Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saudi Terapkan Sekolah di Makkah Belajar Daring Jelang Musim Haji 2026

Kompas.com, 8 Mei 2026, 12:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang dimulainya puncak ibadah haji 1447 Hijriah, pemerintah Arab Saudi mulai melakukan berbagai penyesuaian untuk mendukung kelancaran mobilitas jutaan jamaah di Kota Suci Makkah.

Salah satu langkah yang menarik perhatian adalah keputusan mengalihkan kegiatan belajar sejumlah sekolah ke sistem pembelajaran daring atau jarak jauh.

Dilansir dari Saudi Gazette, Direktorat Jenderal Pendidikan wilayah Makkah mengumumkan bahwa beberapa sekolah terpilih akan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan menggantinya dengan sistem digital melalui platform pendidikan Madrasati.

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bagian dari persiapan intensif menghadapi masa puncak haji yang diperkirakan akan meningkatkan kepadatan lalu lintas dan aktivitas di sejumlah titik utama kota.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bagaimana sistem pendidikan di Arab Saudi berupaya tetap berjalan di tengah penyelenggaraan salah satu pertemuan manusia terbesar di dunia.

Baca juga: Saudi Luncurkan Sekolah Lapangan di Gaza, Selamatkan Nasib 1.000 Siswa

Sekolah di Sekitar Masjidil Haram Jadi Prioritas

Dalam keterangannya, otoritas pendidikan Makkah menjelaskan bahwa kebijakan pembelajaran daring akan diberlakukan mulai pekan depan, khususnya pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis.

Sekolah-sekolah yang terdampak dipilih berdasarkan lokasi geografis dan kebutuhan operasional selama musim haji.

Beberapa di antaranya meliputi sekolah yang berada di sekitar Masjidil Haram, termasuk area pusat kota yang dipadati jamaah dari berbagai negara.

Selain itu, sekolah yang berada di jalur utama seperti Jalan Lingkar Kedua dan Jalan Lingkar Ketiga Makkah juga masuk dalam daftar penerapan pembelajaran jarak jauh.

Tak hanya sekolah umum, beberapa gedung pendidikan yang dialihfungsikan menjadi pusat koordinasi layanan haji pemerintah juga ikut menerapkan sistem daring sementara.

Pembelajaran Tetap Berjalan Lewat Platform Digital

Meski kegiatan belajar tatap muka dihentikan sementara, pemerintah memastikan proses pendidikan tetap berlangsung normal melalui platform digital.

Pihak Direktorat Pendidikan Makkah menginstruksikan sekolah dan tenaga pengajar untuk memaksimalkan penggunaan platform Madrasati serta berbagai sistem pembelajaran elektronik lainnya agar siswa tetap dapat mengikuti pelajaran sesuai jadwal.

Platform Madrasati sendiri merupakan sistem pembelajaran digital nasional yang dikembangkan pemerintah Arab Saudi sejak masa pandemi Covid-19. Platform ini memungkinkan siswa mengikuti kelas virtual, mengakses materi pelajaran, hingga berinteraksi langsung dengan guru secara daring.

Dalam buku Educational Technology and Digital Learning in the Middle East karya Aisha Al-Furaih dijelaskan bahwa transformasi pendidikan digital di Arab Saudi berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah pandemi mempercepat adaptasi teknologi di sektor pendidikan.

Karena itu, penerapan pembelajaran daring selama musim haji dinilai bukan hal yang sulit bagi sebagian besar sekolah di Makkah.

Baca juga: Hujan Deras Lumpuhkan Sekolah di Arab Saudi, Pembelajaran Dialihkan ke Online

Upaya Mengurangi Kepadatan Saat Musim Haji

Kebijakan pembelajaran jarak jauh bukan semata soal pendidikan, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah Arab Saudi dalam mengelola pergerakan jutaan jamaah haji.

Setiap tahun, Kota Makkah mengalami lonjakan mobilitas yang sangat tinggi menjelang puncak ibadah haji.

Jalan-jalan utama dipenuhi kendaraan jamaah, bus layanan, kendaraan logistik, hingga armada petugas keamanan dan kesehatan.

Dengan mengurangi aktivitas sekolah tatap muka, pemerintah berharap kepadatan kendaraan di area pusat kota dapat ditekan sehingga pergerakan jamaah menjadi lebih lancar.

Dalam buku Hajj and the Global Muslim World karya Barbara D. Metcalf dijelaskan bahwa pengelolaan kerumunan saat haji menjadi tantangan besar bagi pemerintah Arab Saudi karena melibatkan jutaan orang dalam ruang dan waktu yang relatif terbatas.

Oleh karena itu, berbagai kebijakan pendukung seperti pengaturan lalu lintas, pembatasan kendaraan, hingga penyesuaian aktivitas publik sering dilakukan menjelang hari-hari utama haji.

Koordinasi Besar Antarinstansi

Dinas Pendidikan Makkah menyebut keputusan ini telah melalui koordinasi intensif dengan berbagai lembaga terkait, termasuk aparat keamanan dan otoritas transportasi.

Tujuannya agar seluruh sistem layanan selama musim haji berjalan lebih efektif tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan.

Pemerintah juga meminta pihak sekolah untuk melakukan pemantauan ketat terhadap proses belajar daring agar siswa tetap aktif mengikuti pembelajaran selama kebijakan berlangsung.

Selain mendukung kelancaran ibadah jamaah, langkah ini juga dinilai mencerminkan fleksibilitas sistem pendidikan Arab Saudi dalam menghadapi kebutuhan nasional berskala besar.

Baca juga: Jaga Kesehatan! Imbauan Penting Menteri Haji untuk Jemaah

Musim Haji dan Dinamika Kota Makkah

Menjelang puncak haji, suasana Kota Makkah biasanya berubah drastis. Ribuan bus jamaah mulai memadati kawasan sekitar Masjidil Haram, hotel-hotel penuh, dan jalur transportasi utama dijaga ketat selama 24 jam.

Di saat yang sama, berbagai layanan publik juga melakukan penyesuaian operasional agar aktivitas jamaah tetap nyaman dan aman.

Dalam buku The Hajj: Pilgrimage in Islam karya F. E. Peters disebutkan bahwa haji bukan hanya peristiwa spiritual, tetapi juga fenomena sosial dan logistik terbesar di dunia Islam yang membutuhkan koordinasi lintas sektor secara kompleks.

Dengan demikian, kebijakan pendidikan daring di Makkah menjadi bagian kecil dari rangkaian besar persiapan pemerintah Arab Saudi menghadapi puncak musim haji.

Pendidikan Tetap Berjalan di Tengah Musim Haji

Meski fokus utama tertuju pada pelayanan jamaah haji, pemerintah Arab Saudi tetap berupaya menjaga keberlangsungan pendidikan para siswa.

Kebijakan pembelajaran daring ini memperlihatkan bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk menyeimbangkan kebutuhan ibadah, pelayanan publik, dan pendidikan secara bersamaan.

Dengan sistem digital yang sudah berkembang, para siswa di Makkah tetap dapat belajar dari rumah tanpa harus menghadapi kepadatan lalu lintas dan aktivitas kota yang meningkat tajam selama musim haji berlangsung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Aktual
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
Aktual
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
Aktual
Doa Puasa Muharram Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Amalan Istimewa Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
Doa Puasa Muharram Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Amalan Istimewa Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
Doa dan Niat
Cak Imin Ajak Santri dan Alumni Pesantren Ambil Peran Jadi Solusi bagi Bangsa
Cak Imin Ajak Santri dan Alumni Pesantren Ambil Peran Jadi Solusi bagi Bangsa
Aktual
9 Muharram Puasa Apa? Ini Niat, Keutamaan, dan Hikmah Puasa Tasua
9 Muharram Puasa Apa? Ini Niat, Keutamaan, dan Hikmah Puasa Tasua
Doa dan Niat
Tutup Munas dan Konbes NU, Prabowo: Kekayaan Negara Terlalu Banyak Hilang, Pemerintah Bertekad Hentikan Kebocoran
Tutup Munas dan Konbes NU, Prabowo: Kekayaan Negara Terlalu Banyak Hilang, Pemerintah Bertekad Hentikan Kebocoran
Aktual
Prabowo Ungkap Kedekatan dengan NU Sejak Kecil, Sebut Organisasi Paling Nasionalis dan Patriotik
Prabowo Ungkap Kedekatan dengan NU Sejak Kecil, Sebut Organisasi Paling Nasionalis dan Patriotik
Aktual
Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Puasa Tasua? Simak Hukumnya Menurut Ulama
Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Puasa Tasua? Simak Hukumnya Menurut Ulama
Aktual
Prabowo Hadiri Penutupan Munas dan Konbes NU 2026, Gus Yahya Tegaskan Kesetiaan NU untuk Bangsa
Prabowo Hadiri Penutupan Munas dan Konbes NU 2026, Gus Yahya Tegaskan Kesetiaan NU untuk Bangsa
Aktual
Kemenhaj Bakal Evaluasi City Tour Haji, Menhaj Irfan: Banyak Jamaah Kelelahan Usai Armuzna
Kemenhaj Bakal Evaluasi City Tour Haji, Menhaj Irfan: Banyak Jamaah Kelelahan Usai Armuzna
Aktual
DPR Minta BPKH Kaji Kebijakan Haji Arab Saudi yang Berdampak pada Biaya Haji Tahun Depan
DPR Minta BPKH Kaji Kebijakan Haji Arab Saudi yang Berdampak pada Biaya Haji Tahun Depan
Aktual
Kemenhaj Akan Evaluasi Program City Tour Haji yang Dinilai Picu Kelelahan Jemaah
Kemenhaj Akan Evaluasi Program City Tour Haji yang Dinilai Picu Kelelahan Jemaah
Aktual
Kemenhaj Seragamkan Pelatihan Petugas Haji Pusat dan Daerah untuk Tingkatkan Layanan di 2027
Kemenhaj Seragamkan Pelatihan Petugas Haji Pusat dan Daerah untuk Tingkatkan Layanan di 2027
Aktual
Kemenhaj: Sebanyak 120 Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi
Kemenhaj: Sebanyak 120 Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com