Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cholil Nafis: Berbuat Baik Harus karena Allah, Bukan Berharap Balasan Manusia

Kompas.com, 27 September 2026, 07:13 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis mengingatkan umat Islam agar meluruskan niat ketika berbuat baik kepada sesama.

Menurutnya, kebaikan seharusnya dilakukan karena mengharapkan keridhaan Allah SWT, bukan karena berharap balasan dari manusia.

Pesan tersebut disampaikan Kiai Cholil dalam ceramah pada pengajian rutin Sabtu Mujahadah yang mengkaji Kitab Maudzotul Mu'minin di Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).

Baca juga: 3 Cara Berbuat Baik Kepada Orang tua untuk Hidup Lebih Berkah

Berbuat Baik Jangan Menunggu Balasan Manusia

Dilansir dari laman MUI, dalam tausiyahnya, Kiai Cholil menyoroti kebiasaan sebagian orang yang berhenti atau enggan berbuat baik setelah kebaikannya dibalas dengan pengkhianatan atau perlakuan yang tidak menyenangkan.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat terjadi ketika seseorang masih menjadikan perlakuan orang lain sebagai dasar dalam melakukan kebaikan.

Baca juga: Islam Ajarkan Jangan Menunggu Sempurna untuk Berbuat Baik

"Seringkali kita ini mau berbuat baik pada orang menunggu orang itu berbuat baik sama kita. Atau akan terus berbuat baik kepada siapa pun kalau orang itu membalas kebaikan kita. Itu berarti berbuat baik karena orang," ujar Kiai Cholil.

Ulama kelahiran Madura pada 1 Juni 1975 ini menjelaskan, kebiasaan berbuat baik dengan syarat mendapat balasan dapat membuat seseorang mudah kecewa dan putus asa.

Banyak orang, kata dia, merasa lelah membantu sesama ketika orang yang dibantu justru memberikan perlakuan yang mengecewakan.

Perlakuan Buruk Menjadi Ujian Ketulusan

Kiai Cholil menerangkan, perlakuan buruk dari orang lain sejatinya dapat menjadi ujian untuk mengukur ketulusan iman seseorang. Karena itu, umat Islam diingatkan untuk tidak menjadikan respons manusia sebagai alasan untuk berhenti melakukan kebaikan.

"Ini banyak sekali orang menjadi kapok. 'Kapok saya berbuat baik sama orang, orang yang dibaikin mengkhianati terus sama saya.' Nah, itu cobaannya. Tapi kepada orang lain, jangan berhenti berbuat baik. Mengapa? Karena kita berbuat baik itu bukan karena dia, tapi karena perintah dari Allah," kata dia mengingatkan.

Lebih lanjut, Kiai Cholil menjelaskan bahwa memiliki tetangga atau lingkungan pergaulan yang kurang baik merupakan bagian dari tantangan hidup. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi sarana untuk menggembleng kualitas akhlak manusia.

“Meski begitu, berbuat baik bukan berarti seseorang harus bersikap pasrah tanpa ketegasan,” tutur dia.

Berbuat Baik Tetap Perlu Ketegasan

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah itu memaparkan bahwa memberikan teguran, peringatan, atau sanksi kepada orang yang melakukan kesalahan tetap diperbolehkan dalam Islam.

Namun, tindakan tersebut harus dilakukan bukan karena dendam, melainkan dengan niat mendidik melalui konsep al-mawāni' wa al-zawājir. Tujuannya agar perbuatan buruk dapat dihentikan dan tidak mendorong orang lain melakukan hal serupa.

"Orang memberi sanksi itu bukan dendam, tapi tujuannya al-mawāni' wa al-zawājir, biar orang berhenti berbuat buruk dan orang lain tidak berbuat buruk karena ada sanksinya. Kalau tidak baik sama dia, itu pelajaran. Bukan karena benci, tapi pelajaran biar dia berubah," tambahnya.

Kiai Cholil kemudian mengajak jamaah untuk terus melatih diri dan melakukan mujahadah agar kebaikan menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, ketika kondisi jiwa seseorang sehat dan niatnya benar-benar ditujukan kepada Allah SWT, memberi serta menolong sesama tidak lagi terasa sebagai beban.

Sebaliknya, perbuatan tersebut dapat menjadi kenikmatan batin yang dirasakan seseorang ketika menjalankannya dengan niat yang tulus.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Cholil Nafis: Berbuat Baik Harus karena Allah, Bukan Berharap Balasan Manusia
Cholil Nafis: Berbuat Baik Harus karena Allah, Bukan Berharap Balasan Manusia
Aktual
Delegasi Brasil Usulkan Jakarta Jadi Pusat Global Imam Perdamaian, Sekretariat di Masjid Istiqlal
Delegasi Brasil Usulkan Jakarta Jadi Pusat Global Imam Perdamaian, Sekretariat di Masjid Istiqlal
Aktual
Imam Masjid Al-Aqsa: Tugas Imam Tak Berhenti pada Memimpin Shalat
Imam Masjid Al-Aqsa: Tugas Imam Tak Berhenti pada Memimpin Shalat
Aktual
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar