Editor
KOMPAS.com - Menjelang Idul Adha, umat Islam mulai menentukan jenis hewan yang akan dijadikan kurban.
Ibadah ini tidak hanya soal kemampuan finansial, tetapi juga berkaitan dengan keutamaan (afdhal) dalam pelaksanaannya.
Di Indonesia, pilihan yang sering muncul adalah kurban satu kambing secara individu atau patungan satu ekor sapi untuk tujuh orang.
Baca juga: Hukum Kurban Ayam saat Idul Adha, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Dalam pemilihan hewan kurban, faktor kondisi ekonomi menjadi salah satu alasan dalam menentukan pilihan tersebut.
Di tengah masyarakat, praktik patungan sapi cukup umum dilakukan sebagai solusi bagi yang belum mampu berkurban secara individu.
Dengan sistem ini, tujuh orang dapat bersama-sama menunaikan ibadah kurban melalui satu ekor sapi.
Namun, muncul pertanyaan mengenai mana yang lebih utama, satu kambing secara pribadi atau 1/7 bagian sapi.
Baca juga: Kurban Sapi untuk 7 Orang atau 7 Keluarga? Ini Penjelasan Syariat dan Pendapat Ulama
Dilansir dari laman Baznas Kota Depok, sejumlah ulama menyebutkan bahwa kurban satu kambing secara individu lebih utama dibandingkan ikut patungan sapi atau unta.
Hal ini karena manfaat dari tujuh kambing dinilai lebih besar dibandingkan satu ekor sapi.
Imam As-Saerazi Asy-Syafi’i mengatakan,
“Kambing (sendirian) lebih baik dari pada urunan sapi tujuh orang. Karena orang yang berkurban bisa menumpahkan darah (menyembelih) sendirian.”
Selain itu, praktik yang sering dilakukan Nabi Muhammad adalah berkurban dengan hewan utuh, baik kambing, sapi, maupun unta, bukan dalam bentuk bagian seperti 1/7 sapi atau 1/10 unta.
Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menyimpulkan urutan keutamaan hewan kurban sebagai berikut:
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Ibnu Qassim Al-Ghazi yang menilai kambing lebih utama daripada patungan sapi, meskipun secara jenis hewan, unta dan sapi tetap lebih tinggi nilainya.
Berbagai pandangan ulama tersebut umumnya merujuk pada kondisi masyarakat Arab yang secara ekonomi lebih mampu berkurban secara individu.
Sementara di Indonesia, praktik patungan sapi menjadi solusi yang realistis bagi banyak kalangan.
Pada akhirnya, pelaksanaan kurban perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Jika patungan sapi menjadi pilihan terbaik, maka hal itu tetap sah dan bernilai ibadah. Sebaliknya, jika harga kambing lebih terjangkau, maka kurban individu juga dapat menjadi opsi yang lebih utama.
Niat dan keikhlasan tetap menjadi hal utama dalam ibadah kurban, baik dilakukan secara individu maupun bersama-sama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang