Editor
KOMPAS.com-Jemaah haji Indonesia, terutama lanjut usia dan penyandang disabilitas, diimbau melaksanakan shalat berjamaah di musala hotel selama cuaca panas ekstrem di Makkah.
Imbauan ini disampaikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi setelah suhu udara di Makkah dalam beberapa hari terakhir mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.
Jemaah diminta tidak memaksakan diri pergi ke Masjidil Haram jika kondisi fisik tidak memungkinkan.
PPIH menekankan, keselamatan jiwa dan kesehatan jemaah harus menjadi prioritas selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Baca juga: Jemaah Haji Diimbau Tak City Tour di Luar Makkah, Umrah Sunah Maksimal Tiga Kali
Pelaksana Bimbingan Ibadah (Bimbad) Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi, Abdul Aziz Siswanto, mengatakan, keinginan jemaah untuk shalat lima waktu di Masjidil Haram merupakan hal yang wajar.
Namun, ia mengingatkan agar jemaah tetap mempertimbangkan kondisi fisik, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas.
“Jika kondisi tubuh tidak memungkinkan, cukup salat berjamaah di musala hotel. Seluruh wilayah Tanah Haram memiliki keutamaan, di mana pahala salat dilipatgandakan hingga 100 ribu kali,” ujar Siswanto usai kegiatan visitasi, edukasi, dan konsultasi (visduk) di Sektor 4 wilayah Syisyah Raudhah, dilansir dari laman MUI.
Baca juga: Jemaah Haji Gelombang II Pakai Kain Ihram dari Embarkasi, Niat Bisa Dilakukan di Bandara Jeddah
Siswanto menilai, edukasi dari pembimbing ibadah perlu terus diperkuat agar jemaah memahami pentingnya prinsip hifzun nafs atau menjaga keselamatan jiwa.
Menurut dia, pelaksanaan ibadah tidak boleh dilakukan dengan mengabaikan kondisi kesehatan jemaah.
“Jangan sampai keinginan beribadah justru memaksakan diri di luar kemampuan fisik,” katanya.
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah (Kasi Bimbad) dan KBIHU Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Erti Herlina, menyampaikan imbauan serupa.
Ia menegaskan, menjaga keselamatan jiwa merupakan kewajiban yang harus diutamakan dibanding memaksakan diri beribadah ke Masjidil Haram saat cuaca ekstrem.
“Ibadah tidak hanya soal pemahaman, tetapi juga harus mempertimbangkan kesehatan, keamanan, dan akses perjalanan,” ujar Erti.
Baca juga: Cek Data Jemaah Haji 2026 Kini Bisa Lewat Dashboard Publik Kemenhaj
Menurut Erti, jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah yang sedang kurang sehat berisiko mengalami kelelahan jika tetap memaksakan diri pergi ke Masjidil Haram.
Risiko tersebut perlu diantisipasi karena perjalanan menuju Masjidil Haram membutuhkan stamina, terutama di tengah suhu Makkah yang sangat panas.
PPIH mengingatkan, jemaah tetap dapat menjalankan ibadah dengan baik melalui shalat berjamaah di musala hotel.
Pilihan ini dapat menjadi solusi bagi jemaah yang memiliki keterbatasan fisik atau sedang tidak dalam kondisi prima.
Selain lebih aman, shalat di musala hotel juga membantu jemaah menjaga tenaga untuk rangkaian ibadah haji berikutnya.
Jemaah diminta mengikuti arahan petugas dan pembimbing ibadah agar pelaksanaan ibadah tetap berjalan lancar, aman, dan sesuai kemampuan masing-masing.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang