Editor
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Kita baru saja meninggalkan bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah, ampunan, dan rahmat. Ramadhan adalah madrasah kehidupan, tempat kita ditempa untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa.
Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh, Ramadhan adalah “kawah candradimuka” yang melatih ketaatan kita kepada Allah SWT, baik dalam hubungan vertikal kepada-Nya maupun dalam hubungan sosial kepada sesama.
Baca juga: Niat Puasa Qadha Ramadhan yang Benar, Lengkap Bacaan dan Waktu Pelaksanaannya
Selama Ramadhan, kita dilatih untuk:
Namun pertanyaannya, apakah semua itu akan berhenti setelah Ramadhan?
Rasulullah SAW bersabda:
من صام رمضان ايمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
Artinya: “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap ridha Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Dan dalam hadis lain:
فمن صامه وقامه إيماناً واحتسابا خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه
Artinya: “Barang siapa berpuasa dan qiyam Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka ia keluar dari dosa seperti bayi yang baru dilahirkan.”
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Inilah makna Idul Fitri—kembali kepada fitrah, kembali kepada kesucian. Namun menjaga kesucian itu jauh lebih berat daripada meraihnya.
Ramadhan bukan tujuan akhir, melainkan awal perjalanan menuju kehidupan yang lebih bertakwa.
Imam Muhammad ibn Idris al-Shafi'i berkata:
إِذَا لَمْ تَسْتَطِعْ أَنْ تَحْبِسَ نَفْسَكَ، اسْتَوْلَتْ عَلَيْكَ شَهَوَاتُكَ
“Jika engkau tidak mampu menahan dirimu, maka hawa nafsumu akan menguasaimu.”
Ini menjadi peringatan bagi kita semua, bahwa setelah Ramadhan, ujian sesungguhnya adalah menjaga diri dari hawa nafsu.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Mari kita jaga nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai setelah Ramadhan, kita kembali kepada kebiasaan lama yang jauh dari ketaatan.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
الحمد لله رب العالمين، له الحمد الحسن والثناء الجميل، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد، فيا عباد الله، اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Salah satu pelajaran terbesar dari Ramadhan adalah pengendalian diri. Puasa mengajarkan kita menahan lapar, haus, dan hawa nafsu.
Imam Abu Hamid al-Ghazali berkata:
الصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ هُوَ حَبْسُ النَّفْسِ عَمَّا تَشْتَهِي
“Puasa adalah setengah dari kesabaran, dan kesabaran adalah menahan diri dari apa yang diinginkan.”
Jamaah sekalian,
Kekuatan sejati manusia bukan pada kebebasan mengikuti keinginan, tetapi pada kemampuan mengendalikannya.
Sebagaimana dijelaskan oleh Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis, jika latihan Ramadhan tidak dilanjutkan, maka hawa nafsu akan kembali menguasai diri kita.
Baca juga: 5 Tanda Puasa Ramadhan Diterima Menurut Para Ulama
Oleh karena itu jadikan pengendalian diri sebagai kebiasaan; hindari sikap berlebihan (israf); Hidup sederhana dan penuh kesadaran, dan; perbanyak amal saleh setelah Ramadhan.
Karena sejatinya, orang yang berhasil dalam Ramadhan adalah mereka yang tetap istiqamah setelahnya.
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات.
اللهم تقبل منا صيامنا وقيامنا واجعلنا من العائدين الفائزين.
اللهم ثبت قلوبنا على دينك، واجعلنا من عبادك الصالحين.
عباد الله،
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang