Editor
KOMPAS.com – Ribuan umat Islam memadati Masjidil Haram di Makkah pada Senin malam untuk melaksanakan salat Qiyamullail di malam pertama dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
Suasana ibadah di masjid suci tersebut dipenuhi ketenangan dan kekhusyukan ketika para jemaah berkumpul untuk menunaikan salat Tarawih dan Tahajud.
Para jemaah tampak memadati koridor, halaman, area Mataf di sekitar Ka’bah, hingga jalan-jalan yang mengarah ke Masjidil Haram.
Kamera Saudi Press Agency (SPA) merekam arus kedatangan jemaah sejak awal malam. Mereka datang untuk beribadah, membaca Al-Qur’an, dan menghidupkan malam-malam yang diyakini memiliki keutamaan besar dalam Islam, terutama menjelang Lailatul Qadar.
Baca juga: Keutamaan Lailatul Qadar: Niat Sholat Sunnah & Amalan Malam 1000 Bulan
Untuk memastikan kenyamanan jemaah, Otoritas Umum Urusan Dua Masjid Suci menyiapkan berbagai layanan operasional di area Masjidil Haram.
Sejumlah fasilitas disiapkan, mulai dari pembersihan dan sterilisasi area masjid hingga penyemprotan parfum di berbagai titik menggunakan peralatan khusus yang ditempatkan di dalam dan luar area masjid.
Selain itu, otoritas juga melengkapi toilet dengan berbagai layanan pendukung serta menambah jumlah karpet salat bagi para jemaah.
Distribusi air zamzam juga ditingkatkan dengan menyiapkan banyak titik penyaluran agar jemaah dapat dengan mudah memperoleh air zamzam dingin maupun suhu normal selama 24 jam.
Pengaturan jalur masuk dan keluar masjid turut dioptimalkan guna memperlancar pergerakan jemaah. Beberapa pintu khusus juga disediakan bagi lansia dan penyandang disabilitas.
Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji, umrah, dan para pengunjung agar dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Situasi serupa juga terjadi di Masjid Nabawi di Madinah, di mana ribuan jemaah berkumpul untuk menunaikan salat Qiyam dalam suasana yang damai dan tertib.
Otoritas Urusan Dua Masjid Suci menyiapkan seluruh fasilitas di Masjid Nabawi dengan berkoordinasi bersama berbagai lembaga terkait untuk memastikan pelayanan terpadu bagi para jemaah.
Persiapan tersebut mencakup pembukaan seluruh gerbang masjid serta penataan area dalam masjid, atap, dan halaman agar dapat menampung jemaah yang datang dalam jumlah besar.
Selain itu, layanan pemeliharaan, kebersihan, operasional, serta distribusi air juga diperkuat selama periode sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Baca juga: Kapan Lailatul Qadar Terjadi? Ini Tanda dan Keutamaannya
Jumlah petugas lapangan turut ditambah untuk mengatur arus jemaah, membuka jalur akses, serta memudahkan mobilitas para jemaah di dalam Masjid Nabawi dan halaman sekitarnya.
Sepuluh malam terakhir Ramadhan dikenal sebagai periode paling istimewa dalam bulan suci karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, yang diyakini memiliki keutamaan lebih baik daripada seribu bulan. Oleh karena itu, jutaan umat Islam di seluruh dunia meningkatkan intensitas ibadah pada malam-malam tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang