Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menyambut Idul Adha 2026: Tampil Elegan dan Modern dengan Tren "Simple Glam"

Kompas.com, 7 Mei 2026, 11:14 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber YouTube

KOMPAS.com - Perayaan Idul Adha selalu menjadi momen spesial untuk berkumpul bersama keluarga besar. Selain persiapan ibadah kurban, memilih busana yang tepat agar tampil menawan namun tetap santun tentu menjadi perhatian tersendiri.

Berdasarkan prediksi tren mode tahun 2026, gaya yang memadukan kesederhanaan dengan sentuhan kemewahan atau "simple elegant" akan menjadi primadona.

Berikut adalah panduan tren baju yang cocok untuk mempercantik penampilan Anda di Hari Raya Idul Adha 2026:

1. Gamis Kombinasi Brokat yang Mewah namun Santun

Gamis tetap menjadi pilihan utama untuk busana muslimah. Di tahun 2026, model gamis dengan kombinasi brokat diprediksi akan sangat populer.

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026: 10 Warna Paling Cocok untuk Kulit Sawo Matang, Bikin Wajah Auto Cerah

Brokat tidak lagi hanya digunakan untuk acara pesta formal, tetapi juga diadaptasi menjadi busana yang lebih fleksibel untuk berbagai usia, dari remaja hingga ibu-ibu.

Detail aksen renda (lace) pada bagian kerah, ujung lengan, atau sebagai hiasan pada blus juga akan memberikan kesan feminin dan berkelas saat bersilaturahmi.

2. Pilihan Warna: Antara "Icy Blue" yang Lembut atau Warna Primer yang Berani

Tahun 2026 menawarkan palet warna yang menarik. Jika Anda menyukai kesan yang tenang dan segar, warna icy blue adalah jawabannya. Warna ini sangat feminin, lembut, dan memberikan efek mencerahkan pada kulit, sehingga sangat cocok dipakai di pagi hari saat salat Id.

Namun, bagi Anda yang ingin tampil lebih mencolok dan penuh semangat, tahun 2026 juga akan didominasi oleh warna-warna primer yang cerah seperti biru kobalt, merah, hijau pekat, dan kuning matahari. Tipsnya, padukan warna berani ini dengan warna netral seperti camel agar penampilan tetap seimbang dan elegan.

3. Sentuhan Detail Manis: Manik-manik dan Bros Maksimalis

Untuk memberikan sedikit sentuhan glamor pada busana Idul Adha Anda, tren hiasan manik-manik (beading) pada ujung lengan atau bagian bawah baju bisa menjadi pilihan.

Selain itu, jangan ragu untuk menggunakan bros dalam ukuran besar atau dalam jumlah lebih dari satu (maksimalis) untuk menambah personalitas pada pakaian atau hijab Anda.

4. Alternatif Modern: Kulot yang Nyaman

Bagi Anda yang aktif dan ingin bergerak lebih bebas saat menyiapkan hidangan kurban, celana kulot kembali menjadi tren di tahun 2026. Model kulot terbaru akan hadir dengan potongan yang lebih santai (slouchy) dan rileks.

Anda bisa memadukannya dengan atasan kemeja berkerah yang rapi atau tunik panjang untuk tetap menjaga kesan sopan.

5. Aksesori Penutup: Ikat Pinggang Syal

Untuk memberikan bentuk pada busana yang longgar seperti gamis atau tunik, Anda bisa mencoba tren sabuk dari syal sutra atau tali rumbai.

Baca juga: Tren Baju Gamis Lebaran 2026 Mulai Ramai: Model “Gamis Bini Orang” hingga Warna Earth Tone Jadi Favorit

Mengikatkan sesuatu di pinggang tidak hanya mendefinisikan siluet tubuh, tetapi juga memberikan sentuhan gaya yang modern dan segar pada penampilan tradisional Anda.

Dengan perpaduan warna yang tepat dan detail yang manis, penampilan Anda di Idul Adha 2026 tidak hanya akan terlihat rapi untuk beribadah, tetapi juga modis untuk mengabadikan momen bersama orang-orang tercinta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
DPR Setujui Anggaran Kemenag Rp 41,8 Triliun untuk Madrasah dan Insentif Guru
DPR Setujui Anggaran Kemenag Rp 41,8 Triliun untuk Madrasah dan Insentif Guru
Aktual
Arab Saudi Mulai Panen Kurma Perdana, Varietas Sukkari hingga Khalas Siap Penuhi Pasar
Arab Saudi Mulai Panen Kurma Perdana, Varietas Sukkari hingga Khalas Siap Penuhi Pasar
Aktual
Hadiah untuk Pejabat dalam Perspektif Islam
Hadiah untuk Pejabat dalam Perspektif Islam
Aktual
Aisyiyah Usulkan Gizi Ibu dan Anak Jadi Prioritas Sejak Masa Darurat saat Bencana
Aisyiyah Usulkan Gizi Ibu dan Anak Jadi Prioritas Sejak Masa Darurat saat Bencana
Aktual
Kisah Ipang, WNI yang Sukses Jual 500 Porsi Bakso per Hari di Jabal Magnet Madinah
Kisah Ipang, WNI yang Sukses Jual 500 Porsi Bakso per Hari di Jabal Magnet Madinah
Aktual
Baznas Kaji Zakat Bantu Korban Pinjol Ilegal dan 'Human Trafficking'
Baznas Kaji Zakat Bantu Korban Pinjol Ilegal dan "Human Trafficking"
Aktual
Jemaah Berangsur Pulang, Bus Shalawat Berakhir Operasi 22 Juni 2026
Jemaah Berangsur Pulang, Bus Shalawat Berakhir Operasi 22 Juni 2026
Aktual
Tutup MTQ Disabilitas, Bahlil Dorong Regulasi Lebih Berpihak ke Penyandang Disabilitas
Tutup MTQ Disabilitas, Bahlil Dorong Regulasi Lebih Berpihak ke Penyandang Disabilitas
Aktual
Bahlil Puji Istikamah KH Chalwani dan Akan Bangunkan Asrama Ponpes
Bahlil Puji Istikamah KH Chalwani dan Akan Bangunkan Asrama Ponpes
Aktual
Gelombang Panas Ekstrem di Madinah Berlanjut, Suhu Diperkirakan Capai 47 Derajat Celsius
Gelombang Panas Ekstrem di Madinah Berlanjut, Suhu Diperkirakan Capai 47 Derajat Celsius
Aktual
Presiden Jeddah Astronomical Society Ungkap Kemunculan Fenomena Summer Solstice
Presiden Jeddah Astronomical Society Ungkap Kemunculan Fenomena Summer Solstice
Aktual
Gus Ma'shum Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah dalam Munas dan Konbes NU 2026
Gus Ma'shum Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah dalam Munas dan Konbes NU 2026
Aktual
393 Jemaah Haji Asal Gorontalo dari Kloter 28 Tiba di Makassar, Kloter 30 Bersiap Menyusul
393 Jemaah Haji Asal Gorontalo dari Kloter 28 Tiba di Makassar, Kloter 30 Bersiap Menyusul
Aktual
Seluruh Jemaah Haji Debarkasi Padang Telah Kembali ke Tanah Air, Operasional Resmi Berakhir
Seluruh Jemaah Haji Debarkasi Padang Telah Kembali ke Tanah Air, Operasional Resmi Berakhir
Aktual
Mengenang K.H. Maman Abdurahman, Ulama yang Menjaga Nilai Agama dengan Kata dan Perbuatan
Mengenang K.H. Maman Abdurahman, Ulama yang Menjaga Nilai Agama dengan Kata dan Perbuatan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com