Editor
KOMPAS.com - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) membatasi pelaksanaan umrah sunnah serta menunda kegiatan tur kota ke luar Makkah.
Imbauan tersebut disampaikan menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
PPIH meminta pimpinan dan pembimbing KBIHU ikut mengedukasi jemaah calon haji agar tidak melakukan aktivitas berlebihan selama berada di Tanah Suci.
Baca juga: PPIH Imbau Jamaah Haji Gunakan Jasa Pendorong Kursi Roda Resmi di Masjidil Haram
Selain itu, setiap kegiatan umrah sunnah maupun tur kota juga diminta tetap dalam pengawasan dan pelaporan resmi kepada petugas.
PPIH Arab Saudi terus mengingatkan jemaah calon haji untuk mengurangi aktivitas yang tidak mendesak menjelang puncak ibadah haji.
Jemaah diimbau memanfaatkan waktu istirahat dengan baik agar kondisi tubuh tetap prima saat menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Langkah pembatasan umrah sunnah dan penundaan tur kota dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, keselamatan, serta kesehatan jemaah calon haji Indonesia selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Baca juga: Saudi Tegaskan Jamaah Haji 2026 Wajib Izin Resmi, Tak Ada Jalur Lain
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Erti Herlina, menegaskan pentingnya peran pimpinan dan pembimbing KBIHU dalam mengarahkan jemaah calon haji agar tidak memaksakan diri melakukan ibadah tambahan.
"Saat ini PPIH hanya mengizinkan pelaksanaan umrah sunah maksimal tiga kali sebelum masa Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Kebijakan ini murni ditujukan untuk melindungi kesehatan, keamanan, dan keselamatan para jemaah calon haji," ujar Erti di Makkah, Kamis (7/5/2026) seperti dilansir dari Antara.
Menurutnya, pembatasan umrah sunnah dilakukan agar kondisi fisik jemaah tetap terjaga saat memasuki puncak pelaksanaan ibadah haji yang membutuhkan stamina lebih besar.
Selain membatasi umrah sunnah, PPIH juga mengingatkan agar kegiatan tur kota tidak dilakukan hingga ke luar wilayah Kota Makkah.
Kebijakan tersebut sejalan dengan surat edaran resmi yang diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi guna menjaga kenyamanan jemaah calon haji selama berada di Tanah Suci.
PPIH menilai perjalanan wisata ke luar Makkah berpotensi membuat jemaah kelelahan sehingga dapat memengaruhi kesiapan mereka menghadapi fase Armuzna.
Sebagai langkah perlindungan dan pengawasan proaktif, setiap KBIHU yang tetap menyelenggarakan umrah sunnah maupun tur di area Kota Makkah diwajibkan melapor dan membuat surat pernyataan kepada kepala sektor masing-masing.
Erti menjelaskan surat pernyataan tersebut harus memuat rincian tujuan kegiatan serta jumlah jemaah calon haji yang mengikuti aktivitas tersebut.
"Hal ini sangat penting agar pergerakan jemaah calon haji terus termonitor dengan baik. Ketika jemaah calon haji berangkat dan pulang, jumlahnya harus sama.
Pimpinan KBIHU harus dapat memastikan keselamatan, keamanan, dan kesehatan jemaah calon haji tetap terjaga," kata Erti.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.