Editor
KOMPAS.com - Hujan deras yang melanda sejumlah wilayah Arab Saudi memaksa pemerintah menghentikan sementara kegiatan belajar tatap muka pada Minggu.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap peringatan cuaca ekstrem demi menjaga keselamatan siswa dan tenaga pengajar.
Otoritas pendidikan di Provinsi Timur, Al-Baha, dan Asir mengumumkan penghentian kelas langsung dan mengalihkan proses belajar ke sistem daring melalui platform Madrasati platform.
Baca juga: Rahasia Layang-layang Gurun: Cara Manusia Purba Menjebak Ribuan Hewan di Gurun Saudi
Di Provinsi Timur, kegiatan belajar dihentikan di Dammam serta sejumlah wilayah lain seperti Khobar, Qatif, Jubail, Ras Tanura, Abqaiq, dan Al-Ahsa.
Kebijakan ini didasarkan pada laporan dari National Center for Meteorology yang memperingatkan kondisi cuaca berbahaya.
Di wilayah Al-Baha, penghentian sekolah tatap muka mencakup sektor pusat dan beberapa daerah seperti Bani Hassan, Baljurashi, dan Al-Mandaq.
Keputusan serupa juga diberlakukan di wilayah Asir, khususnya di daerah yang masuk dalam peringatan cuaca merah, termasuk Abha, Khamis Mushait, Ahad Rafidah, hingga Tanomah.
Tak hanya sekolah, sejumlah perguruan tinggi juga menghentikan perkuliahan tatap muka, di antaranya Al-Baha University, King Saud bin Abdulaziz University for Health Sciences, dan King Khalid University.
Pihak berwenang memastikan bahwa kegiatan belajar tetap berlangsung secara daring bagi siswa dan staf, sehingga proses pendidikan tidak terhenti meski kondisi cuaca memburuk.
Sementara itu, National Center for Meteorology menyebutkan hujan lebat yang melanda Riyadh diperkirakan berlanjut hingga awal hari Minggu, meski intensitasnya akan mulai menurun secara bertahap.
Baca juga: Momen Langka, Begini Penampakan Asli Kabah Tanpa Kiswah
Otoritas pertahanan sipil juga mengimbau warga di Riyadh dan Provinsi Timur untuk tetap waspada, mengikuti instruksi keselamatan, serta menghindari lokasi berisiko.
Sebelumnya, peringatan cuaca menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Arab Saudi berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat hingga Selasa.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.