Editor
KOMPAS.com - Masjid Al-Ikhlas Centre yang diinisiasi komunitas Muslim Indonesia resmi berdiri di Edmonton, Alberta, Kanada.
Masjid yang disebut sebagai masjid pertama yang diinisiasi komunitas Muslim Indonesia di Kanada Barat itu diresmikan pada Sabtu (1/8/2026) waktu setempat, setelah melalui proses pembangunan dan penggalangan dana selama lebih dari dua tahun.
Dilansir dari akun Instagram Masjid Edmonton Kanada, pembangunan masjid tersebut mendapat dukungan wakaf dari lebih dari 200.000 orang yang berasal dari Indonesia dan sejumlah negara.
Baca juga: Momen Suami Nikita Willy Pimpin Sholat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Edmonton Kanada Tuai Pujian
Total dana yang berhasil dihimpun mencapai 1.140.446,09 dollar Kanada atau sekitar Rp14,6 miliar.
Dana tersebut dihimpun melalui gerakan wakaf kolaboratif yang melibatkan Indonesian Muslim Community in Edmonton (IMCE), Cinta Quran Foundation, komunitas diaspora, mitra penggalangan dana, hingga sejumlah lembaga dan korporasi.
Presiden IMCE Admiral Jahimir mengatakan, nama Al-Ikhlas Centre disepakati oleh para jemaah setelah melalui perjuangan lebih dari dua tahun untuk mewujudkan masjid tersebut.
Proses penggalangan dana kemudian semakin berkembang setelah IMCE berkolaborasi dengan Cinta Quran Foundation.
Menurut informasi yang disampaikan Masjid Edmonton Kanada, properti untuk masjid senilai sekitar Rp6,7 miliar akhirnya dapat dilunasi dalam waktu tiga bulan setelah kolaborasi tersebut berjalan.
Baca juga: Kisah Fahmi dari Pesantren di Bandung hingga Menjadi Imam Masjid London
Upaya membangun masjid juga melibatkan masyarakat Indonesia yang tinggal di Edmonton.
Pada Ramadan 2026, misalnya, komunitas Muslim Indonesia mengadakan kegiatan memasak bersama makanan khas Minangkabau di tengah suhu yang mencapai minus 10 derajat Celsius.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung renovasi masjid sekaligus menjadi ruang berkumpul bagi warga Indonesia yang tinggal jauh dari Tanah Air.
Masjid Al-Ikhlas Centre disebut menjadi masjid ketiga di luar Indonesia yang diwujudkan melalui dukungan Cinta Quran Foundation.
Sebelumnya, pembangunan masjid dengan dukungan serupa dilakukan di Jepang dan Australia.
Peresmian Al-Ikhlas Centre dihadiri Konsul Jenderal Republik Indonesia di Vancouver Nina Kurnia Widhi, Dewan Pembina Cinta Quran Foundation Fatih Karim, jajaran pengurus IMCE, serta pasangan Nikita Willy dan Indra Priawan.
Nina berharap keberadaan masjid tersebut dapat mempererat hubungan masyarakat Indonesia yang tinggal di Kanada.
Masjid juga diharapkan menjadi salah satu jembatan persahabatan Indonesia dan Kanada melalui nilai perdamaian, toleransi, dan kemanusiaan.
Dalam perjalanan pembangunan Al-Ikhlas Centre, ada satu peristiwa yang membekas bagi komunitas Muslim Indonesia di Edmonton.
Aurora borealis sempat terlihat di langit Edmonton, tepat di atas bangunan masjid yang ketika itu masih dalam proses pembangunan.
Fatih Karim memaknai kemunculan aurora tersebut sebagai jawaban atas doa yang pernah dipanjatkannya.
Ia mengatakan, sebelumnya pernah berdoa agar dapat membangun sebuah masjid dengan aurora terlihat di langit di atasnya.
Bagi komunitas, peristiwa tersebut kemudian dimaknai sebagai simbol perjalanan mereka membangun pusat kegiatan umat Islam di Kanada.
Pengembangan Al-Ikhlas Centre tidak berhenti setelah masjid diresmikan.
Cinta Quran Foundation bersama komunitas Indonesia di Edmonton berencana mengembangkan kawasan tersebut menjadi Islamic Centre Indonesia di Kanada Barat.
Pusat kegiatan tersebut diproyeksikan menjadi tempat pendidikan Al-Qur'an, pembinaan keluarga, pengembangan kepemimpinan generasi muda, serta pelayanan sosial.
Al-Ikhlas Centre juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas budaya yang terbuka bagi masyarakat sekitar.
Bagi diaspora Indonesia di Edmonton, masjid tersebut bukan hanya menjadi tempat menjalankan ibadah, tetapi juga ruang berkumpul dan mempertahankan ikatan dengan Indonesia selama tinggal jauh dari Tanah Air.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang