Editor
KOMPAS.com - Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026, dinamika bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin menghangat.
Salah satu kandidat, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, terus membangun komunikasi dengan pengurus wilayah dan cabang untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi.
Upaya tersebut dilakukan melalui silaturahmi resmi kepada pemilik hak suara di berbagai daerah menjelang pelaksanaan Muktamar.
Baca juga: PCNU Bone Dukung Prof Nasaruddin Umar Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar NU 2026
Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang, itu mengatakan komunikasi dengan para pemilik suara sah semakin intensif dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Muktamar NU.
Gus Salam, yang merupakan cucu salah seorang pendiri NU, menegaskan keseriusannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.
Baca juga: Jelang Muktamar, Rembuk Warga NU Jabodetabek Seri 3 Soroti Diplomasi Internasional PBNU
Hingga saat ini, ia menyebut telah melakukan silaturahmi resmi ke 22 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU).
"Alhamdulillah sampai hari ini kami sudah bersilaturahim di 22 PWNU," kata Gus Salam saat dikonfirmasi Surya.co.id di Surabaya, Senin (13/7/2026).
Mantan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur itu menegaskan seluruh agenda silaturahmi dilakukan melalui jalur organisasi yang resmi dengan tetap menghormati struktur kepengurusan di daerah.
"Alhamdulillah setiap kami bersilaturahim itu selalu melalui PWNU-nya resmi. Artinya tidak tidak pernah kami itu masuk ke daerah kemudian tanpa pamit minimal atau tanpa sepengetahuan PWNU setempat. Ini hierarki struktural," jelas Gus Salam.
Ia menargetkan agenda silaturahmi dapat menjangkau sedikitnya 90 persen wilayah hingga awal Agustus mendatang.
Selain melakukan konsolidasi, Gus Salam juga meminta PBNU segera memberikan kepastian mengenai legalitas kepengurusan daerah yang belum menerima surat keputusan (SK).
Menurutnya, kepastian tersebut penting untuk menghindari simpang siur terkait peserta yang memiliki hak suara maupun hanya hak berbicara dalam Muktamar.
"Kami mendesak agar segera ada rilis tentang status PCNU, PWNU maupun PCINU yang punya hak suara di muktamar atau hanya hak berbicara agar tidak ada simpang siur informasi dan agar mereka masing-masing juga segera tenang untuk mempersiapkan diri mengikuti muktamar," jelasnya.
Menurut Gus Salam, kejelasan status kepengurusan akan membantu seluruh peserta mempersiapkan diri menghadapi forum Muktamar secara lebih baik.
Berdasarkan hasil silaturahmi ke berbagai daerah, Gus Salam mengaku menangkap aspirasi yang menginginkan perubahan kepemimpinan di PBNU.
Menurutnya, banyak pengurus wilayah dan cabang menyampaikan keinginan agar konflik internal yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir tidak kembali terulang.
"Ya (aspirasi) perubahan yang spesifik itu tentang perubahan kepemimpinan. Karena yang mereka lelahkan dan yang mereka keluhkan itu adalah tentang konflik," ujar Gus Salam.
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Forum tersebut akan menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus memilih Ketua Umum PBNU untuk periode berikutnya.
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul “Bursa Ketum PBNU, Cucu Pendiri NU Gus Salam Safari ke 22 Wilayah Jelang Muktamar Jombang”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang