Editor
KOMPAS.com-Hari Arafah merupakan puncak ibadah haji yang berlangsung pada 9 Zulhijah.
Pada hari itu, jemaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf sebagai inti dari rangkaian manasik haji.
Rasulullah SAW menegaskan keutamaan wukuf di Arafah melalui sabdanya yang menyebut bahwa haji adalah Arafah.
Pada momentum tersebut, jemaah dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, istighfar, dan permohonan ampun kepada Allah SWT.
Baca juga: Kisah Ays, Jemaah Haji Termuda Malang yang Ikut Ujian Sekolah dari Tanah Suci
Dilansir dari laman MUI, Hari Arafah memiliki kedudukan sangat agung dalam ibadah haji.
Rasulullah SAW bersabda:
الْحَجُّ عَرَفَةُ
“Haji itu adalah Arafah.” (HR Tirmidzi)
Hadis ini menegaskan bahwa wukuf di Padang Arafah menjadi bagian inti dari ibadah haji.
Biasanya pada Hari Arafah, para jemaah haji berkumpul dalam keadaan tunduk dan penuh harap.
Mereka memperbanyak doa, dzikir, istighfar, serta tangisan taubat di hadapan Allah SWT.
Baca juga: Via Aplikasi Tawakkalna Izin Haji Kini Bisa Diakses Sebelum Berangkat
Salah satu dzikir dan doa utama yang dianjurkan dibaca ketika berada di Arafah adalah dzikir tauhid.
Dzikir ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan dalam sejumlah kitab hadis.
Dalam kitab Al-Mushannaf, Ibnu Abi Syaibah mencatat riwayat dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah, bahwa Rasulullah bersabda:
أَكْثَرُ دُعَائِي وَدُعَاءِ الْأَنْبِيَاءِ قَبْلِي بِعَرَفَةَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Doa yang paling banyak aku panjatkan dan begitu juga para nabi sebelumku di Hari Arafah adalah:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
(Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).”
Baca juga: Keutamaan Puasa Arafah 9 Zulhijah: Hapus Dosa 2 Tahun
Doa lain yang diriwayatkan dalam Al-Mushannaf
Dalam kelanjutan riwayat yang disebutkan Ibnu Abi Syaibah, terdapat doa lain yang dapat dibaca pada Hari Arafah.
Lafaz doa tersebut adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا، اللَّهُمَّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ وَسْوَاسِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ وَفِتْنَةِ الْقَبْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فِي اللَّيْلِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فِي النَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ مَا تَهُبُّ بِهِ الرِّيَاحُ، وَمِنْ شَرِّ بَوَائِقِ الدَّهْرِ
“Ya Allah, jadikanlah cahaya di dalam hatiku, cahaya pada pendengaranku, dan cahaya pada penglihatanku. Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan aku berlindung kepada-Mu dari bisikan hati yang buruk, dari kekacauan urusan, dan dari fitnah kubur. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang masuk pada malam hari, dari keburukan yang masuk pada siang hari, dari keburukan yang dibawa oleh hembusan angin, dan dari segala bencana serta malapetaka zaman.” (Al-Mushannaf [Madinah: Maktabah al-‘Ulum wa al-Hikam], juz 6, h. 84)
Dalam periwayatan yang berbeda dengan substansi yang sama, hadis tentang dzikir tauhid tersebut juga dicatat oleh ath-Thabrani dalam Ad-Du‘a’, at-Tirmidzi dalam As-Sunan, dan Imam Malik dalam Al-Muwaththa’.
Adapun riwayat yang paling kuat adalah dzikir tauhid tanpa disertai doa tambahan.
Menurut sebagian ulama, dzikir tauhid itu sendiri sudah mengandung makna doa.
Karena itu, dzikir tersebut dianjurkan dibaca oleh jemaah haji saat wukuf di Arafah, sekaligus dapat diamalkan umat Islam pada Hari Arafah di mana pun berada.
Baca juga: Awal Mula Wukuf di Arafah, Kisah Pertemuan Nabi Adam dan Hawa
Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi bi Syarh Jami‘ at-Tirmidzi, Al-Mubarakfuri menyebutkan bahwa hadis tentang dzikir di Hari Arafah memiliki sanad yang hasan atau baik.
Riwayat Imam Ahmad juga menegaskan hadis tersebut melalui sanad yang para perawinya dinilai tsiqah.
Penjelasan ini menunjukkan bahwa dzikir tauhid sangat dianjurkan untuk dibaca pada Hari Arafah.
Anjuran tersebut terutama berlaku bagi jemaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah.
Meski demikian, umat Islam yang tidak berhaji juga dapat membaca dzikir dan doa tersebut pada Hari Arafah.
Pada hari yang mulia ini, setiap muslim dianjurkan menghadirkan hati, memperbanyak doa, dan memohon ampunan kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan, harap, dan ketundukan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang