Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Contoh Teks Doa Upacara HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026

Kompas.com, 10 Agustus 2026, 17:07 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Doa menjadi salah satu bagian penting dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus.

Dalam doa, masyarakat diajak mensyukuri kemerdekaan sekaligus memanjatkan harapan untuk persatuan, keselamatan, dan kemajuan bangsa.

Naskah doa HUT Kemerdekaan juga memuat permohonan agar seluruh anak bangsa memiliki semangat untuk mengabdi dan membangun Indonesia.

Baca juga: Doa Malam Tirakatan 17 Agustus 2026 Singkat: Arab, Latin, dan Artinya

Salah satu naskah doa upacara HUT RI memuat pesan tentang syukur kemerdekaan, persaudaraan, kepemimpinan, serta penghormatan kepada para pahlawan.

Doa Upacara HUT Ke-81 RI 17 Agustus 2026

Naskah doa berikut merupakan doa yang bisa dibaca pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Baca juga: Doa untuk Sambutan Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2026

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَهُ * يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَعَظِيمِ سُلْطَانِكَ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

Ya Allah Tuhan Yang Maha Mulia
Kami semua menyanjung-Mu dengan segala puja
Sebagai ungkapan syukur atas amat agungnya karunia
Nikmat kemerdekaan ke-81 Negara Kesatuan Republik Indonesia
Semoga Rahmat dan berkah-Mu abadi menyertai kami semua

Ya Allah Tuhan Yang Maha Mengilhami
Bangkitkanlah semangat juang seluruh anak negeri
Untuk membangun dan mengabdi ibu pertiwi
Mempersembahkan karya dan mengukir prestasi
Mengerahkan daya dan kemampuan membangun negeri

Ya Allah Tuhan Yang Maha Menyatukan
Hindarkan kami dari permusuhan dan perpecahan
Jauhkan kami dari saling menghina dan merendahkan
Masukkan kami dalam pemeliharaan-Mu yang tak terlenakan
Sehingga terpelihara persatuan dan persaudaraan

Ya Allah Tuhan Yang Maha Mengampuni
Ampunilah dosa dan kesalahan kami,
Ampuni pula orang tua dan guru kami,
Ampunilah seluruh tokoh bangsa dan pemimpin kami
Ampuni dan muliakanlah para pahlawan kami

Ya Allah Tuhan tempat semua permohonan tertuju
Hanya kepada-Mu semua doa dan cita bertumpu
Semoga dalam Ridha-Mu pemimpin dan rakyat bertemu
Berikhtiar membangun bangsa bahu membahu
Semoga terus melaju untuk Indonesia Maju

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً
وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Isi Doa HUT Kemerdekaan RI

Doa HUT RI diawali dengan ungkapan syukur atas kemerdekaan Indonesia serta harapan agar rahmat dan berkah Allah SWT senantiasa menyertai bangsa. Di dalamnya juga terdapat pesan agar seluruh anak negeri memiliki semangat mengabdi, berkarya, dan turut membangun tanah air.

Persatuan menjadi perhatian penting melalui permohonan agar masyarakat dijauhkan dari permusuhan, perpecahan, serta sikap saling merendahkan. Kebersamaan itu diharapkan tumbuh dari hubungan yang penuh cinta antara pemimpin dan rakyat, sesama warga, hingga seluruh umat manusia.

Doa tersebut juga memohon ampunan bagi diri sendiri, orang tua, guru, tokoh bangsa, dan para pemimpin. Para pahlawan yang telah berjasa bagi Indonesia turut didoakan agar mendapat ampunan dan kemuliaan.

Pada akhirnya, doa mengandung harapan agar pemimpin dan rakyat dapat bersatu membangun bangsa dengan saling bahu-membahu. Seluruh harapan itu bermuara pada cita-cita agar Indonesia terus melaju sebagai bangsa yang maju.

Naskah doa HUT RI kemudian ditutup dengan doa sapu jagat dan bacaan hamdalah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Istana Menghormati Marwah Ulama
Istana Menghormati Marwah Ulama
Aktual
Doa Rebo Wekasan untuk Tolak Bala Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Rebo Wekasan untuk Tolak Bala Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Contoh Teks Doa Upacara HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026
Contoh Teks Doa Upacara HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026
Doa dan Niat
Doa Malam Tirakatan 17 Agustus 2026 Singkat: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Malam Tirakatan 17 Agustus 2026 Singkat: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Mad Wajib Muttasil: Pengertian, Ciri, Contoh, dan Cara Membacanya
Mad Wajib Muttasil: Pengertian, Ciri, Contoh, dan Cara Membacanya
Doa dan Niat
Semoga Cepat Sembuh dalam Islam: Ucapan, Doa, dan Adab Menjenguk Orang Sakit
Semoga Cepat Sembuh dalam Islam: Ucapan, Doa, dan Adab Menjenguk Orang Sakit
Doa dan Niat
50.000 Masjid dan Musala Serentak Dibersihkan, dari Toilet hingga Selokan
50.000 Masjid dan Musala Serentak Dibersihkan, dari Toilet hingga Selokan
Aktual
Dari Kepiting hingga Mangrove, Kemenag Bidik Golo Sepang Jadi Kampung Zakat
Dari Kepiting hingga Mangrove, Kemenag Bidik Golo Sepang Jadi Kampung Zakat
Aktual
Muktamar Ke-35 di Jombang dan Blueprint Abad Kedua: Pesantren Transformatif dan Penyiapan SDM Unggul
Muktamar Ke-35 di Jombang dan Blueprint Abad Kedua: Pesantren Transformatif dan Penyiapan SDM Unggul
Aktual
Ada Mushaf Berusia 3 Abad di Kaki Gunung Hira, Begini Keistimewaannya
Ada Mushaf Berusia 3 Abad di Kaki Gunung Hira, Begini Keistimewaannya
Aktual
Tak Bisa Langsung Tentukan Halal-Haram, Ini 6 Tahapan Penetapan Fatwa
Tak Bisa Langsung Tentukan Halal-Haram, Ini 6 Tahapan Penetapan Fatwa
Aktual
Pramuktamar NU Bahas Kripto hingga Pajak, Kiai Cholil Nafis: Belum Ada Keputusan, Baru Matangkan Materi
Pramuktamar NU Bahas Kripto hingga Pajak, Kiai Cholil Nafis: Belum Ada Keputusan, Baru Matangkan Materi
Aktual
Tak Sekadar Tempat Shalat, Ini Fungsi Masjid Zaman Rasulullah
Tak Sekadar Tempat Shalat, Ini Fungsi Masjid Zaman Rasulullah
Aktual
Cerita 97 Keluarga Nelayan Manggarai Barat Bangun Kemandirian dari Dana Zakat
Cerita 97 Keluarga Nelayan Manggarai Barat Bangun Kemandirian dari Dana Zakat
Aktual
MUI Ungkap Alasan Fatwa di Indonesia Tak Bisa Diseragamkan
MUI Ungkap Alasan Fatwa di Indonesia Tak Bisa Diseragamkan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar