Editor
KOMPAS.com-Raja Salman menyampaikan rasa syukur atas kehormatan melayani Dua Masjid Suci dan para jemaah haji pada musim haji tahun ini.
Ucapan itu disampaikan Penjaga Dua Masjid Suci tersebut pada Rabu (27/5/2026), bertepatan dengan momentum Idul Adha.
Raja Salman juga menyampaikan selamat Idul Adha kepada umat Islam di seluruh dunia.
Di saat yang sama, jemaah haji mulai melanjutkan rangkaian ibadah di Mina setelah sebelumnya bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah.
Baca juga: Haji Gratis dari Raja Salman: 42 WNI Berangkat dari Jakarta ke Mekkah
Dilansir dari Saudi Gazette, Raja Salman menyampaikan rasa syukur karena Kerajaan Arab Saudi diberi kehormatan untuk melayani Dua Masjid Suci dan para jemaah haji.
“Kami bersyukur kepada Allah karena telah memuliakan kami dengan tugas melayani Dua Masjid Suci dan mengurus para jemaah yang datang ke Baitullah,” kata Raja Salman.
Ia juga berdoa agar ibadah haji dan seluruh amal ibadah para jemaah diterima Allah SWT.
Menurut Raja Salman, Idul Adha menjadi momentum untuk mendoakan keberkahan, kedamaian, dan stabilitas bagi umat Islam serta dunia.
“Dengan datangnya Idul Adha yang diberkahi, kami mengucapkan selamat kepada rakyat kami di negeri yang diberkahi ini dan kepada umat Islam pada kesempatan ini. Kami berdoa kepada Allah agar menjadikan Idul Adha ini sebagai hari raya penuh keberkahan, kedamaian, dan stabilitas bagi bangsa kami serta seluruh dunia. Semoga kalian senantiasa dalam kebaikan setiap tahun,” tambahnya.
Baca juga: Hasil Pemeriksaan Medis Baik, Raja Salman Tinggalkan RS di Riyadh
Sementara itu, jemaah haji mulai melaksanakan ritual lempar jumrah di Mina pada Rabu (27/5/2026) pagi atau hari pertama Idul Adha.
Jemaah melempar tujuh kerikil ke Jamrah Al-Aqabah.
Prosesi tersebut berlangsung di tengah arus pergerakan massa yang berjalan lancar dengan dukungan rencana pengelolaan kerumunan yang terorganisasi.
Ritual lempar jumrah menjadi salah satu rangkaian penting yang dilakukan jemaah setelah wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah.
Hampir 1,7 juta jemaah haji bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah pada Selasa malam.
Pergerakan itu dilakukan setelah jemaah menunaikan wukuf di Arafah, yang menjadi rukun terpenting dalam ibadah haji.
Pelaksanaan wukuf berlangsung dalam suasana aman dan tenang.
Tim keamanan dan layanan juga dikerahkan di seluruh kawasan suci untuk memfasilitasi pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah.
Baca juga: Masjid Qiblatain di Madinah Kini Dibuka 24 Jam atas Perintah Raja Salman
Setelah bermalam di Muzdalifah, jemaah melanjutkan perjalanan ke Mina pada Rabu pagi.
Di Mina, jemaah menjalankan rangkaian ibadah berikutnya, termasuk lempar jumrah dan Tawaf Ifadah.
Pemerintah Arab Saudi mengerahkan sistem keamanan dan layanan untuk menjaga kelancaran pergerakan jemaah selama masa puncak haji.
Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif mengatakan, integrasi sistem keamanan, organisasi, dan layanan selama haji mencerminkan tingginya perhatian Kerajaan terhadap jemaah.
Menurut dia, sistem tersebut juga memperkuat pelaksanaan rencana operasional yang telah disetujui.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Pangeran Abdulaziz juga meninjau Pasukan Keamanan Khusus yang terlibat dalam operasi haji pada Selasa.
Ia memuji upaya khusus pasukan tersebut dalam memberikan pelayanan kepada para jemaah haji.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang