Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muhammadiyah Gandeng Uruguay untuk Program Makan Bergizi dengan Susu Impor

Kompas.com, 5 April 2026, 07:41 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Pimpinan Pusat Muhammadiyah membuka peluang kerja sama strategis dengan Uruguay dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat Indonesia.

Langkah ini ditandai dengan kunjungan Duta Besar Uruguay untuk Indonesia, Cristina Gonzales, ke Kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam menjajaki kolaborasi penyediaan produk susu berkualitas untuk mendukung program unggulan Muhammadiyah.

Baca juga: Haedar Nashir Tegas: Rezim Boleh Berganti, Muhammadiyah Tetap Kawal Arah Bangsa

Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, menjelaskan bahwa kerja sama ini diarahkan untuk mendukung program Makan Bergizi Muhammadiyah (MBM).

“Dalam mendukung program strategis ini, kami tidak hanya membutuhkan mitra yang kuat, tetapi juga efektif. Legalisasi ekspor produk dairy dari Uruguay ke Indonesia telah disepakati. Ini menjadi peluang besar,” ujarnya dilansir dari situs resmi Muhammadiyah, Sabtu (4/4/2026).

Uruguay, Kekuatan Baru di Balik Program Gizi

Sebagai salah satu negara dengan produk dairy unggulan, Uruguay dinilai memiliki kapasitas besar dalam menyuplai kebutuhan susu berkualitas.

Hal ini menjadi penting seiring meningkatnya cakupan program pemenuhan gizi yang dijalankan Muhammadiyah.

Hingga saat ini, Muhammadiyah telah mengembangkan 187 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan hampir 380 ribu penerima manfaat di berbagai daerah.

Cristina Gonzales menegaskan komitmen negaranya untuk mendukung upaya tersebut.

“Uruguay memiliki kapasitas besar dalam produksi susu. Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan Indonesia, khususnya dalam program makan bergizi,” ungkapnya.

Sinergi Global untuk Generasi Sehat

Kerja sama ini tidak sekadar soal impor produk pangan, tetapi juga membangun ekosistem kolaborasi lintas negara yang berdampak langsung pada masyarakat.

Muhammadiyah melihat kemitraan global sebagai kunci untuk menjawab tantangan ketahanan pangan dan gizi di masa depan. Dengan dukungan mitra internasional, program seperti MBM diharapkan semakin luas jangkauannya dan berkelanjutan.

Baca juga: Pandangan Muhammadiyah tentang Nikah Siri, Sah Secara Agama tetapi...

Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan bergizi, kolaborasi ini menjadi sinyal bahwa upaya mencetak generasi sehat tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi—baik di dalam negeri maupun lintas negara.

Jika berjalan optimal, kerja sama Muhammadiyah dan Uruguay ini berpotensi menjadi model kemitraan global yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Saudi Minta Jamaah Haji Hindari Sinar Matahari Langsung Saat Puncak Haji 2026
Saudi Minta Jamaah Haji Hindari Sinar Matahari Langsung Saat Puncak Haji 2026
Aktual
BAZNAS RI Dorong Ekosistem Zakat Daerah lewat Forum Nasional di Majalengka
BAZNAS RI Dorong Ekosistem Zakat Daerah lewat Forum Nasional di Majalengka
Aktual
Malam Wukuf, Menhaj dan Wakil Menteri Cek Tenda Jemaah
Malam Wukuf, Menhaj dan Wakil Menteri Cek Tenda Jemaah
Aktual
Doa Buka Puasa Arafah 9 Dzulhijjah 1447 H dan Sunnah Saat Berbuka
Doa Buka Puasa Arafah 9 Dzulhijjah 1447 H dan Sunnah Saat Berbuka
Aktual
Ini Isi Khutbah Wukuf di Arafah Hari Ini
Ini Isi Khutbah Wukuf di Arafah Hari Ini
Aktual
PBNU Gelar PD-PKPNU di Bina Insan Mulia, Siapkan Santri Jadi Penggerak NU di 16 Negara
PBNU Gelar PD-PKPNU di Bina Insan Mulia, Siapkan Santri Jadi Penggerak NU di 16 Negara
Aktual
Mau Saksikan Langsung Wukuf di Arafah? Ini Link Live Streaming yang Bisa Ditonton dari Rumah
Mau Saksikan Langsung Wukuf di Arafah? Ini Link Live Streaming yang Bisa Ditonton dari Rumah
Aktual
Contoh Ucapan Selamat Idul Adha 2026 dalam Bahasa Jawa dan Artinya yang Penuh Doa
Contoh Ucapan Selamat Idul Adha 2026 dalam Bahasa Jawa dan Artinya yang Penuh Doa
Aktual
Doa Buka Puasa Idul Adha Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Buka Puasa Idul Adha Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Lokasi Shalat Idul Adha 2026 Muhammadiyah di Semarang, Rabu 27 Mei 2026
Lokasi Shalat Idul Adha 2026 Muhammadiyah di Semarang, Rabu 27 Mei 2026
Aktual
Puasa Sebelum Idul Adha Apakah Wajib? Ini Penjelasan Hukum Puasa Tarwiyah dan Larangannya Saat Hari Tasyrik
Puasa Sebelum Idul Adha Apakah Wajib? Ini Penjelasan Hukum Puasa Tarwiyah dan Larangannya Saat Hari Tasyrik
Aktual
Kiai Cholil Nafis Ajak Jemaah Haji Doakan Indonesia Saat Wukuf di Arafah
Kiai Cholil Nafis Ajak Jemaah Haji Doakan Indonesia Saat Wukuf di Arafah
Aktual
Alur Lempar Jamarat Saat Puncak Haji 2026, Jemaah Wajib Tahu
Alur Lempar Jamarat Saat Puncak Haji 2026, Jemaah Wajib Tahu
Aktual
Cak Imin Minta Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji di Armuzna
Cak Imin Minta Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji di Armuzna
Aktual
PPIH Arab Saudi Siagakan Pos Kesehatan di Arafah dan Mina Saat Puncak Haji
PPIH Arab Saudi Siagakan Pos Kesehatan di Arafah dan Mina Saat Puncak Haji
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com