Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Haji 2026, Saudi Siapkan Call Center 24 Jam dalam 11 Bahasa

Kompas.com, 8 Mei 2026, 14:21 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang puncak musim haji 1447 Hijriah, pemerintah Arab Saudi terus memperkuat layanan bagi jutaan jemaah dari berbagai negara.

Salah satu langkah terbaru yang disiapkan adalah peningkatan layanan call center terpadu 24 jam yang dapat diakses jemaah dalam 11 bahasa internasional.

Dilansir dari Saudi Gazette, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyediakan nomor layanan terpadu 1966 untuk membantu jemaah mendapatkan informasi, menyampaikan keluhan, hingga meminta bantuan darurat selama berada di Tanah Suci.

Layanan ini menjadi bagian dari transformasi digital dan peningkatan kualitas pelayanan haji yang terus dikembangkan Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir.

Bagi jutaan Muslim yang datang dari berbagai belahan dunia, keberadaan pusat bantuan multibahasa dinilai penting untuk mempermudah komunikasi saat menghadapi kendala di lapangan.

Baca juga: Saudi Tegaskan Jamaah Haji 2026 Wajib Izin Resmi, Tak Ada Jalur Lain

Call Center Haji Aktif 24 Jam Nonstop

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menjelaskan bahwa call center 1966 akan beroperasi penuh selama 24 jam setiap hari selama musim haji berlangsung.

Melalui layanan tersebut, jemaah dapat memperoleh berbagai informasi penting terkait pelaksanaan ibadah haji, transportasi, akomodasi, layanan kesehatan, hingga pelaporan situasi darurat.

Tak hanya itu, jemaah juga dapat menyampaikan pengaduan apabila mengalami masalah pelayanan selama berada di Makkah, Madinah, maupun kawasan armuzna seperti Mina, Muzdalifah, dan Arafah.

Pemerintah Saudi menegaskan bahwa sistem ini dirancang agar setiap laporan dapat ditangani secara cepat dan efisien melalui koordinasi lintas lembaga dalam satu jaringan terpadu.

Dalam buku Hajj and the Global Muslim World karya Barbara D. Metcalf dijelaskan bahwa pengelolaan haji modern membutuhkan sistem layanan publik yang sangat kompleks karena melibatkan jutaan manusia dengan latar belakang bahasa dan budaya berbeda.

Karena itu, layanan komunikasi multibahasa menjadi salah satu aspek penting dalam manajemen haji modern.

Tersedia dalam 11 Bahasa untuk Jemaah Dunia

Salah satu hal yang paling disorot dari layanan ini adalah tersedianya dukungan dalam 11 bahasa internasional.

Kebijakan tersebut dilakukan agar jemaah dari berbagai negara dapat berkomunikasi tanpa hambatan bahasa saat membutuhkan bantuan.

Meski pemerintah Saudi belum merinci seluruh daftar bahasa yang tersedia, layanan ini diperkirakan mencakup bahasa-bahasa utama yang paling banyak digunakan jemaah haji dunia, termasuk Arab, Inggris, Urdu, Turki, Melayu, hingga bahasa-bahasa Asia dan Afrika lainnya.

Dalam praktiknya, sistem panggilan akan secara otomatis menghubungkan jemaah dengan petugas yang memiliki kemampuan bahasa dan keahlian sesuai kebutuhan pelapor.

Hal ini dinilai penting mengingat musim haji merupakan salah satu pertemuan manusia terbesar di dunia.

Data Kementerian Haji Arab Saudi menunjukkan bahwa setiap tahun jutaan jemaah dari lebih 180 negara datang ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji.

Baca juga: Saudi Gelar Pelatihan Petugas Masjid Nabawi Jelang Musim Haji 2026

Didukung Teknologi dan Staf Terlatih

Pusat layanan terpadu ini disebut menggunakan infrastruktur teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi penanganan panggilan.

Petugas call center bekerja menggunakan sistem manajemen komunikasi terintegrasi yang memungkinkan laporan jemaah diproses lebih cepat dan akurat.

Selain menerima panggilan, personel juga bertugas melakukan tindak lanjut terhadap setiap keluhan dengan berkoordinasi bersama instansi terkait.

Dalam buku Digital Transformation in the Gulf Cooperation Council Countries karya Muna Al-Shammari dijelaskan bahwa Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir memang gencar melakukan digitalisasi layanan publik, termasuk di sektor pelayanan haji dan umrah.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari visi besar Saudi Vision 2030 yang menargetkan peningkatan kualitas layanan bagi tamu Allah dari seluruh dunia.

Upaya Saudi Mengelola Jutaan Jemaah Haji

Musim haji selalu menghadirkan tantangan besar bagi pemerintah Arab Saudi.
Selain mengatur pergerakan jutaan jemaah di area terbatas, pemerintah juga harus memastikan layanan kesehatan, keamanan, transportasi, konsumsi, hingga komunikasi berjalan lancar.

Oleh karena itu, berbagai inovasi teknologi terus dikembangkan setiap tahun.

Dalam buku The Hajj: Pilgrimage in Islam karya F. E. Peters disebutkan bahwa haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga operasi logistik berskala global yang membutuhkan koordinasi sangat rumit.

Call center multibahasa menjadi salah satu bagian penting dari sistem tersebut karena memungkinkan jemaah mendapatkan bantuan secara cepat saat menghadapi persoalan di lapangan.

Baca juga: Kemenag Minta Jemaah di Makkah dan Madinah Gunakan Aplikasi Kawal Haji untuk Kirim Aduan

Jemaah Indonesia Juga Punya Aplikasi Pengaduan

Selain layanan dari pemerintah Saudi, pemerintah Indonesia juga menyediakan sistem pelaporan khusus bagi jemaah haji asal Tanah Air.

Melalui aplikasi Kawal Haji, jemaah dapat melaporkan berbagai persoalan yang terjadi selama menjalankan ibadah haji.

Pelaksana Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kantor Urusan Haji Jeddah, Ali Sadikin menjelaskan bahwa aplikasi tersebut dirancang sebagai saluran pelaporan terpadu untuk jemaah maupun petugas lapangan.

Laporan yang dapat disampaikan meliputi masalah konsumsi, akomodasi, transportasi, kesehatan, layanan ibadah, hingga situasi darurat seperti jemaah hilang atau barang tercecer.

Dengan adanya sistem digital seperti ini, penanganan persoalan jemaah diharapkan menjadi lebih cepat dan terkoordinasi.

Pelayanan Haji Semakin Modern

Perkembangan teknologi membuat penyelenggaraan ibadah haji terus mengalami perubahan besar dari tahun ke tahun.

Jika dahulu layanan jemaah masih banyak dilakukan secara manual, kini sebagian besar sistem mulai terintegrasi secara digital, mulai dari visa elektronik, aplikasi navigasi, layanan kesehatan, hingga pusat bantuan multibahasa.

Langkah Arab Saudi menghadirkan call center haji 24 jam dalam 11 bahasa menunjukkan bagaimana pelayanan kepada jemaah kini semakin modern dan responsif.

Di tengah padatnya aktivitas musim haji, akses komunikasi yang mudah menjadi hal penting agar para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman, nyaman, dan tenang di Tanah Suci.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Semoga Cepat Sembuh dalam Islam: Ucapan, Doa, dan Adab Menjenguk Orang Sakit
Semoga Cepat Sembuh dalam Islam: Ucapan, Doa, dan Adab Menjenguk Orang Sakit
Doa dan Niat
50.000 Masjid dan Musala Serentak Dibersihkan, dari Toilet hingga Selokan
50.000 Masjid dan Musala Serentak Dibersihkan, dari Toilet hingga Selokan
Aktual
Dari Kepiting hingga Mangrove, Kemenag Bidik Golo Sepang Jadi Kampung Zakat
Dari Kepiting hingga Mangrove, Kemenag Bidik Golo Sepang Jadi Kampung Zakat
Aktual
Muktamar Ke-35 di Jombang dan Blueprint Abad Kedua: Pesantren Transformatif dan Penyiapan SDM Unggul
Muktamar Ke-35 di Jombang dan Blueprint Abad Kedua: Pesantren Transformatif dan Penyiapan SDM Unggul
Aktual
Ada Mushaf Berusia 3 Abad di Kaki Gunung Hira, Begini Keistimewaannya
Ada Mushaf Berusia 3 Abad di Kaki Gunung Hira, Begini Keistimewaannya
Aktual
Tak Bisa Langsung Tentukan Halal-Haram, Ini 6 Tahapan Penetapan Fatwa
Tak Bisa Langsung Tentukan Halal-Haram, Ini 6 Tahapan Penetapan Fatwa
Aktual
Pramuktamar NU Bahas Kripto hingga Pajak, Kiai Cholil Nafis: Belum Ada Keputusan, Baru Matangkan Materi
Pramuktamar NU Bahas Kripto hingga Pajak, Kiai Cholil Nafis: Belum Ada Keputusan, Baru Matangkan Materi
Aktual
Tak Sekadar Tempat Shalat, Ini Fungsi Masjid Zaman Rasulullah
Tak Sekadar Tempat Shalat, Ini Fungsi Masjid Zaman Rasulullah
Aktual
Cerita 97 Keluarga Nelayan Manggarai Barat Bangun Kemandirian dari Dana Zakat
Cerita 97 Keluarga Nelayan Manggarai Barat Bangun Kemandirian dari Dana Zakat
Aktual
MUI Ungkap Alasan Fatwa di Indonesia Tak Bisa Diseragamkan
MUI Ungkap Alasan Fatwa di Indonesia Tak Bisa Diseragamkan
Aktual
Pesan Penting Kiai Nuh: Kolaborasi, Bukan Kompetisi di Muktamar NU
Pesan Penting Kiai Nuh: Kolaborasi, Bukan Kompetisi di Muktamar NU
Aktual
Kelakar Cholil Nafis soal Ketum PBNU: Saya Tak Berani Mencalonkan Diri, Merasa Tidak Kompeten
Kelakar Cholil Nafis soal Ketum PBNU: Saya Tak Berani Mencalonkan Diri, Merasa Tidak Kompeten
Aktual
Tayamum: Tata Cara, Niat, Syarat, dan Hal-Hal yang Perlu Diketahui
Tayamum: Tata Cara, Niat, Syarat, dan Hal-Hal yang Perlu Diketahui
Doa dan Niat
Dua Hafidz Muda Kaltim Wakili Indonesia di MTQ Internasional Maroko
Dua Hafidz Muda Kaltim Wakili Indonesia di MTQ Internasional Maroko
Aktual
Doa Tahajud Farrah, Santri Medan yang Lolos Beasiswa S1-S2 dan Al-Azhar Kairo
Doa Tahajud Farrah, Santri Medan yang Lolos Beasiswa S1-S2 dan Al-Azhar Kairo
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar