Editor
MANGGARAI BARAT, KOMPAS.com - Sebanyak 97 keluarga nelayan di Warloka Pesisir, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat pendampingan usaha melalui program zakat produktif.
Tak hanya memperoleh perahu untuk mencari ikan, para nelayan juga didorong membangun koperasi, mengolah hasil tangkapan, hingga memiliki jaringan pemasaran untuk meningkatkan nilai jual produk laut.
Program dengan anggaran Rp6 miliar tersebut menyasar 307 jiwa dan menjadi salah satu model pemberdayaan zakat yang tengah dikembangkan untuk mendorong penerima manfaat memiliki sumber penghasilan secara berkelanjutan.
Baca juga: Baznas Ajak Bangsa Pererat Persatuan lewat Zakat, Infak, Sedekah
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Waryono mengatakan, pemberdayaan penerima zakat atau mustahik perlu bergerak dari sekadar pemberian bantuan menuju peningkatan produktivitas.
“Ke depan, pengembangan perlu diarahkan dari fase bantuan menuju fase produktivitas dan kemandirian ekonomi,” ujar Waryono dikutip dari laman kemenag.go.id, Senin (10/8/2026).
Program pemberdayaan tersebut dijalankan melalui Kelompok Nelayan Wae Jawa Mandiri dengan pendampingan Lembaga Amil Zakat (LAZ).
Dari total dana program Rp6 miliar, sebanyak Rp5,6 miliar atau sekitar 91 persen telah direalisasikan.
Dana tersebut antara lain digunakan untuk menyediakan 18 unit perahu nelayan dan satu kapal bagan sebagai alat tangkap yang dimanfaatkan sekitar 80 persen penerima manfaat.
Selain itu, program mencakup pembangunan rumah produksi dan sekretariat serta instalasi air bersih bagi masyarakat di empat wilayah RT.
Menurut Kementerian Agama, keberhasilan program tidak cukup diukur berdasarkan penyaluran anggaran maupun jumlah bantuan yang diterima masyarakat.
Baca juga: Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Pemberdayaan perlu menghasilkan aktivitas usaha yang kemudian meningkatkan omzet, pendapatan, hingga akhirnya mendorong kemandirian ekonomi keluarga.
Karena itu, nelayan tidak hanya diarahkan untuk menjual hasil tangkapan dalam kondisi mentah, tetapi juga mengembangkan produk yang memiliki nilai tambah.
Sejumlah produk mulai diuji coba untuk dipasarkan, antara lain udang mantis dan teripang.
Ekosistem usaha juga dikembangkan mulai dari proses penangkapan, pelelangan, kemitraan dengan penampung atau offtaker, pengolahan produk, hingga pemasaran.
Pendamping program dari LAZ, Asdin, mengatakan, penguatan kelembagaan menjadi bagian penting dari pemberdayaan nelayan.
Selain memberikan aset produktif berupa perahu, program mendorong masyarakat membangun koperasi, rumah produksi, jaringan pemasaran, serta meningkatkan kapasitas pengurus.
“Substansi utama program saat ini adalah membangun ekosistem ekonomi nelayan dari hulu ke hilir,” paparnya.
Kelompok Nelayan Wae Jawa Mandiri kini memiliki Koperasi Pemasaran Syariah Nelayan Wae Jawa Mandiri.
Koperasi tersebut telah memiliki legalitas badan hukum, surat keputusan (SK) desa, dokumen notaris, dan izin usaha.
Keberadaan koperasi diharapkan membuat aset yang berasal dari program pemberdayaan dapat dikelola secara bersama dan tidak berhenti sebagai bantuan kepada individu.
Pemberdayaan juga dilakukan melalui peningkatan kemampuan para nelayan dan pengurus kelompok.
Sebanyak 85 orang tercatat mengikuti Training Manual Program, 44 orang mengikuti Training Bisnis Proses, serta empat pengurus mendapatkan pelatihan alur dan tata kelola.
Selain aspek ekonomi, kegiatan sosial dan keagamaan turut dijalankan di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut antara lain halaqah Al Quran yang diikuti 14 ibu dan 15 anak, kajian Maulid Nabi dengan 12 peserta, serta kegiatan keagamaan masyarakat yang melibatkan 23 orang.
Kementerian Agama menilai pendekatan tersebut menunjukkan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana filantropi Islam dapat digunakan untuk membangun kegiatan ekonomi sekaligus memperkuat kelembagaan dan kehidupan sosial masyarakat.
Pendampingan terhadap Kelompok Nelayan Wae Jawa Mandiri selanjutnya akan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas 18 perahu, memperluas jaringan offtaker, memperkuat tata kelola koperasi syariah, serta mengembangkan produk olahan hasil laut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang