Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari Arafah 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi dan Keutamaannya

Kompas.com, 9 Mei 2026, 14:53 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Umat Islam di berbagai penjuru dunia mulai bersiap menyambut datangnya bulan Zulhijah 1447 Hijriah, salah satu bulan paling mulia dalam kalender Islam.

Di antara hari-hari istimewa pada bulan tersebut, Hari Arafah menjadi momen yang paling dinanti karena menyimpan keutamaan besar, baik bagi jemaah haji di Tanah Suci maupun Muslim yang beribadah dari rumah.

Lalu, Hari Arafah 2026 jatuh pada tanggal berapa? Apa saja keutamaan dan amalan yang dianjurkan pada hari tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya.

Baca juga: Dzikir dan Doa Hari Arafah, Bacaan yang Dianjurkan Saat Wukuf

Prediksi Hari Arafah 2026

Hari Arafah diperingati setiap 9 Zulhijah, sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) RI, Hari Arafah 1447 H diperkirakan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026.

Namun, dalam sistem kalender Hijriah, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam. Artinya, malam Arafah sudah dimulai sejak Senin, 25 Mei 2026 selepas magrib.

Meski demikian, tanggal tersebut masih berupa prediksi hisab dan belum bersifat final. Pemerintah Indonesia melalui Kemenag RI nantinya tetap akan menetapkan awal Zulhijah melalui sidang isbat yang digelar pada akhir bulan Zulkaidah.

Perbedaan metode rukyat dan hisab juga memungkinkan adanya perbedaan penetapan tanggal di sejumlah negara, termasuk Arab Saudi.

Mengapa Hari Arafah Sangat Istimewa?

Hari Arafah bukan sekadar penanda menjelang Idul Adha. Dalam ajaran Islam, hari ini memiliki kedudukan yang sangat agung karena menjadi waktu pelaksanaan wukuf di Padang Arafah, yang merupakan rukun paling utama dalam ibadah haji.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bahkan menegaskan:

Al-hajju ‘Arafah

“Haji itu adalah Arafah.” (HR Tirmidzi)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa inti pelaksanaan haji terletak pada wukuf di Arafah. Tanpa wukuf, ibadah haji dianggap tidak sah.

Dikutip dari buku 12 Bulan Mulia karya Abdurrahman Ahmad As, Hari Arafah termasuk salah satu hari paling utama dalam sepuluh hari pertama Zulhijah yang penuh keberkahan.

Pada hari itu, jutaan jemaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa, berzikir, dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Baca juga: Jadwal dan Niat Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah Mei 2026 Lengkap dengan Keutamaannya

Hari Pembebasan dari Api Neraka

Keutamaan Hari Arafah juga dijelaskan dalam banyak hadits Nabi Muhammad SAW. Salah satu yang paling terkenal adalah riwayat dari Aisyah RA.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tiada hari ketika Allah lebih banyak membebaskan hamba dari api neraka selain Hari Arafah.” (HR Muslim)

Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi dijelaskan bahwa Hari Arafah menjadi momentum turunnya rahmat dan ampunan Allah SWT dalam jumlah yang sangat besar.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, istigfar, takbir, tahmid, dan amal saleh lainnya pada hari tersebut.

Sebagian ulama bahkan menyebut Hari Arafah sebagai salah satu waktu terbaik untuk memanjatkan doa karena doa pada hari itu memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Puasa Arafah dan Keutamaannya

Bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, salah satu amalan paling dianjurkan adalah puasa sunnah Arafah pada 9 Zulhijah.

Dalam buku Fiqih karya Hasbiyallah dijelaskan bahwa puasa Arafah termasuk puasa sunnah paling utama karena bertepatan dengan momen wukuf para jemaah haji di Arafah.

Keutamaan puasa Arafah dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Qatadah RA:

“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim)

Hadits tersebut menjadi alasan mengapa puasa Arafah selalu menjadi amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam di seluruh dunia.

Namun, jumhur ulama sepakat puasa Arafah tidak dianjurkan bagi jemaah yang sedang wukuf di Arafah karena dikhawatirkan melemahkan kondisi fisik mereka selama menjalankan puncak ibadah haji.

Dalam riwayat Abu Hurairah RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW melarang puasa Arafah bagi orang yang sedang berada di Arafah.

Baca juga: Dzikir 10 Hari Dzulhijjah yang Dianjurkan, Lengkap Takbir hingga Doa Arafah

Tata Cara Puasa Arafah

Pelaksanaan puasa Arafah pada dasarnya sama seperti puasa sunnah lainnya. Yang membedakan hanyalah niat dan waktu pelaksanaannya.

Dikutip dari buku Fiqih Puasa karya Dr. Thoat Stiawan dkk, berikut tata cara puasa Arafah:

1. Membaca Niat

Niat puasa Arafah dapat dibaca sejak malam hari hingga sebelum waktu zuhur selama belum makan dan minum.

Berikut bacaan niat puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ‘Arafata sunnatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya berniat puasa Arafah sunnah karena Allah Ta’ala.”

2. Makan Sahur

Meski puasa sunnah, umat Islam tetap dianjurkan makan sahur karena mengandung keberkahan sebagaimana sunnah Rasulullah SAW.

3. Menjaga Perilaku dan Lisan

Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga ucapan, emosi, dan perilaku dari hal-hal yang dapat mengurangi pahala.

4. Memperbanyak Doa dan Zikir

Hari Arafah dikenal sebagai salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak istigfar, doa, membaca Al Quran, serta zikir.

5. Menyegerakan Berbuka

Saat waktu magrib tiba, umat Islam dianjurkan segera berbuka sebagaimana sunnah Nabi Muhammad SAW.

Momentum Spiritual Menjelang Idul Adha

Hari Arafah tidak hanya identik dengan puasa sunnah, tetapi juga menjadi momentum refleksi spiritual menjelang Hari Raya Idul Adha.

Di saat jutaan jemaah haji berkumpul di Padang Arafah mengenakan pakaian ihram serba putih, umat Islam di berbagai negara juga dianjurkan memperbanyak ibadah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

Dalam buku Rahasia Ibadah Haji dan Umrah karya Imam Al-Ghazali disebutkan bahwa wukuf di Arafah menggambarkan suasana manusia saat dikumpulkan di Padang Mahsyar pada hari kiamat.

Oleh karena itu, Hari Arafah menjadi pengingat tentang pentingnya taubat, keikhlasan, dan persiapan menuju kehidupan akhirat.

Tak heran jika banyak umat Islam memanfaatkan hari tersebut untuk memperbanyak amal, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.

Di tengah kesibukan dunia modern, Hari Arafah menjadi salah satu momen spiritual yang selalu dirindukan umat Islam setiap tahunnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar