Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saudi Gelar Pelatihan Petugas Masjid Nabawi Jelang Musim Haji 2026

Kompas.com, 7 Mei 2026, 09:50 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang puncak musim haji 2026, otoritas keagamaan Arab Saudi mulai memperkuat kualitas pelayanan bagi jutaan jemaah yang datang ke Tanah Suci.

Salah satu langkah terbaru dilakukan Kepala Presidensi Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Abdulrahman Al Sudais, dengan meluncurkan program pelatihan khusus bagi petugas pelayanan di Madinah.

Program bertajuk Enhancing Communication Skills with Visitors itu difokuskan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi petugas Masjid Nabawi dalam melayani jemaah dari berbagai negara.

Pelatihan tersebut juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam interaksi sehari-hari dengan para pengunjung Dua Masjid Suci.

“Inisiatif ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif dengan pengunjung Masjidil Haram dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam berinteraksi dengan mereka,” demikian keterangan resmi yang dikutip Arab News, Kamis (7/5/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari persiapan besar Arab Saudi menghadapi lonjakan jemaah haji dan umrah yang terus meningkat setiap tahun.

Tidak hanya fokus pada fasilitas fisik dan teknologi, Kerajaan Saudi kini juga memberi perhatian besar pada kualitas sumber daya manusia yang berinteraksi langsung dengan jemaah.

Baca juga: Jemaah Haji Lansia Diimbau Shalat di Hotel Saat Suhu Makkah di Atas 40 Derajat Celsius

Fokus pada Pelayanan Humanis di Dua Masjid Suci

Pelatihan yang diinisiasi Syekh Sudais tidak sekadar mengajarkan teknik komunikasi formal. Program itu juga diarahkan untuk membangun pendekatan pelayanan yang lebih empatik, ramah, dan profesional kepada para tamu Allah.

Petugas lapangan akan dibekali kemampuan menghadapi beragam karakter dan latar belakang jemaah, termasuk lansia, penyandang disabilitas, hingga jemaah yang mengalami kendala bahasa.

Dengan pendekatan tersebut, pengalaman ibadah di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi diharapkan menjadi lebih nyaman dan berkesan.

Syekh Sudais menekankan bahwa pelayanan terhadap jemaah bukan hanya tugas administratif, melainkan bagian dari kehormatan besar dalam melayani para tamu Allah di Tanah Suci.

Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan kapasitas SDM, kesiapan profesional, serta peningkatan kualitas kerja lapangan agar pelayanan di Dua Masjid Suci terus berkembang sesuai standar global.

Baca juga: Tarif Kursi Roda dan Golf Cart di Masjidil Haram untuk Jemaah Haji 2026

Arab Saudi Perkuat Standar Layanan Haji 2026

Program pelatihan ini sejalan dengan visi besar Arab Saudi dalam meningkatkan mutu pelayanan haji dan umrah.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kerajaan Saudi memang terus melakukan transformasi layanan berbasis teknologi, manajemen modern, dan penguatan kualitas petugas.

Berbagai layanan digital mulai diterapkan untuk memudahkan jemaah, mulai dari sistem pemantauan kepadatan, layanan penerjemah multibahasa, hingga pengelolaan arus manusia berbasis kecerdasan buatan.

Dalam buku The Hajj: Pilgrimage in Islam karya Eric Tagliacozzo dan Shawkat M. Toorawa dijelaskan bahwa pengelolaan haji modern tidak lagi hanya berkaitan dengan ritual ibadah, tetapi juga menyangkut sistem pelayanan manusia dalam skala global.

Haji disebut sebagai salah satu pergerakan massa terbesar di dunia yang membutuhkan manajemen, komunikasi, dan pelayanan tingkat tinggi.

Sementara itu, dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq disebutkan bahwa memuliakan tamu dan membantu orang yang menjalankan ibadah termasuk bagian dari akhlak Islam yang sangat dianjurkan.

Nilai inilah yang kini coba diperkuat dalam sistem pelayanan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Jemaah Indonesia Mulai Bersiap Hadapi Puncak Haji

Di sisi lain, jemaah haji Indonesia juga mulai memasuki tahapan penting menjelang Armuzna atau fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis Kementerian Agama RI, puncak ibadah haji 2026 akan berlangsung pada 26 Mei 2026, sementara pergerakan jemaah menuju Arafah dimulai sehari sebelumnya, yaitu 25 Mei 2026.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pun mulai mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik sejak dini.

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah dan KBIHU PPIH Daker Makkah, Erti Herlina, mengatakan bahwa sebelum Armuzna jemaah hanya dianjurkan melaksanakan umrah sunnah maksimal tiga kali.

Pembatasan tersebut dilakukan agar tenaga jemaah tidak terkuras sebelum menjalani rangkaian puncak ibadah haji yang cukup berat secara fisik.

Imbauan itu dinilai penting karena suhu di Arab Saudi mulai meningkat mendekati musim panas.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Saudi juga semakin ketat dalam mengatur mobilitas dan kesehatan jemaah demi mengurangi risiko kelelahan hingga gangguan kesehatan saat puncak haji.

Baca juga: Jemaah Haji Diimbau Tak City Tour di Luar Makkah, Umrah Sunah Maksimal Tiga Kali

Masjid Nabawi dan Tradisi Pelayanan Jemaah

Sebagai salah satu tempat paling suci dalam Islam setelah Masjidil Haram, Masjid Nabawi memiliki sejarah panjang dalam melayani umat Muslim dari berbagai penjuru dunia.

Masjid yang dibangun langsung oleh Nabi Muhammad itu setiap tahun menerima jutaan pengunjung yang datang untuk berziarah dan beribadah di Raudhah.

Dalam buku Ar-Raheeq Al-Makhtum karya Safiur Rahman Mubarakpuri dijelaskan bahwa Masjid Nabawi sejak masa Rasulullah bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, pelayanan sosial, hingga pembinaan umat.

Nilai pelayanan kepada umat itu kini diteruskan melalui berbagai program modern yang dikembangkan otoritas Saudi, termasuk pelatihan komunikasi bagi petugas masjid.

Pengalaman Spiritual Jadi Prioritas

Melalui program terbaru ini, Arab Saudi tampaknya ingin memastikan bahwa pengalaman spiritual jemaah tidak terganggu oleh persoalan teknis pelayanan.

Interaksi sederhana antara petugas dan jemaah dinilai dapat memberi pengaruh besar terhadap kenyamanan ibadah.

Pendekatan humanis yang ditekankan dalam pelatihan juga menjadi sinyal bahwa pelayanan haji masa kini tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas megah, tetapi juga membutuhkan sentuhan empati dan komunikasi yang baik.

Bagi jutaan Muslim yang datang ke Tanah Suci, pelayanan yang ramah dan membantu sering kali menjadi bagian penting dari pengalaman ibadah yang sulit dilupakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Cara Menunaikan Shalat Fardhu saat Darurat Bencana Gempa, Ada Keringanan
Cara Menunaikan Shalat Fardhu saat Darurat Bencana Gempa, Ada Keringanan
Aktual
Kapan Shalat Jamak Qashar Bisa Dilakukan? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Kapan Shalat Jamak Qashar Bisa Dilakukan? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Jarak Bepergian untuk Jamak Qashar Berapa Km? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Jarak Bepergian untuk Jamak Qashar Berapa Km? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya di Waktu Isya: Niat dan Tata Caranya
Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya di Waktu Isya: Niat dan Tata Caranya
Doa Harian
Allahu Akbar Kabiro: Bacaan Doa Iftitah Arab, Latin, Arti, dan Hukumnya
Allahu Akbar Kabiro: Bacaan Doa Iftitah Arab, Latin, Arti, dan Hukumnya
Doa Harian
Dari Wakaf 200.000 Orang hingga Aurora, Kisah Masjid Indonesia di Kanada
Dari Wakaf 200.000 Orang hingga Aurora, Kisah Masjid Indonesia di Kanada
Aktual
Momen Suami Nikita Willy Pimpin Sholat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Edmonton Kanada Tuai Pujian
Momen Suami Nikita Willy Pimpin Sholat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Edmonton Kanada Tuai Pujian
Aktual
MUI Haramkan Uang Pendaftaran untuk Hadiah Lomba Agustusan
MUI Haramkan Uang Pendaftaran untuk Hadiah Lomba Agustusan
Aktual
MUI: Pria Berkostum Perempuan saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram
MUI: Pria Berkostum Perempuan saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram
Aktual
Doa untuk Sambutan Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2026
Doa untuk Sambutan Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2026
Doa dan Niat
Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Akad Massal KPR 1.000 Guru Pesantren
Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Akad Massal KPR 1.000 Guru Pesantren
Aktual
Indonesia Tak Dapat Penghargaan Layanan Haji dari Arab Saudi, Komnas Haji Beri Catatan
Indonesia Tak Dapat Penghargaan Layanan Haji dari Arab Saudi, Komnas Haji Beri Catatan
Aktual
Bacaan Ayat Kursi Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Bacaan Ayat Kursi Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Doa Harian
Pesantren Besar Kini Boleh Bangun Dapur MBG Sendiri, Santri Lebih Mudah Dapat Makan Bergizi
Pesantren Besar Kini Boleh Bangun Dapur MBG Sendiri, Santri Lebih Mudah Dapat Makan Bergizi
Aktual
Benarkah Surat An-Nisa Ayat 34 Membolehkan Suami Memukul Istri? Ini Hasil Riset UIN Bandung
Benarkah Surat An-Nisa Ayat 34 Membolehkan Suami Memukul Istri? Ini Hasil Riset UIN Bandung
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar