Editor
KOMPAS.com - Ibadah haji tidak seharusnya dipandang sebagai impian yang baru muncul ketika seseorang memasuki usia lanjut.
Sebagai rukun Islam kelima, haji menjadi penyempurna bangunan keislaman seorang Muslim sehingga cita-cita berhaji dinilai perlu ditanamkan sejak usia dini.
Kesadaran tersebut dinilai penting agar generasi muda memiliki kesiapan spiritual, mental, dan ekonomi untuk memenuhi panggilan ke Baitullah.
Baca juga: Keutamaan Haji Mabrur, Pulang Suci Bak Bayi yang Baru Lahir
Karena itu, keluarga dan lembaga pendidikan memiliki peran besar dalam membangun semangat berhaji sejak masa kanak-kanak dan remaja.
Hal ini seperti disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Teuku Zulkhairi, yang dikutip Kompas.com dari rubrik Mimbar Serambinews.com.
Baca juga: Apa Itu Haji Mabrur? Ini Makna dan Ciri-cirinya yang Perlu Dipahami Jemaah
Menurutnya, ibadah haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan panggilan suci untuk menyempurnakan penghambaan kepada Allah SWT.
“Dengan menanamkan kepada anak-anak bahwa haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan panggilan suci untuk menyempurnakan penghambaan kepada Allah SWT,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Tgk Zulkhairi yang juga pernah menjadi Petugas Haji Daerah (PHD) Tahun 2023 mengatakan anak-anak Muslim perlu dikenalkan sejak kecil tentang kemuliaan Ka’bah, keutamaan Kota Makkah dan Madinah, serta nilai spiritual yang terkandung dalam ibadah haji.
Menurutnya, ketika anak tumbuh dengan cita-cita berhaji, mereka akan memiliki dorongan untuk mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi ilmu agama, akhlak, maupun kemampuan ekonomi.
Ia menilai semangat berhaji juga dapat membentuk obsesi positif dalam diri generasi muda untuk suatu hari memenuhi panggilan Allah SWT ke Baitullah.
Tgk Zulkhairi menilai masih banyak umat Islam yang baru menyadari pentingnya ibadah haji ketika usia sudah lanjut, meski secara finansial sebenarnya telah mampu.
Sebagian masyarakat bahkan belum memiliki kesiapan dalam bentuk tabungan maupun pengetahuan tentang ibadah haji.
Padahal, menurutnya, haji bukan hanya kewajiban individual, tetapi juga ibadah yang menyempurnakan rukun Islam dalam berbagai aspek, mulai dari spiritual, sosial, kesabaran, kedisiplinan, hingga pengorbanan.
Dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu juga menyoroti pentingnya menjalankan ibadah haji pada usia muda karena membutuhkan kondisi fisik yang prima.
Rangkaian ibadah haji seperti thawaf, sa’i, wukuf, mabit, hingga melempar jumrah memerlukan stamina yang kuat. Selain itu, cuaca panas di Tanah Suci juga menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah.
“Kondisi cuaca di Tanah Suci yang panas juga menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, usia muda menjadi momentum terbaik untuk menjalankan ibadah haji dengan lebih optimal dan kuat secara fisik,” paparnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa jamaah lanjut usia tetap memiliki kesempatan memperoleh pahala besar dalam berhaji. Namun, persiapan sejak muda dinilai akan membuat seseorang lebih matang dalam menjalankan ibadah tersebut.
Menurut Tgk Zulkhairi, remaja yang sudah memiliki niat dan cita-cita berhaji cenderung lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan karena merasa sedang mempersiapkan diri menjadi tamu Allah SWT.
“Ketika seorang remaja sudah memiliki niat dan cita-cita berhaji, ia akan lebih berhati-hati dalam menjalani hidup karena merasa sedang mempersiapkan diri menjadi tamu Allah SWT,” ungkapnya.
Ia berharap kesadaran tentang pentingnya berhaji dapat terus dibangun di lingkungan keluarga, sekolah, dayah, hingga perguruan tinggi di Aceh.
“Haji harus menjadi impian yang hidup dalam hati anak-anak muslim sejak kecil," katanya.
"Sebab, siapa yang sejak muda merindukan Baitullah, maka hidupnya akan lebih terarah dalam menyiapkan bekal menuju panggilan suci tersebut,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul "Berhaji Harus Ditanamkan Sejak Dini, Tgk Zulkhairi: Ini Panggilan Suci untuk Sempurnakan Ibadah".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang