ampunan di Malam Nisfu Sya'ban
Dua Golongan yang Tidak Mendapat Ampunan di Malam Nisfu Sya'ban
Doa dan Niat
Di Kairo, Menag Tekankan Pentingnya Ekoteologi dalam Menjaga Lingkungan
Di Kairo, Menag Tekankan Pentingnya Ekoteologi dalam Menjaga Lingkungan
Aktual
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Jawaban Lengkap Berapa Hari Lagi Puasa hingga Idul Fitri 2026
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Jawaban Lengkap Berapa Hari Lagi Puasa hingga Idul Fitri 2026
Aktual
Nisfu Syaban 2026: Lupa Niat Malam, Puasa Ayyamul Bidh Tetap Sah?
Nisfu Syaban 2026: Lupa Niat Malam, Puasa Ayyamul Bidh Tetap Sah?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com