Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Cara Meminta Maaf kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal dalam Ajaran Islam

Kompas.com, 8 Mei 2026, 12:52 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Kehilangan orang tua menjadi salah satu kesedihan paling mendalam dalam hidup seorang anak.

Tidak sedikit pula anak yang kemudian dihantui rasa penyesalan karena pernah membentak, mengabaikan, atau menyakiti hati orang tuanya semasa hidup.

Dalam ajaran Islam, meski orang tua telah meninggal dunia, seorang anak tetap memiliki kesempatan untuk menunjukkan bakti dan memohon maaf kepada keduanya.

Baca juga: Pahala Orang Tua yang Sabar Saat Anak Meninggal Dunia, Jadi Penolong di Akhirat hingga Dijanjikan Surga

Islam mengajarkan bahwa hubungan anak dan orang tua tidak terputus meski maut telah memisahkan.

Cara Meminta Maaf kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal

Dilansir dari laman Kemenag, ada sejumlah amalan yang dapat dilakukan sebagai bentuk penyesalan, permohonan maaf, sekaligus bakti kepada orang tua yang telah wafat.

Baca juga: Doa agar Orang Tua Sehat dan Dipanjangkan Umurnya

1. Mendoakan Orang Tua yang Sudah Meninggal

Cara meminta maaf kepada orang tua yang sudah meninggal dapat dimulai dengan memperbanyak doa untuk keduanya.

Dalam Islam, doa anak saleh menjadi salah satu amalan yang terus mengalir kepada orang tua di alam kubur.

Seorang anak dianjurkan memohon ampun kepada Allah SWT atas kesalahan yang pernah dilakukan kepada kedua orang tuanya. Selain itu, anak juga dianjurkan mendoakan agar orang tuanya mendapat rahmat dan ampunan di alam barzakh.

Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam sebuah riwayat berikut:

وَرُوِيَ إنَّ الرَّجُلَ لَيَمُوتُ وَالِدَاهُ وَهُوَ عَاقٌّ لَهُمَا فَيَدْعُو اللَّهَ لَهُمَا مِنْ بَعْدِهِمَا فَيَكْتُبُهُ اللَّهُ مِنْ الْبَارِّينَ

“Diriwayatkan bahwa seorang anak yang kedua orang tuanya wafat sementara ia pernah berdurhaka terhadap keduanya, lalu ia berdoa kepada Allah sepeninggal keduanya, niscaya Allah mencatatnya sebagai anak yang berbakti,” (Al-Bujairimi, Tuhfatul Habib alal Khatib, juz II, halaman 573).

2. Bersedekah dan Amal Jariyah atas Nama Orang Tua

Cara berikutnya adalah bersedekah dan melakukan amal jariyah atas nama orang tua yang telah meninggal dunia. Amal jariyah diyakini tetap mengalirkan pahala meskipun seseorang sudah wafat.

Bentuk amal jariyah dapat berupa membantu pembangunan masjid, menyumbang Al-Qur’an, membuat sumur air, mendukung pendidikan, atau sedekah lainnya yang bermanfaat bagi banyak orang.

Melalui amal tersebut, seorang anak berharap pahala kebaikan dapat sampai kepada kedua orang tuanya.

Penjelasan mengenai sedekah untuk orang tua juga diterangkan oleh Syekh Zainuddin Al Malibari dalam kitab Irsyadul ‘Ibad:

ما على أحدكم إذا أراد أن يتصدق لله صدقة تطوع أن يجعلها عن والديه إذا كانا مسلمين فيكون أجرها لهما و له مثل أجورهما بغير أن ينقص من أجورهما شيأ

"Tidak ada masalah bagi kalian jika hendak bersedekah karena Allah dengan sedekah sunah untuk membagikan pahala sedekah tersebut pada kedua orang tuanya jika keduanya muslim. Maka pahala sedekah tersebut milik kedua orang tuanya, dan dia mendapatkan pahala seperti kedua orang tuanya tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala kedua orang tuanya."

3. Ziarah Kubur sebagai Bentuk Bakti Anak

Ziarah kubur juga menjadi salah satu cara meminta maaf kepada orang tua yang sudah meninggal.

Saat berziarah, seorang anak dapat mendoakan, mengenang jasa-jasa orang tuanya, sekaligus memohon ampun atas kesalahan yang pernah dilakukan.

