Editor
KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau Jemaah calon haji Indonesia yang berada di Madinah maupun Makkah memanfaatkan aplikasi Kawal Haji untuk menyampaikan keluhan dan pengaduan selama di Tanah Suci.
Aplikasi tersebut disiapkan untuk mempermudah Jemaah melaporkan berbagai kebutuhan layanan haji secara cepat dan langsung.
Selain itu, Kemenhaj juga mengingatkan Jemaah menjaga kondisi kesehatan di tengah suhu panas ekstrem di Arab Saudi.
Baca juga: Ini Alasan KBIHU Diimbau Batasi Umrah Sunnah dan Tunda Tur Kota Jelang Puncak Haji Armuzna
Hingga hari ke-16 operasional haji 2026, pergerakan Jemaah dari Indonesia menuju Madinah dan Makkah masih berlangsung secara bertahap.
Juru Bicara Kemenhaj Suci Annisa mengatakan aplikasi Kawal Haji menjadi instrumen penting dalam mendukung layanan haji yang responsif, transparan, dan akuntabel.
“Aplikasi Kawal Haji menjadi instrumen penting dalam memastikan layanan yang responsif, transparan, dan akuntabel. Kami mengajak Jemaah dan keluarga untuk aktif memanfaatkannya,” ujar Suci di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Aplikasi Kawal Haji berfungsi sebagai wadah bagi Jemaah maupun petugas untuk melaporkan berbagai kebutuhan layanan penyelenggaraan ibadah haji secara cepat.
Melalui aplikasi tersebut, Jemaah dapat menyampaikan laporan terkait layanan konsumsi, akomodasi, transportasi, kesehatan, hingga laporan Jemaah atau barang hilang secara real-time.
Kemenhaj menjelaskan aplikasi Kawal Haji mengusung konsep crowdsourcing, sehingga seluruh laporan yang masuk dapat dipantau langsung oleh Jemaah dan petugas tanpa melalui proses penyaringan admin.
Dengan sistem tersebut, komunikasi antara Jemaah dan petugas diharapkan berjalan lebih cepat dan terbuka selama pelaksanaan ibadah haji.
Selain memanfaatkan aplikasi Kawal Haji, Jemaah calon haji juga diimbau menjaga kondisi fisik dengan membatasi aktivitas luar ruangan.
Kemenhaj menyebut suhu udara di Madinah dan Makkah saat ini dapat mencapai 37 hingga 39 derajat Celsius.
“Kami mengingatkan Jemaah untuk mengatur aktivitas sesuai kemampuan, cukup istirahat, dan menjaga asupan cairan. Jangan ragu melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami keluhan,” ujarnya.
Kemenhaj juga meminta seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) mematuhi ketentuan serta terus berkoordinasi dengan petugas resmi demi menjaga ketertiban dan keselamatan jemaah.
“Kolaborasi dan kepatuhan seluruh pihak menjadi kunci utama kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,” kata Suci.
Memasuki hari ke-16 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, sebanyak 250 kelompok terbang (kloter) dengan 97.139 orang Jemaah dan 996 petugas telah diberangkatkan dari Tanah Air.
Sementara itu, sebanyak 239 kloter dengan 92.739 Jemaah dan 952 petugas telah tiba di Madinah dan menempati akomodasi yang disiapkan.
Pergerakan Jemaah dari Madinah menuju Makkah juga terus berlangsung secara bertahap. Hingga kini tercatat 88 kloter dengan 34.244 Jemaah dan 352 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang