Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puasa Daud: Niat, Tata Cara, Keutamaan, dan Hukumnya Lengkap

Kompas.com, 8 Mei 2026, 17:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di antara berbagai amalan sunnah dalam Islam, Puasa Daud sering disebut sebagai salah satu ibadah yang paling istimewa.

Puasa ini dikenal sebagai puasa sunnah terbaik karena dilakukan secara seimbang, sehari berpuasa dan sehari berbuka.

Bagi sebagian Muslim, Puasa Daud bukan hanya latihan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga jalan spiritual untuk melatih kesabaran, kedisiplinan, hingga pengendalian diri.

Tak sedikit pula yang meyakini bahwa rutin menjalankan Puasa Daud membawa perubahan besar dalam hidup, mulai dari ketenangan hati hingga kemudahan rezeki.

Lalu, seperti apa sebenarnya Puasa Daud menurut ajaran Islam? Bagaimana niat, tata cara, hukum, serta keutamaannya? Berikut penjelasan lengkapnya.

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Bayar Utang Puasa? Ini Penjelasan Ulama 4 Mazhab

Apa Itu Puasa Daud?

Puasa Daud adalah puasa sunnah yang dilakukan secara selang-seling, yakni sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa.

Puasa ini dinamakan Puasa Daud karena merupakan amalan Nabi Daud AS yang disebut dalam banyak hadis Rasulullah SAW sebagai puasa paling utama.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Daud, beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari.”

Dalam buku Fiqih Islam wa Adillatuhu karya Wahbah Az-Zuhaili dijelaskan bahwa para ulama sepakat Puasa Daud termasuk puasa sunnah yang sangat dianjurkan bagi Muslim yang mampu menjalankannya secara konsisten.

Berbeda dengan puasa sunnah biasa, Puasa Daud dianggap sebagai bentuk ibadah yang seimbang karena tetap memperhatikan hak tubuh, keluarga, dan aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Puasa Sunnah Apa Saja di Mei 2026? Ini Jadwal dan Niat Lengkapnya

Mengapa Puasa Daud Disebut Puasa Terbaik?

Rasulullah SAW menyebut Puasa Daud sebagai puasa sunnah paling utama karena tidak berlebihan, tetapi tetap memiliki nilai ibadah yang sangat tinggi.

Dalam hadis lain, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Tidak ada puasa yang lebih utama daripada puasa Daud.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut muncul ketika Abdullah bin Amr bin Ash ingin beribadah secara berlebihan dengan puasa setiap hari dan qiyamul lail sepanjang malam.

Namun Rasulullah SAW mengingatkan bahwa tubuh manusia memiliki hak untuk dijaga.
Karena itu, Nabi menganjurkan pola puasa yang lebih seimbang, yaitu Puasa Daud.

Dalam buku Fikih Empat Mazhab karya Abdurrahman Al-Juzairi dijelaskan bahwa hikmah terbesar Puasa Daud adalah menjaga keseimbangan antara ibadah dan kebutuhan fisik manusia.

Puasa ini melatih konsistensi tanpa membuat tubuh lemah secara berlebihan.

Keutamaan Puasa Daud

1. Puasa yang Paling Dicintai Allah

Keutamaan terbesar Puasa Daud adalah disebut langsung oleh Rasulullah SAW sebagai puasa yang paling dicintai Allah SWT.

Hal ini menunjukkan tingginya nilai ibadah tersebut dibanding puasa sunnah lainnya.
Dalam buku Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa amalan yang paling dicintai Allah bukan selalu yang paling berat, tetapi yang paling istiqamah dan seimbang.

2. Melatih Pengendalian Diri

Puasa Daud mengajarkan disiplin dan kontrol diri karena dilakukan terus-menerus secara bergantian.

Seseorang belajar mengatur pola makan, emosi, hingga menjaga perilaku selama berpuasa.
Dalam buku Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga melatih hati agar lebih dekat kepada Allah SWT.

3. Menjaga Keseimbangan Ibadah dan Kehidupan

Berbeda dengan puasa setiap hari yang berpotensi melemahkan tubuh, Puasa Daud dianggap lebih adil karena memberi waktu istirahat bagi fisik.

Karena itu Rasulullah SAW melarang umatnya berlebihan dalam ibadah hingga melupakan hak tubuh dan keluarga.

4. Menjadi Latihan Spiritual

Banyak ulama menjelaskan bahwa Puasa Daud membantu seseorang menjaga konsistensi ibadah jangka panjang.

Dalam buku Minhajul Abidin karya Imam Al-Ghazali disebutkan bahwa amalan yang dilakukan terus-menerus lebih dicintai Allah dibanding amalan besar tetapi hanya sesaat.

Baca juga: Jadwal Puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah 2026 Lengkap Niatnya

Tata Cara Puasa Daud

Secara umum, tata cara Puasa Daud tidak berbeda dengan puasa sunnah lainnya.
Berikut langkah-langkahnya:

Niat Puasa Daud

Niat dilakukan pada malam hari sebelum fajar.

Lafaz niat yang umum dibaca:

نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Dauda sunnatan lillahi ta‘ala.

Artinya: “Saya niat puasa Daud sunnah karena Allah Ta’ala.”

Meski demikian, para ulama menegaskan bahwa letak niat sebenarnya ada di dalam hati.

Sahur

Sahur sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Bersahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan

Selama berpuasa, seseorang wajib menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.

Selain itu, puasa juga harus dijaga dari ghibah, dusta, dan perbuatan maksiat lainnya.

Berbuka Saat Maghrib

Ketika matahari terbenam, puasa segera dibuka sebagaimana sunnah Rasulullah SAW.

Apakah Puasa Daud Boleh Digabung dengan Puasa Lain?

Sebagian ulama menjelaskan bahwa Puasa Daud tidak dianjurkan digabung secara berlebihan dengan puasa sunnah lain hingga memberatkan tubuh.

Karena inti dari Puasa Daud adalah keseimbangan.

Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW menegaskan:

“Tidak ada yang lebih utama dari itu.”

Artinya, Puasa Daud sudah menjadi batas maksimal puasa sunnah terbaik yang dianjurkan.

Baca juga: Niat Puasa Senin Kamis, Doa Berbuka, dan Keutamaan Menurut Hadits

Kisah dan Pengalaman Orang yang Menjalankan Puasa Daud

Di tengah masyarakat, banyak kisah tentang orang yang istiqamah menjalankan Puasa Daud lalu merasakan perubahan besar dalam hidupnya.

Sebagian mengaku lebih tenang, lebih mudah mengendalikan emosi, hingga merasa lebih dekat kepada Allah SWT.

Dalam buku Agar Hati Selalu Dekat dengan Allah karya Ustaz Salim A. Fillah, disebutkan bahwa puasa sunnah yang dilakukan secara konsisten sering menjadi sarana pembentukan karakter dan kebeningan hati.

Meski demikian, para ulama mengingatkan agar tujuan utama Puasa Daud tetap dilandasi niat ibadah, bukan semata mengejar manfaat duniawi.

Siapa yang Dianjurkan Menjalankan Puasa Daud?

Puasa Daud dianjurkan bagi Muslim yang sehat, mampu secara fisik, dan tidak terganggu aktivitas wajibnya.

Namun bagi orang sakit, lansia, ibu hamil, atau mereka yang memiliki pekerjaan berat, Islam tidak memaksa menjalankan puasa sunnah ini.

Dalam Islam, menjaga kesehatan dan keseimbangan hidup tetap menjadi bagian penting dari ibadah.

Puasa yang Mengajarkan Keseimbangan

Puasa Daud bukan hanya tentang menahan lapar secara bergantian, tetapi juga tentang belajar hidup seimbang.

Ibadah ini mengajarkan bahwa kedekatan kepada Allah SWT tidak harus dilakukan secara berlebihan hingga menyiksa diri.

Justru melalui konsistensi, kesabaran, dan pengendalian diri, seorang Muslim perlahan membentuk kualitas spiritual yang lebih matang.

Karena itu, Puasa Daud tidak hanya dikenal sebagai puasa sunnah terbaik, tetapi juga sebagai latihan menjaga keseimbangan antara ibadah, tubuh, dan kehidupan sehari-hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
5 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia yang Masih Lestari, dari Mabit hingga Tabuik
5 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia yang Masih Lestari, dari Mabit hingga Tabuik
Aktual
10 Doa agar Terhindar dari Fitnah Akhir Zaman dan Dajjal
10 Doa agar Terhindar dari Fitnah Akhir Zaman dan Dajjal
Doa dan Niat
6 Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara, dari Indonesia hingga Mesir
6 Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara, dari Indonesia hingga Mesir
Aktual
Surah Al Mulk, Amalan Malam yang Disebut Menyelamatkan dari Azab Kubur
Surah Al Mulk, Amalan Malam yang Disebut Menyelamatkan dari Azab Kubur
Doa dan Niat
Hidup Sezaman Nabi Muhammad, Ratu Shima Viral hingga Jazirah Arab
Hidup Sezaman Nabi Muhammad, Ratu Shima Viral hingga Jazirah Arab
Aktual
Sejarah Kota Mekkah, Tempat Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Pusat Peradaban Islam
Sejarah Kota Mekkah, Tempat Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Pusat Peradaban Islam
Aktual
Surah Al Ikhlas Hanya 4 Ayat, Mengapa Setara Sepertiga Al-Qur'an?
Surah Al Ikhlas Hanya 4 Ayat, Mengapa Setara Sepertiga Al-Qur'an?
Doa dan Niat
7 Amalan Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, Dari Muhasabah hingga Puasa Muharram
7 Amalan Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, Dari Muhasabah hingga Puasa Muharram
Aktual
7 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia, dari Pawai Obor hingga Tabuik
7 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia, dari Pawai Obor hingga Tabuik
Aktual
Puasa Muharram 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal Lengkap, Niat, dan Keutamaannya
Puasa Muharram 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal Lengkap, Niat, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Jadikan Muharram Momentum Hijrah Spiritual
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Jadikan Muharram Momentum Hijrah Spiritual
Aktual
Tahun Baru Islam 2026 Tanggal Berapa? Cek Tanggal dan Jadwal Liburnya
Tahun Baru Islam 2026 Tanggal Berapa? Cek Tanggal dan Jadwal Liburnya
Aktual
Kemenhaj Bagikan 4 Tips Terhindar dari Badal Haji Fiktif
Kemenhaj Bagikan 4 Tips Terhindar dari Badal Haji Fiktif
Aktual
Arab Saudi Buka Wisata Safari Satwa Liar, 10.000 Hewan Dilepas ke Alam
Arab Saudi Buka Wisata Safari Satwa Liar, 10.000 Hewan Dilepas ke Alam
Aktual
Kemenag Gelar Nikah Massal Sambut 1 Muharam 1448 H, Peserta Dapat Modal Usaha
Kemenag Gelar Nikah Massal Sambut 1 Muharam 1448 H, Peserta Dapat Modal Usaha
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com