Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Side Hustle? Tren Baru Anak Muda Arab Saudi yang Ubah Cara Kerja dan Hidup

Kompas.com, 5 April 2026, 10:53 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Bagi banyak anak muda di Arab Saudi, pekerjaan kini bukan lagi soal satu kantor, satu jabatan, dan satu sumber penghasilan.

Di balik rutinitas kerja utama, muncul tren baru yang diam-diam mengubah cara mereka memandang karier: side hustle.

Fenomena ini bukan sekadar pekerjaan sampingan biasa. Ia menjadi simbol perubahan besar—tentang identitas, kebebasan, dan cara generasi muda membangun masa depan.

Apa Itu Side Hustle?

Secara sederhana, side hustle adalah pekerjaan atau usaha tambahan yang dijalankan di luar pekerjaan utama. Namun berbeda dengan pekerjaan sampingan biasa, side hustle biasanya berangkat dari passion, kreativitas, dan keinginan membangun sesuatu milik sendiri.

Baca juga: Generasi “Side Hustle” Saudi: Kerja Kantoran Tak Lagi Cukup, Anak Muda Kejar Passion dan Cuan Sekaligus

Misalnya:

  • Karyawan kantor yang membuka toko online
  • Arsitek yang menjadi seniman keramik
  • Barista yang juga desainer grafis
  • Kreator konten yang membangun brand pribadi

Bagi generasi muda, ini bukan sekadar “tambahan uang”, tapi ruang untuk berekspresi.

Dari Satu Karier ke Banyak Peran

Dulu, kesuksesan sering diukur dari stabilitas satu pekerjaan tetap. Kini, pola itu mulai bergeser.

Laporan dari McKinsey & Company menunjukkan bahwa generasi muda semakin nyaman menjalankan beberapa peran sekaligus, alih-alih bergantung pada satu identitas profesional.

Hal ini terlihat jelas di Arab Saudi, di mana aktivitas freelance dan wirausaha meningkat, didukung oleh platform digital yang semakin mudah diakses.

Bukan Karena Butuh, Tapi Karena Ingin

Menariknya, banyak anak muda tidak memulai side hustle karena terpaksa, melainkan karena ingin.

Seperti yang dialami Faisal Al-Harbi, yang tetap bekerja sebagai eksekutif marketing sambil membangun toko online.

“Pekerjaan utama memberi struktur, tapi tidak selalu memberi rasa memiliki. Di side hustle, saya bisa bereksperimen dan menjadi diri sendiri,” ujarnya.

Bagi banyak orang, pekerjaan utama adalah stabilitas. Sementara side hustle adalah kebebasan.

Peran Besar Teknologi Digital

Perkembangan teknologi menjadi kunci utama tren ini.

Platform e-commerce, media sosial, hingga marketplace freelance membuat siapa saja bisa memulai tanpa modal besar:

  • Desainer tak perlu agensi
  • Penjual tak perlu toko fisik
  • Fotografer bisa cari klien online

Bahkan, penelitian dari Harvard Business Review menunjukkan bahwa pekerjaan yang memberi otonomi dan makna lebih tinggi cenderung membuat individu lebih terlibat dan puas.

Antara Kebebasan dan Tekanan

Meski terlihat menjanjikan, side hustle bukan tanpa tantangan.

Menjalankan dua peran sekaligus berarti waktu pribadi sering tergerus. Malam dan akhir pekan bisa berubah menjadi jam kerja tambahan.

Layan Al-Qahtani merasakan hal itu secara langsung.

“Ada hari ketika saya selesai kerja, lalu langsung lanjut ke pekerjaan kedua. Melelahkan, tapi terasa bermakna,” katanya.

Di sinilah muncul fenomena hustle culture—tekanan untuk terus produktif tanpa henti.

Risiko yang Perlu Disadari

Menurut International Labour Organization, fleksibilitas kerja seperti freelance memang memberi kebebasan, tetapi juga berisiko:

  • Pendapatan tidak stabil
  • Minim jaminan jangka panjang
  • Risiko kelelahan mental (burnout)

Namun di Arab Saudi, tren ini cenderung lebih aman karena side hustle umumnya melengkapi pekerjaan utama, bukan menggantikannya.

Bukan Dua Pekerjaan, Tapi Dua Identitas

Bagi generasi muda, side hustle bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan bagian dari identitas.

Mohammed Al-Dossary melihatnya sebagai dua sisi kehidupan.

“Saya tidak melihat ini sebagai dua pekerjaan. Ini dua bagian dari diri saya,” ujarnya.

Pola pikir ini semakin populer di media sosial, di mana anak muda membagikan perjalanan mereka membangun proyek pribadi.

Tren ini juga sejalan dengan transformasi ekonomi Arab Saudi melalui Vision 2030.

Pemerintah mendorong kewirausahaan, memperluas dukungan UMKM, dan menyediakan sistem lisensi freelance. Semua ini membuka peluang lebih luas bagi generasi muda untuk berkembang.

Masa Depan Dunia Kerja yang Berubah

Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah side hustle akan terus berkembang, tetapi bagaimana ia akan membentuk masa depan dunia kerja.

Baca juga: Saat Warga Arab Saudi “Turun Level” ke Ponsel Jadul demi Kesehatan Mental

Dari sekadar pekerjaan tambahan, side hustle telah menjadi:

  • cara membangun identitas
  • strategi menghadapi ketidakpastian
  • jalur menuju kemandirian finansial

Bagi anak muda Arab Saudi, pekerjaan 9-to-5 bukan lagi akhir cerita.

Ia hanyalah awal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Mengapa Madinah Disebut Tanah Haram? Ini Penjelasan Lengkap dengan Sejarahnya
Mengapa Madinah Disebut Tanah Haram? Ini Penjelasan Lengkap dengan Sejarahnya
Aktual
12 Tempat Mustajab untuk Berdoa di Makkah, dari Ka’bah hingga Padang Arafah
12 Tempat Mustajab untuk Berdoa di Makkah, dari Ka’bah hingga Padang Arafah
Aktual
Bacaan Niat Sholat Subuh Lengkap: Sendiri, Imam, dan Makmum
Bacaan Niat Sholat Subuh Lengkap: Sendiri, Imam, dan Makmum
Doa dan Niat
Doa Susah Tidur, Amalan yang Diajarkan Rasulullah SAW untuk Atasi Insomnia
Doa Susah Tidur, Amalan yang Diajarkan Rasulullah SAW untuk Atasi Insomnia
Doa dan Niat
Arab Saudi Terapkan Aturan Baru Haji: Denda Pelanggaran Penyedia Hotel hingga 50.000 Riyal
Arab Saudi Terapkan Aturan Baru Haji: Denda Pelanggaran Penyedia Hotel hingga 50.000 Riyal
Aktual
Kehidupan di Alam Barzah, Simak Penjelasan Ulama tentang Kondisi Manusia di Alam Kubur
Kehidupan di Alam Barzah, Simak Penjelasan Ulama tentang Kondisi Manusia di Alam Kubur
Aktual
Hukum Menanam Tanaman di Atas Makam: Benarkah Bisa Ringankan Siksa Kubur?
Hukum Menanam Tanaman di Atas Makam: Benarkah Bisa Ringankan Siksa Kubur?
Aktual
Hadits Nabi Tegaskan Bahaya Mendoakan Keburukan, Salah Satu Doa yang Dilarang dalam Islam
Hadits Nabi Tegaskan Bahaya Mendoakan Keburukan, Salah Satu Doa yang Dilarang dalam Islam
Doa dan Niat
Berawal dari Surat Nabi, Ini Kisah Tragis 'Robeknya' Kerajaan Persia
Berawal dari Surat Nabi, Ini Kisah Tragis 'Robeknya' Kerajaan Persia
Aktual
Asrama Haji Donohudan Siap Sambut Jemaah Haji 2026, Kloter Pertama Masuk 21 April
Asrama Haji Donohudan Siap Sambut Jemaah Haji 2026, Kloter Pertama Masuk 21 April
Aktual
Raja Persia Robek Surat Nabi, Ini Isi dan Kisah Lengkapnya
Raja Persia Robek Surat Nabi, Ini Isi dan Kisah Lengkapnya
Aktual
Bukan Sekadar Pilihan, Menjauhi Orang Toxic Ternyata Perintah Allah
Bukan Sekadar Pilihan, Menjauhi Orang Toxic Ternyata Perintah Allah
Aktual
Tulisan Barakallah Fii Umrik yang Benar: Arab, Arti, dan Cara Menjawab
Tulisan Barakallah Fii Umrik yang Benar: Arab, Arti, dan Cara Menjawab
Aktual
Masyaallah Tabarakallah: Tulisan Arab, Arti, dan Cara Menjawab
Masyaallah Tabarakallah: Tulisan Arab, Arti, dan Cara Menjawab
Aktual
Doa Thawaf Lengkap 7 Putaran dan Doa Setelah Thawaf
Doa Thawaf Lengkap 7 Putaran dan Doa Setelah Thawaf
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com