Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lagi Bertengkar? Ini Doa Nabi agar Hati Tenang & Dapat Solusi Terbaik

Kompas.com, 6 Mei 2026, 16:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di tengah kehidupan yang serba cepat, perselisihan kerap hadir tanpa diundang.

Ia bisa muncul dalam hubungan keluarga, pertemanan, bahkan urusan pekerjaan. Tak jarang, konflik yang kecil pun berkembang menjadi beban batin yang mengganggu ketenangan.

Dalam pandangan Islam, pertikaian bukan sekadar persoalan sosial, tetapi juga ujian spiritual. Cara menyikapinya tidak hanya dengan logika dan komunikasi, melainkan juga dengan pendekatan hati, melalui doa dan kedekatan kepada Allah SWT.

Lalu, bagaimana ajaran Islam membimbing umatnya menghadapi konflik dengan tenang?

Konflik dalam Kehidupan: Ujian yang Tak Terhindarkan

Setiap manusia memiliki latar belakang, kepentingan, dan cara pandang yang berbeda. Perbedaan inilah yang kerap menjadi pemicu konflik.

Dalam perspektif ajaran Islam, konflik tidak selalu bermakna negatif. Ia bisa menjadi sarana introspeksi, memperbaiki diri, dan menguatkan kesabaran.

Namun, jika tidak dikelola dengan baik, konflik justru dapat merusak hubungan dan menimbulkan kegelisahan berkepanjangan.

Karena itu, Islam tidak hanya mengajarkan penyelesaian konflik secara lahiriah, tetapi juga melalui pendekatan batin yang menenangkan jiwa.

Baca juga: Benarkah Summum Bukmun Umyun Doa Penunduk Hati? Ini Faktanya

Doa sebagai Ikhtiar Batin Menghadapi Pertikaian

Salah satu bentuk ikhtiar batin yang diajarkan adalah berdoa. Dalam banyak riwayat, Nabi Muhammad mencontohkan doa-doa yang dapat diamalkan ketika menghadapi persoalan hidup, termasuk saat terjadi perselisihan.

Doa bukan sekadar permohonan, tetapi juga bentuk pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam menyelesaikan konflik.

Dengan berdoa, seorang hamba menyerahkan urusan kepada Allah, memohon keadilan, dan berharap diberi jalan keluar terbaik.

Bacaan Doa Nabi Saat Menghadapi Perselisihan

Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah untuk menghadapi perbedaan dan pertikaian terdapat dalam Surah Az-Zumar ayat 46.

اللّٰهُمَّ فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ عٰلِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ اَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْ مَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ

Allāhumma fāthiras-samāwāti wal-arḍi ‘ālim al-ghaibi wasy-syahādah, anta taḥkumu baina ‘ibādika fī mā kānū fīhi yakhtalifūn

Artinya: “Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Engkaulah yang memutuskan di antara hamba-hamba-Mu terhadap apa yang mereka perselisihkan.”

Baca juga: Benarkah Doa Nabi Yusuf Bisa Bikin Anak Tampan? Ini Fakta & Hukumnya

Makna Mendalam di Balik Doa

Doa ini tidak sekadar rangkaian kata, melainkan memiliki makna yang sangat dalam.

Pertama, pengakuan bahwa Allah adalah pencipta seluruh alam, yang berarti segala persoalan hidup berada dalam kuasa-Nya.

Kedua, keyakinan bahwa Allah mengetahui segala hal, baik yang tampak maupun tersembunyi, termasuk niat dan isi hati manusia dalam konflik.

Ketiga, doa ini menegaskan bahwa keputusan terbaik atas setiap perselisihan berada di tangan Allah.

Dengan demikian, seseorang diajak untuk tidak memaksakan ego, melainkan menyerahkan hasil akhir kepada kehendak-Nya.

Perspektif Ulama tentang Penyelesaian Konflik

Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Al-Ghazali menjelaskan bahwa sumber utama konflik sering kali berasal dari dominasi ego dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. Karena itu, penyembuhan konflik harus dimulai dari hati.

Sementara dalam Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi menekankan pentingnya menjaga lisan, menghindari prasangka buruk, serta memperbanyak doa sebagai jalan untuk meredakan ketegangan.

Pandangan ini menunjukkan bahwa penyelesaian konflik dalam Islam bersifat komprehensif—menggabungkan aspek spiritual dan sosial.

Baca juga: Gelisah dan Overthinking? Baca Doa Ini, Amalan Sunnah Penenang Hati

Mengamalkan Doa dengan Hati yang Tenang

Mengamalkan doa ini tidak memerlukan waktu khusus, tetapi ada beberapa momen yang dianjurkan agar lebih khusyuk:

  • Setelah sholat, terutama di waktu Subuh dan malam hari
  • Saat hati sedang diliputi emosi atau kegelisahan
  • Ketika menghadapi situasi konflik yang sulit diselesaikan

Yang terpenting bukan hanya membaca, tetapi menghadirkan kesadaran bahwa Allah adalah tempat kembali dari segala persoalan.

Antara Ikhtiar Lahir dan Batin

Doa bukan berarti mengabaikan usaha nyata. Islam tetap mendorong umatnya untuk menyelesaikan konflik melalui dialog, musyawarah, dan sikap saling memahami.

Namun, doa menjadi fondasi agar setiap langkah yang diambil tidak dilandasi emosi, melainkan kebijaksanaan.

Dalam banyak kasus, ketenangan batin justru menjadi kunci utama dalam menemukan solusi yang adil.

Menemukan Kedamaian di Tengah Konflik

Pada akhirnya, pertikaian adalah bagian dari kehidupan yang tidak bisa dihindari. Namun, cara menyikapinya menentukan kualitas iman dan kedewasaan seseorang.

Dengan mengamalkan doa yang diajarkan Nabi Muhammad, seorang muslim tidak hanya mencari solusi, tetapi juga ketenangan.

Di tengah hiruk-pikuk masalah, doa menjadi ruang hening, tempat hati kembali pulang, dan harapan kembali tumbuh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Tulisan Arab dan Penggunaan Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un dan Allahummaghfirlahu
Tulisan Arab dan Penggunaan Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un dan Allahummaghfirlahu
Doa dan Niat
Pesantren dengan 1.000 Santri Kini Bisa Kelola Dapur MBG Sendiri
Pesantren dengan 1.000 Santri Kini Bisa Kelola Dapur MBG Sendiri
Aktual
Meski Kepuasan Haji Tinggi, Menhaj Soroti Layanan Armuzna Masih Perlu Dievaluasi
Meski Kepuasan Haji Tinggi, Menhaj Soroti Layanan Armuzna Masih Perlu Dievaluasi
Aktual
Indeks Kepuasan Layanan Haji 2026 Catat Rekor Tertinggi, Ini Survei Lengkapnya
Indeks Kepuasan Layanan Haji 2026 Catat Rekor Tertinggi, Ini Survei Lengkapnya
Aktual
Doa Sholat Qobliyah Subuh: Arab, Latin, Arti, Waktu, dan Tata Caranya
Doa Sholat Qobliyah Subuh: Arab, Latin, Arti, Waktu, dan Tata Caranya
Doa Harian
Doa Sholat Qobliyah Subuh: Bacaan Arab, Latin, dan Arti
Doa Sholat Qobliyah Subuh: Bacaan Arab, Latin, dan Arti
Aktual
UIN Bandung: Keluarga Benteng Pertama Cegah Anak Terjerat Judol dan Pinjol Ilegal
UIN Bandung: Keluarga Benteng Pertama Cegah Anak Terjerat Judol dan Pinjol Ilegal
Aktual
Kenapa Manusia Wajib Berdoa? Ini Alasan dan Keutamaannya dalam Islam
Kenapa Manusia Wajib Berdoa? Ini Alasan dan Keutamaannya dalam Islam
Aktual
Cara Akses dan Unduh Gratis 40 Buku PAI Digital Kemenag Lewat Smart PAI
Cara Akses dan Unduh Gratis 40 Buku PAI Digital Kemenag Lewat Smart PAI
Aktual
Gus Yahya Luncurkan Saadatuna, Tegaskan Kejujuran Fondasi Umat Terbaik
Gus Yahya Luncurkan Saadatuna, Tegaskan Kejujuran Fondasi Umat Terbaik
Aktual
Delegasi Internasional Kagum Implementasi Islam di Banyuwangi
Delegasi Internasional Kagum Implementasi Islam di Banyuwangi
Aktual
Tulisan Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un dan Contoh Ucapannya
Tulisan Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un dan Contoh Ucapannya
Doa dan Niat
Hukum Mengucapkan Jumat Berkah dalam Islam, Ungkapan Pengingat untuk Berbuat Kebaikan
Hukum Mengucapkan Jumat Berkah dalam Islam, Ungkapan Pengingat untuk Berbuat Kebaikan
Aktual
Bolehkah Menjelaskan Hadis dengan Ayat Al-Qur'an sebagai Sumber Hukum Islam
Bolehkah Menjelaskan Hadis dengan Ayat Al-Qur'an sebagai Sumber Hukum Islam
Aktual
Memahami Makna Tawakal dalam Islam, Bukan Pasrah Tanpa Ikhtiar
Memahami Makna Tawakal dalam Islam, Bukan Pasrah Tanpa Ikhtiar
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar