Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Band Metal Saudi “Dune” Bangkit Lagi, Scene Rock Riyadh Kini Makin Menggila

Kompas.com, 10 Mei 2026, 09:13 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

Sumber Arab News

KOMPAS.com - Dentuman gitar distorsi dan riff keras kembali menggema di Riyadh, Arab Saudi. Band metal legendaris lokal, Dune, resmi bangkit dan menjadi simbol hidupnya kembali skena rock serta metal bawah tanah di Kerajaan Saudi.

Dibentuk pada 2004, Dune termasuk pelopor gelombang awal musik metal di Arab Saudi yang sempat memiliki basis penggemar loyal sebelum perlahan meredup.

“Dune dibentuk sekitar tahun 2004 dan tampil di masa puncak pergerakan metal Saudi. Kami termasuk salah satu band pertama di Riyadh saat itu,” kata basis sekaligus backing vocalist Dune, Mamdoh Tawili, dikutip dari Arab News.

Baca juga: Apa Itu Side Hustle? Tren Baru Anak Muda Arab Saudi yang Ubah Cara Kerja dan Hidup

Namun pada 2007, band tersebut memutuskan hiatus, mengikuti nasib banyak grup metal underground Saudi lainnya yang vakum akibat minimnya ruang pertunjukan dan dukungan industri.

Setelah lebih dari satu dekade, Dune kembali aktif pada 2021 dengan semangat baru. Kini formasi mereka diperkuat Samer Nakhala sebagai vokalis, Amjad Mufti di gitar, Mamdoh Tawili di bass, dan Bassel Al-Zeind di drum.

Musik Dune mengusung thrash metal yang dipengaruhi banyak band besar dunia seperti Pantera, Slayer, Korn, Testament, hingga Metallica. Karakter musik mereka memadukan agresivitas thrash dengan groove metal dan sentuhan nu-metal.

Menurut Tawili, kecintaan pada musik metal sejak kecil menjadi alasan utama mereka terus berkarya.

“Kami ingin menciptakan musik yang memberi perasaan yang sama seperti saat kami kecil dulu. Tidak ada yang bisa menandingi sensasi tampil live,” ujarnya.

Kebangkitan Dune juga dianggap sebagai bagian dari tumbuh pesatnya komunitas rock dan metal di Arab Saudi. Setelah lama berada di bawah tanah, banyak band lama kini kembali tampil dan band baru bermunculan.

“Scene metal dan rock Saudi berkembang sangat cepat. Penontonnya loyal dan sangat suportif. Band lama kembali, band baru bermunculan, semuanya sedang membara,” kata Tawili.

Meski begitu, tantangan masih besar. Minimnya venue dan ruang latihan masih menjadi kendala utama bagi band independen Saudi untuk berkembang secara berkelanjutan.

Di tengah keterbatasan itu, Dune berhasil tampil di berbagai festival besar seperti MDLBEAST Sandstorm, Riyadh Inferno Fest, dan Desert Rock Fest. Mereka juga mendapat dukungan dari platform Heavy Arabia yang aktif mempromosikan musik metal lokal melalui konser dan edukasi komunitas.

Tak hanya dikenal di dalam negeri, Dune juga mulai mendapat perhatian internasional. Mini album mereka bertajuk “Years of Chains” meraih penghargaan silver-tier Thrash Metal Album of the Year dari platform global Metal Has No Borders berdasarkan voting penggemar dunia.

Sebagai band asal Saudi, Dune mengaku identitas Arab tetap memengaruhi karya mereka. Mereka kerap memasukkan tangga nada oriental Timur Tengah ke dalam musiknya, serta mengangkat tema-tema pengalaman hidup pribadi dan sosial.

Baca juga: Generasi “Side Hustle” Saudi: Kerja Kantoran Tak Lagi Cukup, Anak Muda Kejar Passion dan Cuan Sekaligus

Meski sebagian besar biaya produksi masih ditanggung sendiri, Dune memilih terus bergerak demi menjaga hidupnya musik metal Saudi.

Kini, dengan semakin banyaknya penonton dan dukungan komunitas, Dune menunjukkan bahwa musik metal di Arab Saudi tidak lagi sekadar gerakan bawah tanah, melainkan mulai memasuki babak baru yang lebih terbuka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Band Metal Saudi “Dune” Bangkit Lagi, Scene Rock Riyadh Kini Makin Menggila
Band Metal Saudi “Dune” Bangkit Lagi, Scene Rock Riyadh Kini Makin Menggila
Aktual
“Ayo Ada Bubur Kacang Ijo!” Suasana Pasar Indonesia di Tengah Kota Mekkah
“Ayo Ada Bubur Kacang Ijo!” Suasana Pasar Indonesia di Tengah Kota Mekkah
Aktual
Wukuf 2026 Lebih Tertata, Tenda Arafah Kini Punya Identitas Lengkap Penghuni
Wukuf 2026 Lebih Tertata, Tenda Arafah Kini Punya Identitas Lengkap Penghuni
Aktual
Bupati Bandung Wacanakan Bangun Asrama Haji Mandiri, Tak Perlu Lagi ke Indramayu
Bupati Bandung Wacanakan Bangun Asrama Haji Mandiri, Tak Perlu Lagi ke Indramayu
Aktual
Tiga Jemaah Haji Asal Jatim Meninggal Dunia di Tanah Suci
Tiga Jemaah Haji Asal Jatim Meninggal Dunia di Tanah Suci
Aktual
Lirboyo, 'Pabrik' Pencetak Ulama yang Mengubah Indonesia
Lirboyo, "Pabrik" Pencetak Ulama yang Mengubah Indonesia
Aktual
Kisah Fransiska Mainake Saat Layani Jemaah Haji di Tanah Suci, Pernah Dampingi Jamaah yang Takut Tersesat
Kisah Fransiska Mainake Saat Layani Jemaah Haji di Tanah Suci, Pernah Dampingi Jamaah yang Takut Tersesat
Aktual
 Kemenhaj Temukan Jemaah Haji  di Jeddah Belum Patuhi Aturan Ihram, Gunakan Pakaian Dalam dan Bersepatu
Kemenhaj Temukan Jemaah Haji di Jeddah Belum Patuhi Aturan Ihram, Gunakan Pakaian Dalam dan Bersepatu
Aktual
Arab Saudi Tegaskan Larangan Haji Tanpa Tasreh, Jemaah Terancam Denda hingga Deportasi
Arab Saudi Tegaskan Larangan Haji Tanpa Tasreh, Jemaah Terancam Denda hingga Deportasi
Aktual
Aturan Beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Salah Satunya Jemaah Haji Dilarang Sembarangan Live Streaming
Aturan Beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Salah Satunya Jemaah Haji Dilarang Sembarangan Live Streaming
Aktual
Bahaya Penggunaan Kantong Kresek untuk Pembungkus Daging Kurban, Ahli Gizi: Mengandung Zat Karsinogen
Bahaya Penggunaan Kantong Kresek untuk Pembungkus Daging Kurban, Ahli Gizi: Mengandung Zat Karsinogen
Aktual
Bupati Bandung Ajak Warga Nikah Sederhana di KUA untuk Hindari Utang demi Resepsi Mewah
Bupati Bandung Ajak Warga Nikah Sederhana di KUA untuk Hindari Utang demi Resepsi Mewah
Aktual
Menengok Percetakan Al Quran King Fahd Terbesar di Dunia yang Ada di Madinah
Menengok Percetakan Al Quran King Fahd Terbesar di Dunia yang Ada di Madinah
Aktual
PPIH Imbau Jemaah Haji Tak Memaksakan Ibadah di Masjidil Haram untuk Jaga Stamina Jelang Armuzna
PPIH Imbau Jemaah Haji Tak Memaksakan Ibadah di Masjidil Haram untuk Jaga Stamina Jelang Armuzna
Aktual
Hadirnya Makanan Nusantara di Tanah Suci pada Musim Haji 2026 Membuka Peluang Ekonomi bagi UMKM
Hadirnya Makanan Nusantara di Tanah Suci pada Musim Haji 2026 Membuka Peluang Ekonomi bagi UMKM
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com