Editor
KOMPAS.com - Hari Raya Idul Adha identik dengan pembagian daging kurban kepada masyarakat.
Dalam momen tersebut, banyak keluarga menerima daging sapi maupun kambing dalam jumlah cukup banyak untuk diolah dalam beberapa hari ke depan.
Namun, penyimpanan daging kurban yang kurang tepat sering membuat daging cepat bau, berubah warna, hingga mudah rusak.
Baca juga: Daging Kurban Disimpan Lebih dari 3 Hari, Apakah Dilarang Islam? Ini Hukumnya
Karena itu, penting mengetahui cara menyimpan daging kurban yang benar agar tetap segar, higienis, dan tahan lama.
Penyimpanan yang tepat juga membantu menjaga kualitas rasa serta mencegah pertumbuhan bakteri pada daging.
Baca juga: 5 Golongan yang Berhak Menerima Daging Kurban Menurut Syariat Islam
Berikut beberapa tips praktis menyimpan daging kurban agar awet dan tetap layak konsumsi.
Mencuci daging sebelum disimpan justru dapat meningkatkan kelembapan yang memicu pertumbuhan bakteri dan menyebabkan bau tidak sedap lebih cepat muncul.
Sebagai gantinya, bersihkan bagian permukaan daging menggunakan tisu dapur untuk menghilangkan darah atau kotoran yang menempel.
Cara ini membantu menjaga kondisi daging tetap kering sehingga lebih tahan lama saat disimpan di kulkas maupun freezer.
Daging sebaiknya dipotong menjadi beberapa bagian sesuai kebutuhan memasak.
Selain memudahkan proses penyimpanan, daging juga akan lebih cepat dingin dan mudah dicairkan saat akan diolah.
Membagi daging per porsi juga membuat waktu memasak menjadi lebih praktis karena tidak perlu mencairkan seluruh stok sekaligus.
Simpan daging dalam wadah kedap udara atau bungkus menggunakan plastik food grade, aluminium foil, maupun plastik gelap.
Cara ini membantu mengurangi paparan udara dan cahaya yang dapat memengaruhi kualitas daging.
Penyimpanan tertutup juga efektif mencegah bau menyengat menyebar di dalam kulkas.
Sebelum dimasukkan ke freezer, daging disarankan didinginkan terlebih dahulu di chiller kulkas selama beberapa jam.
Proses pendinginan bertahap membantu menurunkan suhu daging secara perlahan sehingga pembekuan menjadi lebih merata.
Cara ini juga dapat membantu menjaga tekstur daging tetap baik setelah dicairkan kembali.
Setiap wadah penyimpanan sebaiknya diberi label tanggal saat daging mulai disimpan.
Label tersebut memudahkan pengaturan stok dan membantu menghindari konsumsi daging yang sudah terlalu lama berada di freezer.
Dengan cara ini, penggunaan daging juga menjadi lebih teratur dan efisien.
Untuk penyimpanan jangka panjang, daging kurban sebaiknya disimpan di freezer dengan suhu minus 18 derajat Celsius atau lebih rendah.
Dalam kondisi tersebut, daging sapi maupun kambing dapat bertahan sekitar 6 hingga 12 bulan jika disimpan dengan benar.
Menjaga suhu freezer tetap stabil juga penting agar kualitas daging tidak cepat menurun.
Daging yang sudah dicairkan sebaiknya langsung diolah dan tidak dibekukan kembali.
Pembekuan ulang dapat menurunkan kualitas tekstur dan rasa daging serta meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.
Karena itu, penting menyimpan daging dalam porsi kecil agar lebih mudah digunakan sesuai kebutuhan.
Dengan penyimpanan yang tepat, daging kurban dapat bertahan lebih lama tanpa kehilangan kualitas dan cita rasanya. Cara ini juga membantu menjaga kebersihan serta keamanan pangan selama perayaan Idul Adha berlangsung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang