Editor
KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat layanan keagamaan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur Kantor Urusan Agama (KUA).
Hingga kini, sebanyak 1.758 gedung KUA telah dibangun menggunakan pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan publik di bidang keagamaan.
Baca juga: Cara Daftar Nikah di KUA 2026: Alur Online-Offline dan Biaya Resminya
Kemenag menilai penguatan sarana dan prasarana penting untuk mendukung pelayanan yang lebih profesional, modern, dan mudah diakses masyarakat.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag Ahmad Zayadi mengatakan pemanfaatan SBSN untuk pembangunan KUA telah berjalan sejak 2014.
Menurutnya, skema pembiayaan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sarana layanan keagamaan bagi masyarakat.
Baca juga: Cara Daftar Nikah di KUA 2026, Ini Alur Offline dan Online yang Wajib Diketahui
"Harapan publik terhadap layanan KUA sangat tinggi. Karena itu penguatan infrastruktur menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pelayanan yang lebih baik," ujar Zayadi di Jakarta, Kamis (7/6/2026) seperti dilansir dari Antara.
Ia menjelaskan penggunaan SBSN untuk penguatan lembaga keagamaan Islam, termasuk KUA, dinilai tepat sasaran dan sesuai dengan prinsip syariat.
Zayadi mengatakan KUA saat ini tidak lagi hanya dipahami sebagai tempat pencatatan nikah.
Peran KUA telah berkembang menjadi pusat layanan keagamaan masyarakat yang lebih luas.
Saat ini layanan KUA mencakup bimbingan keluarga sakinah, konsultasi keagamaan, layanan wakaf dan zakat, pembinaan kemasjidan, hingga berbagai layanan sosial keagamaan lainnya.
Karena itu, peningkatan sarana dan prasarana dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat fungsi KUA di tengah masyarakat.
Kemenag berharap pembangunan infrastruktur KUA melalui SBSN dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan keagamaan.
Melalui penguatan infrastruktur tersebut, KUA diharapkan semakin optimal menjalankan perannya sebagai wajah layanan keagamaan negara yang profesional, modern, dan inklusif.
"Pembangunan KUA bukan hanya soal gedung, tetapi juga upaya menghadirkan layanan yang lebih representatif, nyaman, dan mudah diakses masyarakat," kata Ahmad Zayadi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang