Editor
KOMPAS.com - Penyakit ain merupakan salah satu istilah yang dikenal dalam Islam sebagai gangguan nonmedis yang diyakini terjadi akibat pandangan mata yang disertai rasa iri, dengki, atau hasad.
Umat Islam dianjurkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari gangguan tersebut.
Salah satu ikhtiar yang diajarkan Rasulullah SAW adalah memperbanyak doa dan zikir sebagai bentuk tawakal kepada Allah.
Baca juga: Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Mengobatinya Menurut Syariat
Selain itu, Islam juga mengajarkan beberapa cara syar'i untuk mengobati penyakit ain apabila seseorang diyakini mengalaminya.
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon perlindungan dari penyakit ain adalah:
Baca juga: Arti “Allahumma Barik”, Waktu Mengucapkan Doa dan Cara Menjawabnya
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan, binatang yang beracun dan ‘Ain yang menyakitkan” (HR al-Bukhari).
Selain itu, terdapat doa lain yang dipanjatkan Rasulullah SAW ketika memohon perlindungan bagi cucunya, Hasan dan Husein, dari gangguan setan dan pengaruh pandangan mata jahat.
أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ. اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ وَلَا تَضُرَّهُ
U‘îdzuka bikalimâtillâhit tâmmati min kulli syaithânin, wa hâmmatin, wa min kulii ‘ainin lâmmah. Allâhumma bârik fîhi, wa lâ tadhurrah.
Artinya: “Aku menyerahkan perlindunganmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala gangguan setan, binatang melata/serangga, dan segala pengaruh mata jahat. Tuhanku, turunkan keberkahan-Mu pada anak ini. Jangan izinkan sesuatu membuatnya celaka.”
Doa tersebut dibaca Rasulullah SAW sebagai permohonan perlindungan bagi Hasan dan Husein.
Amalan ini juga dianjurkan dibaca oleh orang tua untuk memohon perlindungan Allah SWT bagi anak-anak dari gangguan ain.
Selain itu, ketika memuji seseorang, terutama anak-anak, umat Islam dianjurkan untuk menyertakannya dengan doa agar terhindar dari pengaruh pandangan yang buruk.
Apabila terlanjur terkena penyakit ain, ada beberapa cara untuk menyembuhkannya.
Selain memperbanyak doa dan zikir, terdapat beberapa ikhtiar yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit ain sesuai tuntunan syariat.
Apabila penyebab ain tidak diketahui, orang yang terkena dapat diruqyah menggunakan bacaan Al-Qur'an dan doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW.
Dalam hadis dari Aisyah radhiallahu 'anha, ketika Rasulullah SAW merasakan sakit, Malaikat Jibril meruqyah beliau dengan doa berikut:
باسْمِ اللهِ يُبْرِيكَ، وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إذَا حَسَدَ، وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ
Bismillahi yubriik, wa min kulli daa-in yasyfiik, wa min syarri haasidin idza hasad, wa syarri kulli dzii ‘ainin.
Artinya: "Dengan nama Allah yang menyembuhkanmu. Ia menyembuhkanmu dari segala penyakit dan dari keburukan orang yang hasad dan keburukan orang yang menyebabkan ‘ain." (HR. Muslim no. 2185).
Ruqyah dapat disertai dengan membaca Surah Al-Fatihah, Ayat Kursi, dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah, Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq, dan Surah An-Nas sebagai bentuk ikhtiar memohon kesembuhan kepada Allah SWT.
Apabila penyebab ain diketahui dan terbukti seseorang terkena dampak pandangan tersebut, Islam mengajarkan agar orang yang menyebabkan ain diminta untuk mandi.
Selanjutnya, air bekas mandi tersebut disiramkan sekaligus ke bagian belakang tubuh orang yang terkena ain. Hal ini didasarkan pada hadis dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, Rasulullah SAW bersabda:
العين حق ولو كان شيء سابق القدر لسبقته العين ، وإذا استغسلتم فاغسلوا
“‘Ain itu benar adanya. Andaikan ada perkara yang bisa mendahului takdir, maka itulah ‘ain. Maka jika kalian mandi, gunakanlah air mandinya itu (untuk memandikan orang yang terkena ‘ain)” (HR. Muslim no. 2188).
Sebagai bentuk ikhtiar, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa memperbanyak doa, zikir, dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Seluruh usaha tersebut hendaknya disertai keyakinan bahwa segala kesembuhan dan perlindungan hanya datang atas izin Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang