Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Makmum Mengucapkan Amin Setelah Al-Fatihah? Ini Dalilnya

Kompas.com, 28 September 2026, 09:37 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dalam setiap shalat berjamaah, makmum lazim mengucapkan “amin” setelah imam selesai membaca Surah Al-Fatihah.

Amalan ini terdengar sederhana, tetapi memiliki dasar yang kuat dalam hadis sahih dan menjadi salah satu sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW.

Lalu, mengapa makmum mengucapkan amin? Apakah amin merupakan bagian dari Al-Fatihah, dan kapan waktu yang tepat mengucapkannya?

Para ulama menjelaskan bahwa amin bukan ayat Al-Qur'an, melainkan doa yang diucapkan setelah permohonan hidayah dalam Surah Al-Fatihah.

Amin Bukan Bagian dari Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah ditutup dengan doa agar Allah memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

Karena itu, setelah ayat terakhir selesai dibaca, makmum dianjurkan mengucapkan amin sebagai bentuk pengharapan agar doa tersebut dikabulkan Allah SWT.

Baca juga: Apa Arti Qaulan Sadida dalam Surat Al-Ahzab? Ini Penjelasan Ulama

Allah berfirman dalam QS Al-Fatihah Ayat 7:

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Ṣirāṭallażīna an‘amta ‘alaihim gairil-magḍūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn.

Artinya: “(Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

Kata “amin” tidak termasuk ayat ketujuh Al-Fatihah. Dalam bahasa Arab, amin berarti “Ya Allah, kabulkanlah.” Karena itu, ia merupakan doa yang mengiringi permohonan hidayah, bukan bagian dari bacaan surah.

Baca juga: Gontor Dituding Tegur Prabowo lewat Al-Ahzab, Stafsus Menag: Itu Doa, Bukan Tamparan

Rasulullah Memerintahkan Makmum Mengucapkan Amin

Anjuran mengucapkan amin memiliki landasan yang sangat kuat dalam hadis sahih. Rasulullah SAW secara khusus memerintahkan makmum mengikuti imam ketika selesai membaca Al-Fatihah.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:

إِذَا قَالَ الإِمَامُ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ فَقُولُوا آمِينَ

Iżā qālal-imāmu gairil-magḍūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn fa qūlū āmīn.

Artinya: “Apabila imam mengucapkan ‘ghairil-maghdubi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn’, maka ucapkanlah: Amin.” (HR Sahih al-Bukhari No. 782; Sahih Muslim No. 410)

Hadis ini menjadi dasar seluruh mazhab fikih bahwa mengucapkan amin setelah Al-Fatihah merupakan sunnah yang sangat dianjurkan, terutama dalam shalat berjamaah.

Baca juga: 7 Seruan Imam Besar Dunia dalam Jakarta Understanding: Jaga Perdamaian, Bela Palestina

Mengapa Disebut Bisa Menghapus Dosa?

Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan luar biasa dari mengucapkan amin yang bertepatan dengan amin para malaikat.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:

فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلَائِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Fa innahū man wāfaqa qauluhu qaulal-malā'ikati ghufira lahū mā taqaddama min żambih.

Artinya: “Barang siapa ucapan aminnya bertepatan dengan ucapan amin para malaikat, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Sahih al-Bukhari No. 780; Sahih Muslim No. 410)

Baca juga: Nasaruddin Umar Terpilih Jadi Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Internasional

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar tetap memerlukan taubat yang sungguh-sungguh. Keutamaan ini menunjukkan betapa besar nilai sebuah amalan yang tampak ringan di dalam shalat.

Kapan Waktu yang Tepat Mengucapkannya?

Dalam praktik shalat, makmum mengucapkan amin segera setelah imam selesai membaca “waladh-dhallin”.

Mayoritas ulama menganjurkan agar amin diucapkan bersamaan dengan imam, bukan mendahului atau terlambat jauh setelahnya.

Mengutip laman NU Online dalam fikih shalat dijelaskan bahwa sunnahnya adalah mengikuti imam secara serempak sehingga bacaan amin menjadi bentuk ittiba’ atau mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.

Hal ini juga sejalan dengan prinsip shalat berjamaah yang menekankan keselarasan antara imam dan makmum.

Baca juga: Ribuan Pramuka se-Jateng Ikuti Wira Karya XI di Darul Amanah, Belajar Kepemimpinan hingga Pengabdian

Apakah Amin Dibaca Keras atau Pelan?

Perbedaan pendapat muncul pada cara mengucapkannya. Mazhab Syafi'i dan Hanbali umumnya menganjurkan amin dibaca dengan suara yang terdengar dalam shalat jahr seperti Maghrib, Isya, dan Subuh. Sementara mazhab Hanafi lebih memilih bacaan pelan.

Perbedaan tersebut merupakan masalah fikih yang telah lama dibahas para ulama. Masing-masing memiliki dasar istidlal dari hadis, sehingga tidak sepatutnya menjadi sebab saling menyalahkan antarsesama Muslim.

Hikmah Mengucapkan Amin Bersama Imam

Mengucapkan amin mengajarkan bahwa shalat bukan ibadah yang dijalankan secara individual meski dilakukan berjamaah. Ketika seluruh makmum mengamini doa yang sama, tercipta kesatuan hati dalam memohon hidayah kepada Allah SWT.

Baca juga: Libur Lebaran 2027 Berapa Hari? Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Karena itu, jangan terburu-buru diam setelah Al-Fatihah selesai. Ucapan amin yang singkat justru menjadi doa penuh harapan agar Allah mengabulkan permohonan petunjuk, mengampuni dosa, dan menjadikan shalat lebih bernilai di sisi-Nya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Bolehkah Shalat Tahajud Tanpa Tidur Terlebih Dahulu?
Bolehkah Shalat Tahajud Tanpa Tidur Terlebih Dahulu?
Aktual
Mengintip Basra, Gym Keluarga Muslim di Bandung, Privasi Jadi Perhatian
Mengintip Basra, Gym Keluarga Muslim di Bandung, Privasi Jadi Perhatian
Aktual
Mengapa Makmum Mengucapkan Amin Setelah Al-Fatihah? Ini Dalilnya
Mengapa Makmum Mengucapkan Amin Setelah Al-Fatihah? Ini Dalilnya
Aktual
Apa Arti Qaulan Sadida dalam Surat Al-Ahzab? Ini Penjelasan Ulama
Apa Arti Qaulan Sadida dalam Surat Al-Ahzab? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Gontor Dituding Tegur Prabowo lewat Al-Ahzab, Stafsus Menag: Itu Doa, Bukan Tamparan
Gontor Dituding Tegur Prabowo lewat Al-Ahzab, Stafsus Menag: Itu Doa, Bukan Tamparan
Aktual
7 Seruan Imam Besar Dunia dalam Jakarta Understanding: Jaga Perdamaian, Bela Palestina
7 Seruan Imam Besar Dunia dalam Jakarta Understanding: Jaga Perdamaian, Bela Palestina
Aktual
Nasaruddin Umar Terpilih Jadi Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Internasional
Nasaruddin Umar Terpilih Jadi Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Internasional
Aktual
Ribuan Pramuka se-Jateng Ikuti Wira Karya XI di Darul Amanah, Belajar Kepemimpinan hingga Pengabdian
Ribuan Pramuka se-Jateng Ikuti Wira Karya XI di Darul Amanah, Belajar Kepemimpinan hingga Pengabdian
Aktual
Kapolri Berangkatkan Balita Duo Presisi Asal Bogor Umrah Gratis
Kapolri Berangkatkan Balita Duo Presisi Asal Bogor Umrah Gratis
Aktual
Stafsus Menag Bantah Gontor Tegur Prabowo lewat Surah Al-Ahzab
Stafsus Menag Bantah Gontor Tegur Prabowo lewat Surah Al-Ahzab
Aktual
Libur Lebaran 2027 Berapa Hari? Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Libur Lebaran 2027 Berapa Hari? Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Aktual
Kemenag Gelar Sayembara Surat Santri untuk Presiden, Ini Pilihan Tema dan Cara Daftarnya
Kemenag Gelar Sayembara Surat Santri untuk Presiden, Ini Pilihan Tema dan Cara Daftarnya
Aktual
Kemenag Tegaskan Fatwa Halal MUI Jadi Landasan Sertifikasi Halal
Kemenag Tegaskan Fatwa Halal MUI Jadi Landasan Sertifikasi Halal
Aktual
3 Bahaya Memakan Harta Haram, Salah Satunya Doa Tidak Diijabah
3 Bahaya Memakan Harta Haram, Salah Satunya Doa Tidak Diijabah
Aktual
Tujuan Resepsi Pernikahan dalam Islam, Ternyata Bukan Sekadar Pesta
Tujuan Resepsi Pernikahan dalam Islam, Ternyata Bukan Sekadar Pesta
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar