Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita 97 Keluarga Nelayan Manggarai Barat Bangun Kemandirian dari Dana Zakat

Kompas.com, 10 Agustus 2026, 08:41 WIB
Reni Susanti

Editor

MANGGARAI BARAT, KOMPAS.com - Sebanyak 97 keluarga nelayan di Warloka Pesisir, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat pendampingan usaha melalui program zakat produktif.

Tak hanya memperoleh perahu untuk mencari ikan, para nelayan juga didorong membangun koperasi, mengolah hasil tangkapan, hingga memiliki jaringan pemasaran untuk meningkatkan nilai jual produk laut.

Program dengan anggaran Rp6 miliar tersebut menyasar 307 jiwa dan menjadi salah satu model pemberdayaan zakat yang tengah dikembangkan untuk mendorong penerima manfaat memiliki sumber penghasilan secara berkelanjutan.

Baca juga: Baznas Ajak Bangsa Pererat Persatuan lewat Zakat, Infak, Sedekah

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Waryono mengatakan, pemberdayaan penerima zakat atau mustahik perlu bergerak dari sekadar pemberian bantuan menuju peningkatan produktivitas.

“Ke depan, pengembangan perlu diarahkan dari fase bantuan menuju fase produktivitas dan kemandirian ekonomi,” ujar Waryono dikutip dari laman kemenag.go.id, Senin (10/8/2026).

Rp5,6 miliar sudah direalisasikan

Program pemberdayaan tersebut dijalankan melalui Kelompok Nelayan Wae Jawa Mandiri dengan pendampingan Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Dari total dana program Rp6 miliar, sebanyak Rp5,6 miliar atau sekitar 91 persen telah direalisasikan.

Dana tersebut antara lain digunakan untuk menyediakan 18 unit perahu nelayan dan satu kapal bagan sebagai alat tangkap yang dimanfaatkan sekitar 80 persen penerima manfaat.

Selain itu, program mencakup pembangunan rumah produksi dan sekretariat serta instalasi air bersih bagi masyarakat di empat wilayah RT.

Menurut Kementerian Agama, keberhasilan program tidak cukup diukur berdasarkan penyaluran anggaran maupun jumlah bantuan yang diterima masyarakat.

Baca juga: Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat

Pemberdayaan perlu menghasilkan aktivitas usaha yang kemudian meningkatkan omzet, pendapatan, hingga akhirnya mendorong kemandirian ekonomi keluarga.

Karena itu, nelayan tidak hanya diarahkan untuk menjual hasil tangkapan dalam kondisi mentah, tetapi juga mengembangkan produk yang memiliki nilai tambah.

Sejumlah produk mulai diuji coba untuk dipasarkan, antara lain udang mantis dan teripang.
Ekosistem usaha juga dikembangkan mulai dari proses penangkapan, pelelangan, kemitraan dengan penampung atau offtaker, pengolahan produk, hingga pemasaran.

Nelayan bentuk koperasi syariah

Pendamping program dari LAZ, Asdin, mengatakan, penguatan kelembagaan menjadi bagian penting dari pemberdayaan nelayan.

Selain memberikan aset produktif berupa perahu, program mendorong masyarakat membangun koperasi, rumah produksi, jaringan pemasaran, serta meningkatkan kapasitas pengurus.

“Substansi utama program saat ini adalah membangun ekosistem ekonomi nelayan dari hulu ke hilir,” paparnya.

Kelompok Nelayan Wae Jawa Mandiri kini memiliki Koperasi Pemasaran Syariah Nelayan Wae Jawa Mandiri.

Koperasi tersebut telah memiliki legalitas badan hukum, surat keputusan (SK) desa, dokumen notaris, dan izin usaha.

Keberadaan koperasi diharapkan membuat aset yang berasal dari program pemberdayaan dapat dikelola secara bersama dan tidak berhenti sebagai bantuan kepada individu.

Tak hanya mengejar omzet

Pemberdayaan juga dilakukan melalui peningkatan kemampuan para nelayan dan pengurus kelompok.

Sebanyak 85 orang tercatat mengikuti Training Manual Program, 44 orang mengikuti Training Bisnis Proses, serta empat pengurus mendapatkan pelatihan alur dan tata kelola.

Selain aspek ekonomi, kegiatan sosial dan keagamaan turut dijalankan di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut antara lain halaqah Al Quran yang diikuti 14 ibu dan 15 anak, kajian Maulid Nabi dengan 12 peserta, serta kegiatan keagamaan masyarakat yang melibatkan 23 orang.

Kementerian Agama menilai pendekatan tersebut menunjukkan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana filantropi Islam dapat digunakan untuk membangun kegiatan ekonomi sekaligus memperkuat kelembagaan dan kehidupan sosial masyarakat.

Pendampingan terhadap Kelompok Nelayan Wae Jawa Mandiri selanjutnya akan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas 18 perahu, memperluas jaringan offtaker, memperkuat tata kelola koperasi syariah, serta mengembangkan produk olahan hasil laut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Pramuktamar NU Bahas Kripto hingga Pajak, Kiai Cholil Nafis: Belum Ada Keputusan, Baru Matangkan Materi
Pramuktamar NU Bahas Kripto hingga Pajak, Kiai Cholil Nafis: Belum Ada Keputusan, Baru Matangkan Materi
Aktual
Tak Sekadar Tempat Shalat, Ini Fungsi Masjid Zaman Rasulullah
Tak Sekadar Tempat Shalat, Ini Fungsi Masjid Zaman Rasulullah
Aktual
Cerita 97 Keluarga Nelayan Manggarai Barat Bangun Kemandirian dari Dana Zakat
Cerita 97 Keluarga Nelayan Manggarai Barat Bangun Kemandirian dari Dana Zakat
Aktual
MUI Ungkap Alasan Fatwa di Indonesia Tak Bisa Diseragamkan
MUI Ungkap Alasan Fatwa di Indonesia Tak Bisa Diseragamkan
Aktual
Pesan Penting Kiai Nuh: Kolaborasi, Bukan Kompetisi di Muktamar NU
Pesan Penting Kiai Nuh: Kolaborasi, Bukan Kompetisi di Muktamar NU
Aktual
Kelakar Cholil Nafis soal Ketum PBNU: Saya Tak Berani Mencalonkan Diri, Merasa Tidak Kompeten
Kelakar Cholil Nafis soal Ketum PBNU: Saya Tak Berani Mencalonkan Diri, Merasa Tidak Kompeten
Aktual
Tayamum: Tata Cara, Niat, Syarat, dan Hal-Hal yang Perlu Diketahui
Tayamum: Tata Cara, Niat, Syarat, dan Hal-Hal yang Perlu Diketahui
Doa dan Niat
Dua Hafidz Muda Kaltim Wakili Indonesia di MTQ Internasional Maroko
Dua Hafidz Muda Kaltim Wakili Indonesia di MTQ Internasional Maroko
Aktual
Doa Tahajud Farrah, Santri Medan yang Lolos Beasiswa S1-S2 dan Al-Azhar Kairo
Doa Tahajud Farrah, Santri Medan yang Lolos Beasiswa S1-S2 dan Al-Azhar Kairo
Aktual
Tak Hanya Tenda dan Tali-temali, Pramuka Santri Diajak Belajar Merawat Bumi
Tak Hanya Tenda dan Tali-temali, Pramuka Santri Diajak Belajar Merawat Bumi
Aktual
Assalamualaikum Artinya Apa? Ini Tulisan, Jawaban, dan Adabnya dalam Islam
Assalamualaikum Artinya Apa? Ini Tulisan, Jawaban, dan Adabnya dalam Islam
Doa dan Niat
Mengenal Ecotheopedagogy, Cara Pendidikan Islam Menjaga Alam
Mengenal Ecotheopedagogy, Cara Pendidikan Islam Menjaga Alam
Aktual
Tahajud, PBB, hingga Api Unggun: Cara MAN 2 Bandung Bentuk Karakter Murid Baru
Tahajud, PBB, hingga Api Unggun: Cara MAN 2 Bandung Bentuk Karakter Murid Baru
Aktual
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Doa dan Niat
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar