Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Sapi Kurban Naik Tajam, Warga Yogyakarta Diprediksi Beralih ke Kambing dan Domba

Kompas.com, 8 Mei 2026, 13:31 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Fenomena pergeseran pilihan hewan kurban diperkirakan terjadi pada pelaksanaan Idul Adha 2026 di Kota Yogyakarta.

Kenaikan harga sapi yang cukup tinggi membuat sebagian masyarakat mulai mempertimbangkan kambing dan domba sebagai alternatif hewan kurban.

Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.

Baca juga: Kurban Kambing untuk Satu Keluarga, Ini Ketentuan dan Hukumnya dalam Islam

Akibatnya, jumlah penyembelihan kambing dan domba diprediksi meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi, mengatakan harga sapi di pasaran mengalami lonjakan cukup signifikan menjelang Idul Adha tahun ini.

"Sapi sekarang mahal, kemungkinannya (jumlah kurban sapi) turun. Sementara harga kambing cenderung tetap, bahkan banyak yang turun. Tahun lalu Rp 3 juta, sekarang Rp 2,4 juta sudah boleh. Jadi, nanti jumlah kambing dan domba pasti lebih banyak," ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Baca juga: Kurban Sapi Patungan atau Kambing Sendiri, Mana Lebih Utama? Ini Penjelasan Ulama

Harga Sapi Kurban Naik hingga Rp 5 Juta

Sukidi menjelaskan, kenaikan harga sapi kurban tahun ini bisa mencapai Rp 5 juta per ekor untuk kategori ukuran kecil.

Jika tahun lalu sapi kecil masih dijual di kisaran Rp 19 juta hingga Rp 20 juta, kini harganya sudah menyentuh Rp 24 juta.

Menurutnya, stok hewan ternak sebenarnya masih tersedia dalam jumlah cukup. Namun, kenaikan harga sapi membuat masyarakat memilih hewan ternak kecil yang lebih terjangkau.

"Ditambah daya beli masyarakat memang agak turun. Hewannya sebenarnya banyak tersedia, tapi masyarakatnya beralih ke kambing karena harga sapi naiknya banyak sekali," imbuhnya.

Permintaan Sapi Kurban Menurun

Hal serupa juga diakui Sudi Haryoso, pemilik UD Segar Farm yang berada di Pakuncen, Kemantren Wirobrajan.

Ia menyebut permintaan sapi kurban dari panitia masjid dan kelompok masyarakat mulai mengalami penurunan.

Menurutnya, jumlah pemesanan sapi pada tahun ini lebih sedikit dibandingkan Idul Adha tahun lalu.

Panitia kurban yang biasanya membeli enam ekor sapi kini hanya memesan lima ekor, sedangkan yang biasa membeli lima ekor turun menjadi empat ekor.

"Tahun kemarin kami laku 302 ekor, perkiraan tahun ini cuma sekitaran 250-an ekor. Ada penurunan, karena dari panitia kurban sendiri pesanan berkurang jumlahnya," ujarnya.

Pedagang Datangkan Sapi dari Madura dan Bali

Untuk menyesuaikan kebutuhan pasar, Sudi mengaku mendatangkan sapi dari luar daerah hingga luar Pulau Jawa, seperti Madura dan Bali.

Langkah tersebut dilakukan karena sapi lokal dengan harga Rp 23 juta hingga Rp 25,5 juta dinilai sulit ditemukan dalam kondisi poel atau memenuhi syarat umur kurban.

"Kalau sapi lokal harga segitu saya jamin belum poel, umur belum mencukupi. Tapi kalau dari Madura atau Bali, meski kecil dan harganya masuk di dana masyarakat, umurnya sudah mencukupi syarat kurban," katanya.

Selain harga sapi hidup, kenaikan juga terjadi pada harga karkas atau daging dan tulang.

Sudi menyebut kenaikannya mencapai Rp 1,2 juta per kuintal dibandingkan periode Iduladha tahun lalu.

Tips Membeli Hewan Kurban Lebih Murah

Di tengah kenaikan harga hewan kurban, Sudi memberikan tips bagi masyarakat yang ingin mendapatkan harga lebih terjangkau.

Ia menyarankan pembelian dilakukan mendekati hari raya Idul Adha, sekitar tujuh hari sebelum hari H.

Menurutnya, anggapan harga hewan akan semakin mahal saat mendekati Idul Adha tidak selalu benar.

Dalam beberapa kondisi, harga justru bisa lebih murah karena pedagang ingin mengurangi biaya perawatan ternak.

"Biasanya panitia panik, anggapannya semakin dekat hari H semakin mahal. Padahal kalau pengalaman saya malah lebih murah, karena biaya perawatan di kami (pedagang) jadi lebih sedikit. Tapi ya itu, kebanyakan orang telanjur panik duluan," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul “Daya Beli Turun dan Harga Sapi Melonjak, Tren Kurban Warga Yogyakarta Bergeser ke Kambing”.
https://jogja.tribunnews.com/diy/1214279/daya-beli-turun-dan-harga-sapi-melonjak-tren-kurban-warga-yogyakarta-bergeser-ke-kambing?page=all

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
10 Doa agar Terhindar dari Fitnah Akhir Zaman dan Dajjal
10 Doa agar Terhindar dari Fitnah Akhir Zaman dan Dajjal
Doa dan Niat
6 Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara, dari Indonesia hingga Mesir
6 Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara, dari Indonesia hingga Mesir
Aktual
Surah Al Mulk, Amalan Malam yang Disebut Menyelamatkan dari Azab Kubur
Surah Al Mulk, Amalan Malam yang Disebut Menyelamatkan dari Azab Kubur
Doa dan Niat
Hidup Sezaman Nabi Muhammad, Ratu Shima Viral hingga Jazirah Arab
Hidup Sezaman Nabi Muhammad, Ratu Shima Viral hingga Jazirah Arab
Aktual
Sejarah Kota Mekkah, Tempat Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Pusat Peradaban Islam
Sejarah Kota Mekkah, Tempat Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Pusat Peradaban Islam
Aktual
Surah Al Ikhlas Hanya 4 Ayat, Mengapa Setara Sepertiga Al-Qur'an?
Surah Al Ikhlas Hanya 4 Ayat, Mengapa Setara Sepertiga Al-Qur'an?
Doa dan Niat
7 Amalan Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, Dari Muhasabah hingga Puasa Muharram
7 Amalan Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, Dari Muhasabah hingga Puasa Muharram
Aktual
7 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia, dari Pawai Obor hingga Tabuik
7 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia, dari Pawai Obor hingga Tabuik
Aktual
Puasa Muharram 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal Lengkap, Niat, dan Keutamaannya
Puasa Muharram 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal Lengkap, Niat, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Jadikan Muharram Momentum Hijrah Spiritual
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Jadikan Muharram Momentum Hijrah Spiritual
Aktual
Tahun Baru Islam 2026 Tanggal Berapa? Cek Tanggal dan Jadwal Liburnya
Tahun Baru Islam 2026 Tanggal Berapa? Cek Tanggal dan Jadwal Liburnya
Aktual
Kemenhaj Bagikan 4 Tips Terhindar dari Badal Haji Fiktif
Kemenhaj Bagikan 4 Tips Terhindar dari Badal Haji Fiktif
Aktual
Arab Saudi Buka Wisata Safari Satwa Liar, 10.000 Hewan Dilepas ke Alam
Arab Saudi Buka Wisata Safari Satwa Liar, 10.000 Hewan Dilepas ke Alam
Aktual
Kemenag Gelar Nikah Massal Sambut 1 Muharam 1448 H, Peserta Dapat Modal Usaha
Kemenag Gelar Nikah Massal Sambut 1 Muharam 1448 H, Peserta Dapat Modal Usaha
Aktual
Arab Saudi dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Pariwisata, Jamaah Haji-Umrah Bakal Diajak Jelajahi Destinasi Selain Makkah-Madinah
Arab Saudi dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Pariwisata, Jamaah Haji-Umrah Bakal Diajak Jelajahi Destinasi Selain Makkah-Madinah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com