Anjuran ziarah kubur dijelaskan dalam hadis berikut:

فقد روى الحاكم عن أبي هريرة رضي الله عنه “من زار قبر أبويه أو أحدهما في كل جمعة مرة غفر الله له وكان بارا بوالديه

"Imam Al-Hakim meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja menziarahi makam kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya sekali setiap Jumat, niscaya Allah hapus dosanya. Ia pun dinilai sebagai anak berbakti kepada orang tuanya.”

Bagi sebagian orang, berdiri di depan makam orang tua menjadi momen yang penuh haru. Penyesalan atas sikap di masa lalu sering kali datang ketika kesempatan meminta maaf secara langsung sudah tidak ada lagi.

4. Memperbaiki Diri dan Memperbanyak Ibadah

Selain doa dan sedekah, meningkatkan ibadah juga menjadi bentuk bakti kepada orang tua yang telah meninggal dunia.

Menjadi pribadi yang lebih baik dapat menjadi bukti bahwa nasihat dan perjuangan orang tua semasa hidup tidak sia-sia.

Seorang anak dapat memperbanyak shalat, puasa, zakat, membaca Al-Qur’an, serta berbagai amal saleh lainnya.

Dengan memperbaiki hubungan kepada Allah SWT, seorang anak juga berharap mendapatkan ampunan atas kesalahan kepada orang tuanya.

Pada akhirnya, meminta maaf kepada orang tua yang sudah meninggal bukan hanya tentang menangisi penyesalan, tetapi juga tentang melanjutkan bakti melalui doa dan amal kebaikan.

Meski orang tua telah tiada, kasih sayang dan doa seorang anak tetap dapat menjadi cahaya yang menerangi mereka di alam kubur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Aktual
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
Aktual
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
Aktual
Doa Puasa Muharram Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Amalan Istimewa Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
Doa Puasa Muharram Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Amalan Istimewa Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
Doa dan Niat
Cak Imin Ajak Santri dan Alumni Pesantren Ambil Peran Jadi Solusi bagi Bangsa
Cak Imin Ajak Santri dan Alumni Pesantren Ambil Peran Jadi Solusi bagi Bangsa
Aktual
9 Muharram Puasa Apa? Ini Niat, Keutamaan, dan Hikmah Puasa Tasua
9 Muharram Puasa Apa? Ini Niat, Keutamaan, dan Hikmah Puasa Tasua
Doa dan Niat
Tutup Munas dan Konbes NU, Prabowo: Kekayaan Negara Terlalu Banyak Hilang, Pemerintah Bertekad Hentikan Kebocoran
Tutup Munas dan Konbes NU, Prabowo: Kekayaan Negara Terlalu Banyak Hilang, Pemerintah Bertekad Hentikan Kebocoran
Aktual
Prabowo Ungkap Kedekatan dengan NU Sejak Kecil, Sebut Organisasi Paling Nasionalis dan Patriotik
Prabowo Ungkap Kedekatan dengan NU Sejak Kecil, Sebut Organisasi Paling Nasionalis dan Patriotik
Aktual
Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Puasa Tasua? Simak Hukumnya Menurut Ulama
Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Puasa Tasua? Simak Hukumnya Menurut Ulama
Aktual
Prabowo Hadiri Penutupan Munas dan Konbes NU 2026, Gus Yahya Tegaskan Kesetiaan NU untuk Bangsa
Prabowo Hadiri Penutupan Munas dan Konbes NU 2026, Gus Yahya Tegaskan Kesetiaan NU untuk Bangsa
Aktual
Kemenhaj Bakal Evaluasi City Tour Haji, Menhaj Irfan: Banyak Jamaah Kelelahan Usai Armuzna
Kemenhaj Bakal Evaluasi City Tour Haji, Menhaj Irfan: Banyak Jamaah Kelelahan Usai Armuzna
Aktual
DPR Minta BPKH Kaji Kebijakan Haji Arab Saudi yang Berdampak pada Biaya Haji Tahun Depan
DPR Minta BPKH Kaji Kebijakan Haji Arab Saudi yang Berdampak pada Biaya Haji Tahun Depan
Aktual
Kemenhaj Akan Evaluasi Program City Tour Haji yang Dinilai Picu Kelelahan Jemaah
Kemenhaj Akan Evaluasi Program City Tour Haji yang Dinilai Picu Kelelahan Jemaah
Aktual
Kemenhaj Seragamkan Pelatihan Petugas Haji Pusat dan Daerah untuk Tingkatkan Layanan di 2027
Kemenhaj Seragamkan Pelatihan Petugas Haji Pusat dan Daerah untuk Tingkatkan Layanan di 2027
Aktual
Kemenhaj: Sebanyak 120 Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi
Kemenhaj: Sebanyak 120 Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com