Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Melalui Khutbah Arafah 2026, Imam Masjid Nabawi Serukan Persatuan dan Tolak Slogan Politik Saat Haji

Kompas.com, 26 Mei 2026, 22:43 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Gulf News

KOMPAS.com - Puncak ibadah haji 1447 Hijriah berlangsung di Padang Arafah dengan dihadiri jutaan jemaah Muslim dari berbagai negara.

Momentum wukuf tahun ini diwarnai pesan tentang pentingnya menjaga persatuan umat Islam di tengah perbedaan bangsa, bahasa, dan budaya.

Dalam Khutbah Arafah di Masjid Namirah, jemaah juga diingatkan agar menjaga kesucian ibadah haji tanpa membawa kepentingan politik maupun perpecahan.

Baca juga: Menggetarkan Hati, Inilah Isi Khutbah Terakhir Rasulullah SAW di Hari Arafah

Selain itu, khutbah menekankan pentingnya ketakwaan, persaudaraan, dan ketertiban selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Imam dan Khatib Masjid Nabawi, Ali bin Abdulrahman Al Hudhaifi, menyampaikan khutbah Arafah tahunan di hadapan lebih dari 1,5 juta jemaah haji yang berkumpul di Padang Arafah, Selasa (26/5/2026).

Baca juga: Ini Isi Khutbah Wukuf di Arafah Hari Ini

Dilansir dari Gulf News, dalam khutbahnya di Masjid Namirah, Syekh Al Hudhaifi menyerukan persatuan umat Islam, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, serta menjaga pelaksanaan haji tetap damai dan terbebas dari slogan politik maupun perpecahan.

Haji Cerminkan Persaudaraan dan Solidaritas Umat Islam

Syekh Al Hudhaifi mengatakan ibadah haji menjadi gambaran nyata keharmonisan, solidaritas, dan kerja sama umat Islam dari berbagai penjuru dunia.

Menurutnya, jutaan jemaah berkumpul di Tanah Suci meski memiliki perbedaan bahasa, kebangsaan, dan latar belakang etnis, namun tetap menjalankan ibadah secara bersama sebagai sesama Muslim.

Ia menegaskan bahwa haji merupakan salah satu rukun Islam dan mengingatkan jemaah agar selalu menjaga ketakwaan kepada Allah SWT.

Menurutnya, keselamatan sejati diperoleh melalui keimanan, ketaatan, amal saleh, serta menjauhi segala bentuk perbuatan dosa.

Tekankan Pentingnya Tauhid dan Ketakwaan

Khutbah Arafah diawali dengan pujian kepada Allah SWT dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam khutbah tersebut, Syekh Al Hudhaifi juga mengingatkan jemaah tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang menggambarkan dahsyatnya Hari Kebangkitan, sekaligus pentingnya kesabaran, rasa syukur, dan ketakwaan.

Ia menekankan bahwa bekal terbaik menuju akhirat adalah beribadah hanya kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya.

Syekh Al Hudhaifi juga mengingatkan bahaya syirik dan penyembahan selain Allah serta menegaskan pentingnya tauhid dalam ajaran Islam.

Selain itu, ia menjelaskan dasar-dasar ajaran Islam mulai dari syahadat, salat, zakat, puasa Ramadan, hingga ibadah haji ke Mekkah.

Larang Slogan Politik dan Perselisihan Saat Haji

Dalam khutbahnya, Syekh Al Hudhaifi mengingatkan jemaah agar menjaga perilaku dan ucapan selama menjalankan ibadah haji.

“Tidak boleh ada perkataan kotor, perselisihan, slogan politik, maupun seruan golongan selama pelaksanaan haji,” kata Syekh Al Hudhaifi.

Ia menegaskan bahwa ibadah haji harus tetap berfokus pada ibadah, kerendahan hati, akhlak mulia, dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, ibadah haji juga mencerminkan nilai saling mengenal, kasih sayang, kerja sama, dan tolong-menolong antarumat Islam.

Hal itu terlihat dari kebersamaan jemaah dalam berbagi makanan kurban serta saling berbuat baik melalui ucapan maupun tindakan.

Hari Arafah Disebut Momen Paling Agung

Syekh Al Hudhaifi menyebut Hari Arafah sebagai salah satu momen paling agung dalam Islam.

Ia mengatakan Allah SWT membanggakan para jemaah yang berkumpul di Arafah di hadapan para malaikat.

Dalam khutbahnya, ia juga mengingatkan bahwa ayat Al-Qur’an, “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu,” diturunkan pada Hari Arafah.

Ia turut mengajak jemaah mengikuti tata cara ibadah haji sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW, termasuk menjamak dan mengqashar salat di Arafah, bergerak dengan tenang menuju Muzdalifah, serta melanjutkan ibadah di Mina dengan tertib dan memperbanyak zikir.

Syekh Al Hudhaifi juga meminta jemaah mematuhi pengaturan pergerakan yang telah ditetapkan otoritas setempat demi menjaga keselamatan dan kelancaran ibadah.

Selain itu, ia mengimbau jemaah memperbanyak doa sepanjang pelaksanaan haji, terutama pada Hari Arafah yang disebut sebagai waktu terbaik untuk memanjatkan doa.

Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebut doa terbaik adalah doa yang dipanjatkan pada Hari Arafah.

Di akhir khutbah, Syekh Al Hudhaifi mendoakan seluruh jemaah agar memperoleh haji mabrur, diampuni dosa-dosanya, dan kembali ke negara masing-masing dengan selamat. Ia juga memanjatkan doa untuk persatuan dan kebaikan umat Islam di seluruh dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Seorang Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Wafat Saat Wukuf di Padang Arafah
Seorang Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Wafat Saat Wukuf di Padang Arafah
Aktual
Otoritas Arab Saudi Imbau Jemaah di Arafah Tetap di Dalam Tenda Saat Cuaca Panas Ekstrem
Otoritas Arab Saudi Imbau Jemaah di Arafah Tetap di Dalam Tenda Saat Cuaca Panas Ekstrem
Aktual
Melalui Khutbah Arafah 2026, Imam Masjid Nabawi Serukan Persatuan dan Tolak Slogan Politik Saat Haji
Melalui Khutbah Arafah 2026, Imam Masjid Nabawi Serukan Persatuan dan Tolak Slogan Politik Saat Haji
Aktual
Musyrif Diny Imbau Jemaah Haji Tak Paksakan Lempar Jumrah Saat Waktu Afdal
Musyrif Diny Imbau Jemaah Haji Tak Paksakan Lempar Jumrah Saat Waktu Afdal
Aktual
Menag Nasaruddin Sebut Idul Adha di Istiqlal Jadi Model Pelaksanaan Kurban di Asia Tenggara
Menag Nasaruddin Sebut Idul Adha di Istiqlal Jadi Model Pelaksanaan Kurban di Asia Tenggara
Aktual
Seorang Jemaah Haji Asal Batang Wafat di Arafah Saat Persiapan Wukuf
Seorang Jemaah Haji Asal Batang Wafat di Arafah Saat Persiapan Wukuf
Aktual
Seorang Jemaah Haji Asal Ciamis Wafat di Arafah Jelang Puncak Ibadah Haji
Seorang Jemaah Haji Asal Ciamis Wafat di Arafah Jelang Puncak Ibadah Haji
Aktual
Wapres Gibran Salurkan Sapi Kurban 916 Kilogram Lewat BAZNAS RI
Wapres Gibran Salurkan Sapi Kurban 916 Kilogram Lewat BAZNAS RI
Aktual
Khatib Wukuf Arafah: Oleh-oleh Terbaik Haji adalah Takwa dan Perubahan Diri
Khatib Wukuf Arafah: Oleh-oleh Terbaik Haji adalah Takwa dan Perubahan Diri
Aktual
PPIH: Seorang Jemaah Haji Asal Bireun Aceh Meninggal di Tenda Arafah
PPIH: Seorang Jemaah Haji Asal Bireun Aceh Meninggal di Tenda Arafah
Aktual
Seskab: Presiden Prabowo Dijadwalkan Shalat Idul Adha di KBRI Paris
Seskab: Presiden Prabowo Dijadwalkan Shalat Idul Adha di KBRI Paris
Aktual
Dosen UGM Tekankan Kesejahteraan Hewan dalam Penyembelihan Kurban Idul Adha
Dosen UGM Tekankan Kesejahteraan Hewan dalam Penyembelihan Kurban Idul Adha
Aktual
Menag Nasaruddin Umar: Idul Adha Ajarkan Keikhlasan dan Kepedulian Sosial
Menag Nasaruddin Umar: Idul Adha Ajarkan Keikhlasan dan Kepedulian Sosial
Aktual
Muhammadiyah Siapkan 1.412 Lokasi Shalat Idul Adha 2026 di Yogyakarta
Muhammadiyah Siapkan 1.412 Lokasi Shalat Idul Adha 2026 di Yogyakarta
Aktual
Menggetarkan Hati, Inilah Isi Khutbah Terakhir Rasulullah SAW di Hari Arafah
Menggetarkan Hati, Inilah Isi Khutbah Terakhir Rasulullah SAW di Hari Arafah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com