Editor
KOMPAS.com-Persiapan puncak ibadah haji di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) terus dimatangkan.
Sejumlah pembaruan fasilitas mulai terlihat, termasuk pemasangan lantai tambahan yang lebih tebal di tenda jamaah dan penyediaan urinoir untuk mengurangi antrean toilet.
Dilansir dari MUI, Tim Media Center Haji (MCH) bersama petugas Satgas Operasi Armuzna meninjau langsung kesiapan infrastruktur di kawasan tersebut. Pembaruan fasilitas ini diharapkan dapat mendukung kenyamanan dan kelancaran ibadah jamaah haji.
Baca juga: Wukuf 2026 Lebih Tertata, Tenda Arafah Kini Punya Identitas Lengkap Penghuni
Di kawasan Arafah, sejumlah fasilitas baru telah dipasang untuk meningkatkan kenyamanan jamaah. Lorong antar-tenda kini dilengkapi dengan kamera pengawas CCTV untuk memastikan keamanan jamaah selama 24 jam.
Di dalam tenda, tanah gurun dilapisi dengan lantai tambahan yang bertujuan untuk menjaga permukaan tetap rata sekaligus mengurangi panas dari tanah.
Lantai tersebut akan dipasang karpet dan kasur busa baru. Setiap jamaah juga akan mendapatkan kasur lengkap dengan bantal, seprai, dan selimut. Untuk mengatasi suhu ekstrem di Arafah, setiap tenda dilengkapi dengan dua hingga tiga unit pendingin ruangan (AC).
Perbaikan juga dilakukan pada fasilitas sanitasi di kawasan Arafah. Selain menyediakan toilet jongkok dan duduk, area toilet kini dilengkapi dengan tangga dan jalur ramah disabilitas.
Penyediaan urinoir di luar toilet pria juga ditambahkan untuk mengurangi kepadatan antrean bagi jamaah yang hanya ingin buang air kecil.
Baca juga: Hari Arafah 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi dan Keutamaannya
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke kawasan Mina, di mana petugas memeriksa kesiapan kasur dan fasilitas lainnya. Petugas juga memberikan sejumlah catatan evaluasi kepada pihak syarikah untuk memastikan kekurangan yang masih ada segera diselesaikan.
Kepala Bidang Perlindungan Jamaah (Linjam) PPIH Arab Saudi Muftiono mengatakan, progres persiapan tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding pengecekan sebelumnya.
“Pada saat awal kita melakukan pengecekan progres baru mencapai sekitar 60 persen. Hari ini alhamdulillah sudah sangat luar biasa perubahannya,” ujar Muftiono di Mina.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang