Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dzikir Ringan Penenang Hati dan Pembuka Pintu Rezeki

Kompas.com, 21 Januari 2026, 12:31 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Dalam kehidupan modern yang penuh tekanan, kegelisahan hati dan kesempitan rezeki sering kali datang bersamaan. Pikiran terasa sesak, dada sempit, dan usaha seolah tak kunjung berbuah.

Ketika kegelisahan hati bercampur dengan sempitnya rezeki menimpa seseorang, Islam menawarkan solusi yang sederhana namun mendalam, yaitu berdzikir atau mengingat Allah SWT. Tentunya dengan terlebih dahulu melaksanakan kewajiban-kewajiban ibadah lainnya.

Dzikir bukan hanya ibadah lisan, tetapi energi ruhani yang menenangkan jiwa dan membuka jalan kebaikan. Menariknya, para ulama sejak dahulu menganjurkan dzikir-dzikir ringan, mudah dihafal, namun berdampak besar jika diamalkan secara istiqamah.

Allah SWT berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Baca juga: Empat Dzikir Ringan Penghapus Dosa yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Keutamaan Dzikir dalam Islam

Imam Ibn Qayyim Al-Jauziyyah dalam Al-Wabil Ash-Shayyib menjelaskan bahwa dzikir memiliki lebih dari 70 keutamaan, di antaranya:

  • Menenangkan hati
  • Mengusir kegelisahan
  • Membuka pintu rezeki
  • Mendatangkan keberkahan hidup

Beliau juga menegaskan bahwa dzikir adalah makanan bagi ruh, sebagaimana makanan adalah kebutuhan jasad.

Dzikir Ringan Penenang Hati dan Pembuka Pintu Rezeki

Ada beberapa dzikir ringan yang dapat membawa ketenangan hati, berikut beberapa diantaranya:

1. Hasbiyallāhu lā ilāha illā Huwa

Dzikir ini berasal dari Al Quran surat At Taubah ayat 129.

Arab:

حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ

Latin:

Hasbiyallāhu lā ilāha illā Huwa.

Artinya:

Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia.

Dzikir ini dianjurkan ketika hati diliputi rasa cemas dan takut. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini disebut sebagai dzikir ketawakalan para nabi dan orang-orang sholeh.

Allah SWT adalah tempat bergantung segala makhluk. Dengan keyakinan hanya Allah SWT yang mampu memberikan pertolongan, mencukupi semua kebutuhan, dan menghadirkan semua kebaikan, maka manusia akan merasa tenang mengadu kepada-Nya.

Baca juga: Dzikir Bulan Sya’ban: 4 Bacaan yang Dianjurkan MUI dan Keutamaannya

2. Doa Nabi Yunus AS

Dzikir Nabi Yunus AS ini dikenal sebagai doa pelepas kesempitan. Dzikir ini berasal dari Al Quran surat Al Anbiya' ayat 87.

Arab:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin:

Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin.

Artinya:

Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.

Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seorang muslim berdoa dengan doa Nabi Yunus, melainkan Allah akan mengabulkannya.” (HR. Tirmidzi).

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebut dzikir ini sangat dianjurkan saat hati merasa sempit dan tertekan.

3. Istighfar

Istighfar adalah dzikir ringan dan mudah diamalkan. Dizikir ini bukan hanya penghapus dosa, tetapi juga pembuka rezeki.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Artinya: “Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (H.R. Ahmad).

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa istighfar adalah sebab datangnya kelapangan hidup yang tidak disangka-sangka.

Amalkan minimal 100 kali sehari seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.

Baca juga: Dzikir Penenang Hati: Hasbunallah wa Nimal Wakil

4. Dzikir Hauqalah

Bacaan Hauqalah adalah dzikir ringan yang bisa diamalkan sambil beraktivitas. Bacaan ini berisi pengakuan bahwa tidak ada kekuatan dan kemampuan kecuali hanya dengan pertolongan Allah SWT.

Berikut bacaan Hauqalah:

Arab:

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِالله

Latin:

Lahaulawalaquwataillabillah.

Artinya:

Tiada daya (kemampuan) dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah (Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung).

Dzikir ini disebut Rasulullah SAW sebagai harta simpanan surga sebagaimana disampaikan dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim.

Dalam Fathul Baari', Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa dzikir ini mengandung pengakuan bahwa segala kekuatan dan rezeki berasal dari Allah semata.

Dzikir ini sangat dianjurkan untuk dibaca dalam kondisi berikut:

  • Merasa lelah mencari nafkah
  • Usaha terasa berat
  • Hasil tidak sesuai harapan.

Baca juga: 5 Dzikir Ringan Namun Berat di Timbangan

Waktu Terbaik Mengamalkan Dzikir Ringan

Menurut Imam As-Suyuthi dalam Al-Habaik fi Akhbar Al-Malaik, mengamalkan dzikir paling terasa pengaruhnya jika dilakukan di waktu-waktu berikut:

  • Setelah shalat fardhu
  • Di waktu pagi dan petang
  • Saat hati sedang gelisah
  • Ketika memulai pekerjaan

Penutup: Dzikir Kecil, Dampak Besar

Dzikir tidak membutuhkan tempat khusus, tidak pula waktu yang rumit. Ia bisa dilafalkan di sela aktivitas, di perjalanan, bahkan saat bekerja. Namun efeknya luar biasa: menenangkan hati dan membuka pintu rezeki.

Sebagaimana pesan Imam Ahmad bin Hanbal: “Jika engkau melihat rezekimu terasa sempit, perbanyaklah dzikir dan istighfar.”

Semoga dzikir-dzikir ringan ini menjadi wasilah ketenangan batin dan keberkahan hidup kita semua.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Generasi Muda Dinilai Tak Siap Kerja, Gontor Tawarkan Pendidikan Holistik Pesantren
Generasi Muda Dinilai Tak Siap Kerja, Gontor Tawarkan Pendidikan Holistik Pesantren
Aktual
Miyos Gangsa Dimulai, Tradisi Sekaten di Keraton Yogyakarta Menyambut Maulid Nabi 2026
Miyos Gangsa Dimulai, Tradisi Sekaten di Keraton Yogyakarta Menyambut Maulid Nabi 2026
Aktual
Biaya Haji 2027 Diusulkan Rp 107,34 Juta, BPKH Ingatkan Risiko Rp 6,87 Triliun
Biaya Haji 2027 Diusulkan Rp 107,34 Juta, BPKH Ingatkan Risiko Rp 6,87 Triliun
Aktual
Kirab Merah Putih, Ribuan Pemuda Serukan Persatuan di Tengah Keberagaman
Kirab Merah Putih, Ribuan Pemuda Serukan Persatuan di Tengah Keberagaman
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Benarkah Membuat Malaikat Tidak Masuk Rumah?
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Benarkah Membuat Malaikat Tidak Masuk Rumah?
Aktual
Masjid Tua Wapauwe, Jejak Sejarah Islam di Maluku yang Bertahan Sejak 1414
Masjid Tua Wapauwe, Jejak Sejarah Islam di Maluku yang Bertahan Sejak 1414
Aktual
Thaharah Sebelum Shalat: Cara Bersuci, Najis yang Dibersihkan, Jenis Air, hingga Aturan Tayamum
Thaharah Sebelum Shalat: Cara Bersuci, Najis yang Dibersihkan, Jenis Air, hingga Aturan Tayamum
Aktual
Kapan Libur Maulid Nabi 2026? Cek Tanggal dan Status Liburnya
Kapan Libur Maulid Nabi 2026? Cek Tanggal dan Status Liburnya
Aktual
Menag: Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Simbol Toleransi Indonesia Perlu Dikenalkan ke Dunia
Menag: Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Simbol Toleransi Indonesia Perlu Dikenalkan ke Dunia
Aktual
Baznas-BKKBN Sinergikan Zakat untuk Perkuat Ekonomi 37.000 Kelompok Usaha
Baznas-BKKBN Sinergikan Zakat untuk Perkuat Ekonomi 37.000 Kelompok Usaha
Aktual
Persiapan Muktamar Ke-35 NU Capai 80 Persen, 1.300 Stan UMKM Disiapkan
Persiapan Muktamar Ke-35 NU Capai 80 Persen, 1.300 Stan UMKM Disiapkan
Aktual
Yenny Wahid: Rekonsiliasi Wajib Dilakukan Usai Muktamar Ke-35 NU
Yenny Wahid: Rekonsiliasi Wajib Dilakukan Usai Muktamar Ke-35 NU
Aktual
Benarkah Makan Kurma Harus Ganjil? Ini Penjelasan Sunnah Sesuai Kebiasaan Rasulullah SAW
Benarkah Makan Kurma Harus Ganjil? Ini Penjelasan Sunnah Sesuai Kebiasaan Rasulullah SAW
Aktual
Lukman Hakim Minta NU Tinggalkan Pengelolaan Tambang yang Timbulkan Fitnah dan Mafsadah
Lukman Hakim Minta NU Tinggalkan Pengelolaan Tambang yang Timbulkan Fitnah dan Mafsadah
Aktual
Menag Dukung Guru PPPK Jadi Penuh Waktu dan PNS di 2027: Ini Detailnya
Menag Dukung Guru PPPK Jadi Penuh Waktu dan PNS di 2027: Ini Detailnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar