KOMPAS.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, umat Islam mulai mempersiapkan hewan terbaik untuk ibadah kurban.
Di pasar-pasar hewan, suasana pun semakin ramai oleh calon pembeli yang mencari sapi, kambing, maupun domba untuk disembelih pada hari raya kurban.
Namun di tengah proses memilih hewan kurban, sering muncul pertanyaan yang cukup umum di masyarakat: lebih utama memilih kambing jantan atau kambing betina untuk kurban?
Sebagian orang menganggap kambing jantan lebih afdal karena posturnya biasanya lebih besar dan terlihat gagah.
Di sisi lain, kambing betina kerap memiliki harga yang lebih terjangkau meski kondisinya sehat dan memenuhi syarat kurban.
Lalu bagaimana sebenarnya pandangan Islam soal kurban kambing jantan dan betina? Apakah salah satunya lebih utama? Berikut penjelasan lengkapnya.
Dalam syariat Islam, kambing jantan maupun kambing betina sama-sama diperbolehkan dan sah dijadikan hewan kurban selama memenuhi syarat yang telah ditentukan.
Pendakwah Indonesia, Buya Yahya, pernah menjelaskan bahwa tidak ada larangan menggunakan kambing betina untuk ibadah kurban.
Menurutnya, anggapan bahwa kambing jantan selalu lebih utama sebagian besar muncul karena faktor kebiasaan masyarakat dan kondisi fisik hewan yang umumnya lebih besar.
“Sebetulnya itu hanya penafsirannya saja. Umumnya kalau kambing jantan gagah, besar, maka dianggap lebih utama,” ujar Buya Yahya dalam salah satu kajian yang ditayangkan kanal YouTube Al Bahjah TV.
Ia menegaskan bahwa apabila kambing betina memiliki ukuran lebih besar, lebih sehat, dan lebih bermanfaat untuk dibagikan kepada masyarakat, maka kambing betina justru bisa lebih diprioritaskan dibanding kambing jantan yang kecil atau kurus.
Pandangan tersebut sejalan dengan penjelasan para ulama fikih bahwa inti kurban bukan terletak pada jenis kelamin hewan, melainkan kualitas dan kelayakan hewan yang dipersembahkan karena Allah SWT.
Baca juga: Kurban Kambing untuk Satu Keluarga, Ini Ketentuan dan Hukumnya dalam Islam
Dalam kitab Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab, Imam Nawawi menjelaskan bahwa hewan kurban terbaik adalah yang paling sempurna fisiknya, paling sehat, dan paling banyak manfaat dagingnya bagi penerima kurban.
Karena itu, ukuran, kesehatan, dan kualitas hewan menjadi pertimbangan penting dibanding sekadar memilih jantan atau betina.
Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa hewan kurban sebaiknya dipilih dari hewan yang gemuk, sehat, tidak cacat, dan cukup umur sesuai ketentuan syariat.
Artinya, jika kambing betina lebih sehat dan lebih besar dibanding kambing jantan, maka tidak ada masalah menjadikannya sebagai hewan kurban.
Hal serupa juga diterangkan dalam buku Panduan Qurban dan Akikah karya Yusuf Qardhawi bahwa Islam sangat menekankan kualitas kurban sebagai bentuk ketakwaan dan penghambaan kepada Allah SWT.
Di banyak pasar hewan, kambing jantan memang cenderung dijual lebih mahal dibanding kambing betina.
Hal ini bukan semata karena aturan agama, tetapi lebih dipengaruhi faktor ekonomi dan budaya masyarakat.
Kambing jantan biasanya memiliki tubuh lebih besar, tanduk lebih menarik, dan dianggap lebih “gagah” sehingga banyak dicari untuk kurban.
Selain itu, sebagian peternak mempertahankan kambing betina untuk kebutuhan reproduksi ternak sehingga jumlah kambing betina yang dijual kadang lebih sedikit.
Meski demikian, para ulama menegaskan bahwa harga mahal tidak otomatis menjadikan hewan tersebut lebih utama di sisi Allah SWT jika tidak dibarengi niat ikhlas dan ketakwaan.
Baca juga: Kenapa Hewan Kurban Harus Jantan? Ini Penjelasan Syariat Islam dan Pandangan Ulama
Dalam Al Quran, Allah SWT menegaskan bahwa yang sampai kepada-Nya bukanlah darah atau daging hewan kurban, melainkan ketakwaan orang yang berkurban.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 37:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”
Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah kurban sejatinya adalah bentuk penghambaan dan ketaatan seorang Muslim kepada Allah SWT.
Dalam buku Tafsir Al-Misbah, Quraish Shihab menjelaskan bahwa kurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan latihan spiritual untuk menumbuhkan keikhlasan, kepedulian sosial, dan ketaatan kepada Allah SWT.
Hari Raya Idul Adha tidak bisa dipisahkan dari kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail.
Kisah tersebut menjadi simbol kepatuhan total seorang hamba kepada perintah Allah SWT.
Saat Nabi Ibrahim diperintahkan menyembelih putranya, beliau menjalankan perintah tersebut dengan penuh keikhlasan.
Namun sebelum penyembelihan terjadi, Allah SWT mengganti Nabi Ismail dengan seekor hewan sembelihan.
Peristiwa itulah yang kemudian diperingati umat Islam melalui ibadah kurban setiap Hari Raya Idul Adha.
Dalam buku Sejarah Ibadah karya Ali Syariati dijelaskan bahwa ibadah kurban mengandung pesan tentang pengorbanan, kepedulian sosial, dan perjuangan melawan sifat egois manusia.
Baca juga: Pemkot Padang Beri Tips Memilih Hewan Kurban, Cek Label Putih dan Tanda-tanda Ini
Selain memilih antara jantan atau betina, umat Islam juga perlu memastikan hewan kurban memenuhi syarat sah menurut syariat.
Berikut beberapa syarat umum hewan kurban:
Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW melarang penggunaan hewan cacat untuk kurban, seperti hewan yang sakit parah, pincang, atau buta sebelah dengan jelas.
Karena itu, memilih hewan sehat jauh lebih penting dibanding hanya mempertimbangkan jenis kelamin hewan.
Menjelang Idul Adha, banyak orang merasa bingung ketika harus memilih antara kambing jantan atau betina.
Padahal, keduanya sama-sama sah dan diperbolehkan dalam Islam selama memenuhi syarat kurban.
Yang paling utama justru memilih hewan terbaik sesuai kemampuan, sehat, cukup umur, dan diniatkan ikhlas karena Allah SWT.
Sebab pada akhirnya, ibadah kurban bukan soal gengsi memilih hewan paling mahal, tetapi tentang ketakwaan dan kesungguhan seorang Muslim dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pengorbanan terbaik yang dimilikinya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang